.

 

 

Berita Metro TV (Kamis 13/3/2014) merilis kasus korupsi yg menimpa partai politik. Dari 9 Parpol yg sekarang ada di DPR RI, PKS adalah partai yang lebih bersih, sedang PDIP menjadi JUARA PARPOL TERKORUP. Namun anehnya, seperti diberitakan metro TV ini, parpol yg kadernya banyak terjerat kasus korupsi malah banyak dipilih dalam survei-survei.

Berikut Ranking Korupsi Parpol yg dirilis Metro TV:

1.PDIP : 84 Kasus wow !!
2.Golkar : 60 Kasus
3.PAN : 36 Kasus
4.Demokrat : 30 Kasus
5.PPP : 13 Kasus
6.PKB. : 12 Kasus
7.Hanura : 6 Kasus
8.Gerindra : 3 Kasus
9.PKS : 1 Kasus [LHI blm ada ketetapan hukum krn msh proses banding]

 

Video Youtube Tayangan Metro TV

(Kiriman Ade Super’riadi dalam komentar fp nahimunkar.com pada judul https://www.nahimunkar.org/prabowo-jokowi-capres-pdip-langgar-perjanjian-batu-tulis/#sthash.SEkI0AFr.dpuf)

***

Ayat-ayat ini perlu direnungkan.

{سَمَّاعُونَ لِلْكَذِبِ أَكَّالُونَ لِلسُّحْتِ فَإِنْ جَاءُوكَ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ أَوْ أَعْرِضْ عَنْهُمْ وَإِنْ تُعْرِضْ عَنْهُمْ فَلَنْ يَضُرُّوكَ شَيْئًا وَإِنْ حَكَمْتَ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِالْقِسْطِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ (42) وَكَيْفَ يُحَكِّمُونَكَ وَعِنْدَهُمُ التَّوْرَاةُ فِيهَا حُكْمُ اللَّهِ ثُمَّ يَتَوَلَّوْنَ مِنْ بَعْدِ ذَلِكَ وَمَا أُولَئِكَ بِالْمُؤْمِنِينَ} [المائدة: 42، 43]

42. mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong, banyak memakan yang haram[Seperti uang sogokan dan sebagainya]. jika mereka (orang Yahudi) datang kepadamu (untuk meminta putusan), maka putuskanlah (perkara itu) diantara mereka, atau berpalinglah dari mereka; jika kamu berpaling dari mereka maka mereka tidak akan memberi mudharat kepadamu sedikitpun. dan jika kamu memutuskan perkara mereka, maka putuskanlah (perkara itu) diantara mereka dengan adil, Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil.

43. dan Bagaimanakah mereka mengangkatmu menjadi hakim mereka, padahal mereka mempunyai Taurat yang didalamnya (ada) hukum Allah, kemudian mereka berpaling sesudah itu, dan mereka sungguh-sungguh bukan orang yang beriman. (QS Al-Maaidah : 42-43).

Dalam Tafsir Al-Baghawi dijelaskan : Bagaimanakah mereka mengangkatmu menjadi hakim mereka, padahal mereka mempunyai Taurat yang didalamnya (ada) hukum Allah (yaitu rajam, hukuman mati dengan dilempari batu sampai meninggal bagi orang yang zina, red), kemudian mereka berpaling sesudah itu, dan mereka sungguh-sungguh bukan orang yang beriman.

أي: كيف يجعلونك حكما بينهم فيرضون بحكمك وعندهم التوراة؟

Artinya, bagaimana mereka akan menjadikanmu hakam (penengah) di antara mereka lalu mereka akan rela dengan keputusanmu sedangkan di sisi mereka ada Taurat (yang mereka telah berpaling darinya)? (Tasir Al-Baghawi mengenai QS Al-Maaidah: 43).

Dalam kasus korupsi yang dilakukan orang-orang partai bahkan juaranya adalah partai-partai besar (PDIP, Golkar, PAN, dan Demokat) perlu dicermati. Bagaimana mereka mengangkat kita sebagai pemilih untuk memilih mereka, lha wong mereka sendiri telah membuat undang-undang anti korupsi tetapi justru merekalah juara korupsi? Sebelum mereka tidak percaya kepada kita (apakah kita akan mau memilih mereka), semestinya lebih dulu kita tidak percaya kepada mereka.

Ini bukan menafsiri ayat tersebut di atas, tetapi peringatan dari ayat tentang sikap buruk Yahudi itu harus jadi pelajaran. Sedangkan yang berpaling dari kebenaran sebagaimana Yahudi, di dalam kasus yang dibicarakan ini telah tampak nyata. Demikianlah adanya.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.219 kali, 1 untuk hari ini)