Paranormal Mbah Roso dari PDIP Meninggal Kena Corona

Inilah beritanya.

***

 

Politikus PDIP Imam Suroso yang Meninggal Dunia Positif Corona, Jejak Kontroversialnya Terungkap



[portal-islam.id]  Anggota DPR dari Fraksi PDIP Imam Suroso meninggal dunia. Sekretaris Fraksi PDIP DPR RI Bambang Wuryanto mengatakan Imam Suroso positif terinfeksi virus Corona.
“Iya benar (positif Corona),” ujar Bambang lewat pesan singkat kepada detikcom, Sabtu (28/3/2020).

Diketahui, Imam bertolak ke Semarang dari Jakarta pada Rabu (18/3). Begitu tiba di Semarang, ia langsung menuju Pati (tempat asalnya). Saat itu, Imam mengeluhkan tubuhnya yang mulai meriang.

Ia sempat mengikuti senam bersama warga Desa Saliyan, Pati, pada Jumat (20/3) pagi. Lalu bagi-bagi masker dan hand sanitizer di Pasar Puri Baru, Kabupaten Kudus pada siang harinya.

Imam merasakan sesak nafas pada Sabtu (21/3). Tubuh anggota DPR RI itu juga demam.

Ia sempat dirawat oleh dokter pribadinya di Pati, hingga Imam dilarikan ke RSUP Kariadi, Semarang, pada Minggu (22/3). Namun, ia menghembuskan nafas terakhirnya pada Jumat (27/3) malam di RSUP Kariadi pada pukul 20.50 WIB.

‘Paranormal dari Pati’

Imam merupakan politikus PDIP yang berasal dari daerah pemilihan Jawa Tengah III yang meliputi Blora, Rembang, Grobokan dan Pati.

Kabar meninggalnya Imam Suroso ini juga disampaikan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

“Ya (Imam Suroso PDP corona),” kata Gubernur Ganjar Pranowo Jumat (27/3/2020) malam.

Ganjar menyebut Imam Suroso dengan panggilan ‘Mbah Roso’ yang dikenal sebagai Paranormal dari Pati.

Sejak dirawat di RSUP Dr Kariadi, Ganjar mengatakan selalu minta laporan perkembangan kondisi Mbah Roso kepada Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto.

“Saya dikabari Mbah Roso dirujuk ke RS Kariadi beberapa hari lalu dan saya memang minta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi untuk memantau langsung perkembangan dari hari ke hari,” tuturnya.

Terakhir, sebelum menerima kabar duka di malam hari, Ganjar juga telah menerima laporan pada Jumat (27/3/2020) sore dari Yulianto.

“Saya dikabari Mbah Roso kritis sore. Terus kemudian Pak Yuli memantau khusus. Dan saat saya tahlil di Presiden, dikabari Mbah Roso meninggal,” katanya.

Suami dari paranormal asal Pati Jeng Asih itu pernah menjadi sorotan terkait pernyataan kontroversial soal Jokowi.

Menurutnya Jokowi sosok hebat, mungkin titisan Allah untuk selamatkan NKRI.

“Jokowi itu mungkin titisan Allah untuk menyelamatkan NKRI. Mentalnya hebat dan dia dari orang miskin,” ungkap Imam di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (1/10).

Link: https://www.riaumandiri.id/read/detail/63640/politisi-pdip-jokowi-mungkin-titisan-allah-selamatkan-nkri

 

[portal-islam.idSenin, 30 Maret 2020  BERITA NASIONAL

***

Makna titisan adalah penjelmaan, sedang penjelmaan maknanya adalah perwujudan

Titisan, dalam KBBI maknannya di antaranya adalah: titisan/ti·tis·an/ n penjelmaan.

Sedangkan penjelmaan menurut KBBI adalah: penjelmaan/pen·jel·ma·an/ n 1 perwujudan.

Dari situ, ungkapan ‘“Jokowi itu mungkin titisan Allah untuk menyelamatkan NKRI”, maknanya: “Jokowi itu mungkin perwujudan Allah untuk menyelamatkan NKRI”.

Astaghfirullah… itu adalah perkataan yang sangat bertentangan dengan Islam. Allah itu Khaliq, Pencipta. Sedang Jokowi adalah makhluq, yang dicipta (oleh Allah).

Na’udzubillahi min dzalik!

***

Definisi Dukun atau Paranormal

Saat ini marak sekali, model perdukunan baik secara sembunyi-sembunyi maupun lewat media online. bahkan banyak sekali perdukunan yang meniru pakaian dan gaya para ustadz agar terlihat lebih islami, maka oleh karena itu kita harus mengetahui lebih jelas tentang perdukunan, agar kita dapat membedakan.

Yang dimaksud dengan istilah dukun (kahin, dalam bahasa arab) adalah orang yang mengabarkan perkara gaib yang terjadi di masa depan dengan bersandarkan pada pertolongan syaitan (jin) (lihat al-Mulakhash fi Syarh Kitab at-Tauhid, hal. 174). 

 


 

Ada pula yang menafsirkan istilah ‘kahin’ dengan setiap orang yang mengabarkan perkara gaib di masa depan atau di masa lampau yang tidak diketahui kecuali oleh Allah, dan hal itu didapatkannya dengan cara meminta bantuan kepada jin. 

Dukun dan tukang sihir itu memiliki kesamaan dari sisi kedua-duanya sama-sama meminta bantuan jin untuk mencapai tujuannya (lihat at-Tam-hid li Syarh Kitab at-Tauhid, hal. 317). Apabila dicermati, bisa disimpulkan bahwa sebenarnya istilahkahin/dukun itu dipakai untuk menyebut orang yang mengambil berita dari sumber -jin- yang mencuri dengar -berita dari langit yang disampaikan oleh malaikat- (lihatFath al-Majid, hal. 282, al-Qaul al-Mufid ‘ala Kitab at-Tauhid, 1/329).

 

Adapun yang disebut dengan ‘Arraf (orang pintar) adalah orang yang memberitakan tentang berbagai peristiwa seperti halnya mengenai barang curian, siapa yang mencurinya, barang hilang dan di mana letaknya -melalui cara-cara tertentu yang tidak masuk akal-. 

Sebagian ulama memasukkan kahin/dukun dan munajjim/ahli astrologi dalam kategori ‘Arraf. Ini artinya cakupan ‘Arraf itu lebih luas daripada Kahin. Walaupun ada juga yang berpendapat ‘Arraf sama dengan Kahin. Ada juga yang mengatakan bahwa ‘Arraf adalah orang yang memberitakan perkara-perkara yang tersembunyi dalam hati (lihat Fath al-Majid, hal. 285-286, al-Qaul al-Mufid ‘ala Kitab at-Tauhid, 1/330,337).

 

  • ;”>Pendapat yang kuat -sebagaimana ditegaskan oleh Syaikh Shalih alu Syaikh- adalah penjelasan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah yang menyatakan bahwasanya istilah ‘Arraf itu umum, mencakup dukun, ahli nujum, dan semacamnya yang mengaku mengetahui perkara-perkara gaib -masa lalu atau masa depan- dengan cara-cara perbintangan, membuat garis di atas tanah, melihat air di dalam mangkok, membaca telapak tangan, melihat rasi bintang/horoskop, dsb.

 

Hakikatnya semuanya bermuara pada satu titik kesamaan yaitu meramal, mengaku mengetahui perkara ghaib (sesuatu yang belum diketahui) yang akan datang, baik itu terkait dengan nasib seseorang, suatu peristiwa, mujur dan celaka, atau sejenisnya. Perbedaannya hanyalah dalam penggunaan alat yang dipakai untuk meramal. Ada yang memakai kerikil, bintang, atau yang lain…. (dinukil dari Kitabut Tauhid)

 

Dengan demikian, apapun nama dan julukannya, baik disebut dukun, tukang sihir, paranormal, ‘orang pintar’, ‘orang tua’, spiritualis, ahli metafisika, atau bahkan mencatut nama kyai dan gurutta (sebutan untuk tokoh agama di Sulawesi Selatan), atau nama-nama lain, jika dia bicara dalam hal ramal-meramal dengan cara-cara semacam di atas maka itu hukumnya sama: haram dan syirik, menyekutukan Allah subhanahu wa ta’ala.

 

Hakikatnya semuanya bermuara pada satu titik kesamaan yaitu meramal, mengaku mengetahui perkara ghaib (sesuatu yang belum diketahui) yang akan datang, baik itu terkait dengan nasib seseorang, suatu peristiwa, mujur dan celaka, atau sejenisnya. Perbedaannya hanyalah dalam penggunaan alat yang dipakai untuk meramal. Ada yang memakai kerikil, bintang, atau yang lain…. (dinukil dari Kitabut Tauhid)

 

Dengan demikian, apapun nama dan julukannya, baik disebut dukun, tukang sihir, paranormal, ‘orang pintar’, ‘orang tua’, spiritualis, ahli metafisika, atau bahkan mencatut nama kyai dan gurutta (sebutan untuk tokoh agama di Sulawesi Selatan), atau nama-nama lain, jika dia bicara dalam hal ramal-meramal dengan cara-cara semacam di atas maka itu hukumnya sama: haram dan syirik, menyekutukan Allah subhanahu wa ta’ala.

 

Meskipun mereka memakai sorban, peci, sarung, atau pun berkalungkan tasbih dan sajadah. Mereka adalah antek-antek dan kawan-kawan Iblis, para wali syaitan, bukan wali Allah.

waallahu a’lam

 

 Sabtu, 21 Mei 2016  Agama

http://infotipspedia.blogspot.com/2016/05/definisi-dukun-atau-paranormal.html

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 3.277 kali, 1 untuk hari ini)