Medan (SI ONLINE) – Aparat di negeri ini memang mengalami paranoid yang sangat akut. Betapa tidak, asal ada benda yang mencurigakan, apalagi diletakkan di dekat properti milik Amerika Serikat, sepeti kantor Kedubes, Konjen, atau rumah dinas pejabat AS langsung dianggap bom.

Seperti yang terjadi Jumat malam (26/10/2012) di Medan. Sebuah benda mencurigakan ditemukan di rumah dinas Komjen AS di Jalan Walikota, Medan Polonia, Sumatera Utara. Benda misterius yang terbungkus kain putih ditutupi topi terbuat dari pandan itu ditemukan petugas keamanan sekira pukul 19.00 WIB. Aparat menduga benda tersebut berupa bom.

Dengan sigap, aparat Polresta Medan langsung menyeterilkan lokasi temuan dengan menutup tiga pintu masuk ke rumah dinas. Sementara Jihandak Polda Sumut langsung menjalankan tugasnya.

Setelah diperiksa ternyata benda asing itu bukanlah bom. Wakapolresta Medan AKBP Pranyoto memastikan benda mencurigakan di persimpangan Jalan Walikota dengan Jalan Masdulhak, Medan Polonia, itu sama sekali tidak berkaitan dengan teror.

Benda yang sempat diduga bom itu ternyata hanya berisi potongan celana. “Hanya celana. Mungkin metal detector bereaksi karena logam yang ada di celana,” kata Pranyoto di lokasi kejadian.

Ia menduga celana yang terbungkus kain putih dan ditutupi topi milik pengendara sepeda motor yang terjatuh. “Bisa saja punya pengendara motor yang jatuh,” tukasnya.

Isu benda berisi bom itu sendiri diawali kecurigaan sekuriti rumah dinas Konjen AS di Medan, Farurrazi Damanik ketika berpatroli sekira pukul 19.00 WIB. Temuan itu kemudian dilaporkannya kepada Brigadir E Aritonang yang bertugas di rumah dinas Konjen AS.

“Langsung kami periksa pakai metal detector punya Pak Aritonang. Bunyinya kuat kali, makanya kami curiga itu bom,” kata Fahrurrazi.

red: shodiq ramadhan

(nahimunkar.com)

(Dibaca 182 kali, 1 untuk hari ini)