Tadi Malam Giliran Pasar Lembang Kebakaran

Aneh, Sejak Januari Hingga April 2015 Hampir Tiap Hari Ada Pasar Tradisional Yang Terbakar

Dalam rentang waktu Januari hingga April 2015, telah terjadi lebih dari 50 kebakaran pasar tradisional besar, dan 90 pasar kecil di seluruh Indonesia.

Dugaan pasar Klewer Solo sengaja dibakar menjadi berita terpopuler.

Kebakaran

Apakah ini merupakan operasi senyap intelijen yang hendak membabat habis usaha kerakyatan dan nantinya pasar-pasar tradisional ini akan dibangun mal-mal dan pusat pertokoan modern yang bukan rahasia lagi akan dikuasai para pedagang sipit? Semoga saja politisi-politisi Muslim di dalam pemerintahan cerdas dalam mengamati persoalan ini.

***

Pasar Klewer Solo Sengaja Dibakar?

Pedagang

Pedagang Pasar Klewer berusaha menyelamatkan sisa-sisa barang dagangan mereka setelah Pasar Klewer terbakar, Sabtu-Minggu (27-28/12/2014). (Reza Fitriyanto/JIBI/Solopos)

Senin, 29 Desember 2014 11:00 WIB | Jafar Sodiq Assegaf/JIBI/Solopos |

Solopos.com, SOLO – Kebakaran Pasar Klewer Solo bukan Cuma meninggalkan duka yang mendalam. Tragedi ini ternyata juga memicu prasangka.

Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK) Solo menengarai kejanggalan saat Pasar Klewer terbakar, Sabtu (27/12/2014) hingga .Minggu (28/12/2014). Kejanggalan-kejanggalan dalam kebakaran Pasar Klewer Solo itu mengemuka saat digelar rapat restrukturisasi di Omah Sinten Heritage. Minggu.

Dari sejumlah sumber api yang melalap pasar bernilai Rp10 triliun tersebut, Kusbani menduga penyebab kebakaran bukan berasal dari puntung rokok ataupun konsleting. “Kejadian kebakarannya janggal. Tidak mungkin hanya rokok atau konsleting,” bebernya.

Kabar ini jadi berita terpopuler Solopos.com hari ini, Senin (29/12/2014), dari topik “Kebakaran Pasar Klewer” yang memang mendominasi jajaran berita terlaris. ‘

***

Pasar-Pasar Tradisional terus (di)Bakar

Tadi Malam Giliran Pasar Lembang Kebakaran

Eramuslim.com – Diam-diam, hampir setiap hari ada saja pasar tradisional yang kebakaran. Setelah kebakaran hebat menghabiskan Pasar Johar Semarang beberapa hari lalu, kebakaran besar kembali terjadi di Pasar Panorama Lembang, Bandung. Kebakaran dikabarkan terjadi semenjak pukul 21.00 WIB.
Petugas piket Damkar Bandung Tica mengatakan, kebakaran kemungkinan terjadi sekitar pukul 21.00 WIB. Namun laporan yang masuk kepihaknya sekitar pukul 23.00 WIB.
“Kalau itu dari Lembang sekitar pukul 11 dapat laporan, dan langsung berangkat dari Bandung empat mobil pemadam,” ungkapnya saat dihubungi merdeka.com, (14/5).
Berdasar informasi yang dihimpun pihak Damkar Bandung, api yang telah menyala sekitar tiga jam tersebut hingga pukul 23.55 WIB masih besar. “Sampai saat ini api masih besar. Mengenai informasi korban jiwa belum diketahui,” tutup Tica.

Sejak Januari 2015 sampai saat ini, hampir setiap hari ada saja Pasar Tradisional kebakaran. Apakah ini merupakan operasi senyap intelijen yang hendak membabat habis usaha kerakyatan dan nantinya pasar-pasar tradisional ini akan dibangun mal-mal dan pusat pertokoan modern yang bukan rahasia lagi akan dikuasai para pedagang sipit? Semoga saja politisi-politisi Muslim di dalam pemerintahan cerdas dalam mengamati persoalan ini.(rz) Redaksi – Jumat, 15 Mei 2015 09:30 WIB

***

Aneh, Sejak Januari Hingga April 2015 Hampir Tiap Hari Ada Pasar Tradisional Yang Terbakar

Redaksi – Rabu, 18 Rajab 1436 H / 6 Mei 2015 06:30 WIB

Sijago MerahEramuslim.com– Kebakaran pasar tradisional dalam empat bulan terakhir semakin mengkhawatirkan. Menurut data DPP Ikatan Pedagang Pasar Tradisional (IKAPPI), dalam rentang waktu Januari hingga April 2015, telah terjadi lebih dari 50 kebakaran pasar tradisional besar, dan 90 pasar kecil di seluruh Indonesia.
“Bila merujuk pada data ini tentu kita mendapatkan gambaran yang sangat mengkhawatirkan. Artinya, hampir setiap hari ada pasar tradisional di Indonesia yang terbakar,” kata Sekretaris Jenderal DPP IKAPPI Tino Rahardian dalam rilisnya (6/5).
Menurutnya, tentu ini bukanlah angka yang menggembirakan. Ini adalah angka yang menggambarkan minimnya pengawasan dan lemahnya perlindungan terhadap kondisi pasar tradisional. Karena itulah IKAPPI memandang kasus ini sebagai permasalahan serius yang tidak boleh diabaikan begitu saja.
“Satu kios saja yang terbakar, pasti akan menimbulkan banyak dampak negatif. Apalagi bila sampai ratusan bahkan ribuan. Dampaknya akan jauh lebih besar. Bukan hanya bagi para korban, tetapi juga bagi roda perekonomian,” imbuh Tino Rahardian.
Pasar tradisional sebagai bangunan publik tentu memiliki akumulasi manusia dan barang yang sangat besar dengan klasifikasi resiko kebakaran yang sangat tinggi. Dan sayangnya, pasar tradisional secara umum tidak dilengkapi oleh pihak pengelola maupun pemerintah daerah dengan unsur proteksi kebakaran.
Jelas Tino Rahardian, bila merujuk pada Kepmen PU No.10/KPTS/2000 yang menyebutkan bahwa pengamanan pada bahaya kebakaran terhadap bangunan seperti pasar tradisional harus dimulai sejak proses perencanaan. Sehingga pasar yang akan dibangun harus juga memenuhi unsur sarana penyelamatan, sistem proteksi aktif/pasif hingga pengawasan dan pengendalian kebakaran.
“Kami menilai banyak pemerintah daerah yang abai terhadap pemenuhan unsur unsur proteksi kebakaran pasar tersebut. Retribusi yang selama ini dibayarkan oleh pedagang harusnya kembali dalam bentuk pemeliharan bangunan, instalasi listrik hingga pemenuhan unsur proteksi kebakaran. Seringkali instalasi listrik selalu menjadi kambing hitam kebakaran pasar. Sedangkan indikasi kelalaian dari pihak pengelola jarang sekali dibahas,” bebernya.
IKAPPI meminta kepada Pemerintah Daerah untuk segera melakukan upaya proteksi pasif dengan meningkatkan kemampuan pelaku pasar dan masyarakat sekitar dalam mengantisipasi kebakaran. Caranya dengan memfasilitasi peran aktif pelaku pasar seperti para pedagang, pengelola pasar, paguyuban pasar, koperasi pasar, serta masyarakat sekitar pasar seperti pihak RT/RW, Karang Taruna hingga tukang ojek.
“Dengan begitu akan lahir kesadaran kolektif untuk menjaga dan melindungi pasar tradisional,” demikian Tino Rahardian.(rz/RMOL)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 391 kali, 1 untuk hari ini)