PARAH BENER!! Pelintiran Berita TRANS7 Soal Insiden Habib Umar dan Satpol PP



Liputan TRANS7 yang memberitakan kejadian Habib Umar Assegaf saat mobilnya dihentikan karena pelanggaran PSBB oleh polisi dan satpol PP, menuai kecaman publik karena pelintiran dan framing yang tidak sesuai fakta.

Dalam berita itu reporter TRANS7 membuat narasi sesat:

“Melanggar PSBB pria itu (Habib Umar -red) justru terlihat adu jotos, sehingga membuat petugas Satpol PP terjatuh serta tersungkur ke aspal.”

Padahal petugas Satpol PP itu terjatuh dan tersungkur karena dia memukul dan mengejar mau menendang Habib Umar, tapi karena terpeleset atau keseimbangan badannya, dia akhirnya terjatuh.

“Trans7 pelintir berita. Padahal Asmadi tersungkur karena mau nendang Habib. Lah ini beritanya malah diplintir sesuka jidatnya pembawa berita,” kata akun @AnginLa49997994 yang memposting video berita TRANS7.

“Min @TRANS7 bisa jelasin maksud ente potong vidio? Itu anjing gendut jatuh gegara hilang keseimbangan waktu mau nendang habib. Bikin berita gak setaik itu njing,” umpat akun @pakaipeci.

[Video TRANS7]

Trans7 pelintir berita. Padahal Asmadi tersungkur karena mau nendang Habib. Lah ini beritanya malah diplintir sesuka jidatnya pembawa berita😡 pic.twitter.com/LASTBN5bET

— Pak RW 07 (@AnginLa49997994) May 21, 2020

https://t.co/W9nDbWf3Xz

— Bulan Kemenangan (@pakaipeci) May 22, 2020

pic.twitter.com/j0pSNa6oR6

— 135HariHarunMasikuRaib@Jiwasraya.com (@kafiradikalis) May 21, 2020

 

[portal-islam.id] Sabtu, 23 Mei 2020 BERITA NASIONAL

 

***

*Pejuang Anti Syiah*

 

Beliau Habib Umar Assegaf bersama Kawan seperjuangan yakni Al Marhum Habib Ahmad Zein Al Kaff dikenal sebagai Pejuang Anti Syiah dari Jawa Timur dan mendirikan Yayasan Al Bayyinat yg konsen pada Anti Syiah dan Aliran Sesat, Semoga Alloh menjaga Habib Umar Assegaf berserta Keluarga beliau, Aamiin Ya Rabbal Alamien 🤲🏻/

Faisal Putra

***

Membongkar Kesesatan Syiah Melalui Fatwa

Posted on 7 November 2019

by Nahimunkar.org



Membongkar Kesesatan Syiah Melalui Fatwa
 

Oleh: Tardjono Abu Muas, Pemerhati Perbukuan

 Alhamdulillah, buku berjudul Fatwa-Fatwa Syiah Sesat setebal 96 halaman yang diterbitkan dan disusun oleh Tim Penyusun Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Pusat telah hadir di hadapan sidang pembaca.

 
 

Buku ini berisi tentang kumpulan-kumpulan fatwa dari MUI Pusat, MUI Jatim, Pendiri Nahdhatul Ulama, Maklumat Muhammadiyah, Persatuan Islam (PERSIS), Forum Ulama Ummat Indonesia (FUUI), Pernyataan Sikap Bersama Ahlussunnah Indonesia, dan Imam-Imam Mazhab serta Para Ulama.

Dalam buku ini terdapat 4 fatwa syiah sesat dari MUI Pusat yakni, pertama, hukum meragukan kesempurnaan Al Qur’an. Kedua, hukum menghina dan mengkafirkan sahabat Nabi SAW. Ketiga, hukum meyakini adanya kema’shuman Imam. Dan yang keempat, hukum nikah mut’ah.
 

Di dalam setiap fatwanya, MUI Pusat memberikan rekomendasi sebelum ketentuan penutupnya yang ditujukan kepada ummat Islam, pemerintah cq. Kementrian Agama, dan aparat penegak hukum.
 

Seperti dalam fatwa tentang hukum meragukan kesempurnaan Al Qur’an, rekomendasi MUI kepada ummat Islam agar mewaspadai adanya pandangan dan/atau aliran keagamaan yang meragukan kesempurnaan Al Qur’an Mush-haf Utsmani.
 

Sedangkan rekomendasi MUI Pusat kepada aparat penegak hukum adalah agar melakukan penindakan terhadap setiap orang yang menyebarkan pemahaman yang mengarah kepada meragukan kesempurnaan Al Qur’an.

 
 

Buku ini sangat layak dibaca oleh ummat Islam sekaligus mensosialisasikan tentang kesesatan syiah. Bagi aparat,  semoga terbitnya buku ini menjadi salah satu payung hukum untuk menindak tegas penyebaran paham syiah yang sesat dan menyesatkan di tengah-tengah kehidupan masyarakat dan bernegara.
 

Bagi ummat Islam yang meragukan akan kesesatan syiah, melalui buku ini akan tercerahkan karena kita diyakinkan oleh para ulama yang pernyataannya didasarkan pada rujukan yang Qoth’i (pasti) yakni Al Qur’an dan Al Hadits.

(nahimunkar.org)

(Dibaca 475 kali, 1 untuk hari ini)