Parade

Ilustrasi. Foto tmlnet

Acara diadakan pada Sabtu, 16 Mei 2015, akan dihadiri Wakil Walikota Solo

Mengingatkan Umat Islam adanya gejala semakin maraknya pergerakan aliran sesat seperti Syi’ah dan paham berbahaya seperti Komunis, ungkap Ketua Dewan Syari’ah Kota Surakarta (DSKS), ustadz DR Muinudinnillah Basri MA.

Terlepas dari ungkapan Ustadz tersebut, seperti sudah jadi kenyataan yang diketahui umum, kepolisian tampak tidak tegas terhadap bibit – bibit gerakan Komunis di Indonesia. Apa buktinya? Terbukti orang yang memakai kaos bersimbolkan kalimat Tauhid (  لاإله إلا الله (   ditangkap, tapi wanita kenakan kaos dengan simbol “Palu dan Arit” PKI (Komunis) bisa jadi Putri Indonesia 2015 dan tidak ditangkap, tulis sebuah media online beberapa waktu lalu.

Mengenai parade ini, Ketua MUI Solo, Prof. DR.dr. Zaenal Arifin Adnan mengatakan, Parade tauhid akan dimulai  dari Masjid Kota Barat menyusuri Jalan Slamet Riyadi dan berakhir di bundaran Gladag Solo.

“Parade tauhid akan dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dengan pasukan berkuda, mobil jeep, parade bendera tauhid, dan taushiyah tauhid,” katanya seperti dikutip timlonet.

Inilah beritanya.

***

Wakil Walikota Solo Akan Hadiri Parade Tauhid

WaWalKot SoloSOLO, muslimdaily.net – Wakil Walikota Solo, Ahmad Purnomo, menyatakan siap hadir di acara Parade Tauhid yang digagas oleh Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) bersama Majelis Ulama Indonesia Solo dan seluruh elemen umat Islam Solo. Dia juga mengungkapkan akan memberikan sambutan pada acara tersebut.

“Insya Allah. Tapi saya tidak ikut pawai,” ungkap Ahmad Purnomo via sambungan telepon pada, Jumat (15/05), kepada muslimdaily.net.

Wakil Walikota Surakara tersebut mendukung kegiatan Parade Tauhid dan berharap kegiatan berjalan lancar. Atas nama pemerintah kota Surakarta, Purnomo menghimbau agar umat Islam yang mengikuti pawai Parade Tauhid melaksanakan kegiatan dengan tertib dan baik supaya aman.

“Agar mengikuti pawai dengan tertib,” pesan Ahmad Purnomo yang disampaikan kepada redaksi muslimdaily.net.

Parade Tauhid adalah kegiatan menyambut datangnya bulan Ramadhan (tarhib Ramadhan) yang diinisiasi oleh Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Surakarta. Kegiatan ini diikuti sejumlah elemen umat Islam di kota Surakarta dan sekitarnya dengan mengusung bendera bertuliskan kalimat tauhid sepanjang 2,5 kilometer sepanjang jalan utama di Surakarta.

Selain untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan, Parade Tauhid juga diharapkan dapat memperkuat ukhuwah Islamiyah di antara berbagai elemen umat Islam. Pada tahun ini, Parade Tauhid diadakan pada Sabtu, 16 Mei 2015./ muslimdaily.co

Sementara itu panjimas.com memberitakan,  Ketua Dewan Syari’ah Kota Surakarta (DSKS), ustadz DR Muinudinnillah Basri MA menjelaskan tentang penyelenggaraan acara ini.  Menurutnya, hal ini mengingat semakin maraknya pergerakan aliran sesat seperti Syi’ah dan paham berbahaya seperti Komunis yang semakin intens untuk menggerogoti aqidah umat Islam. Dari itu, ustadz Muin menghimbau umat Islam jangan sampai terpengaruh paham-paham dan aliran yang menyimpang dalam Islam.

Perlu diketahui, keprihatinan terhadap aliran sesat seperti Syi’ah dan paham berbahaya seperti Komunis tampaknya semakin nyata. Hingga ada media yang menulis: Seperti diketahui, kepolisian tampak tidak tegas terhadap bibit – bibit gerakan Komunis di Indonesia. Apa buktinya? Terbukti orang yang memakai kaos bersimbolkan kalimat Tauhid (  لاإله إلا الله (   ditangkap, tapi wanita kenakan kaos dengan simbol “Palu dan Arit” PKI (Komunis) bisa jadi Putri Indonesia 2015 dan tidak ditangkap.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 271 kali, 1 untuk hari ini)