PURWAKARTA (voa-islam.com)— Peristiwa robohnya patung Semar di Purwakarta, Jawa Barat yang terjadi Kamis (21/4/2016) siang  menjadi isu sensitif.

Keberadaan patung-patung tokoh pewayangan yang sengaja dibuat Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi itu ditentang sebagian masyarakat, karena dianggap melanggar norma agama. (Baca juga: Braakk…Tidak Ada Angin dan Hujan, Patung Semar di Purwakarta Tiba-tiba Roboh).

KH Muhammad Syahid Joban, pimpinan Majelis Manhajus Sholihin Purwakarta meminta semua pihak untuk instropeksi diri atas kejadian robohnya patung Semar.

“Azab kecil patung semar runtuh disaat cuaca cerah. Bila Allah SWT berkehendak tak ada salah satu makhluk ciptaanya yang dapat menghalanginya,” kata Kiai Syahid seperti dikutip Voa-Islam dari akun Facebook miliknya, Kamis (21/4/2016).

Kiai Syahid Joban meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut kasus ini. “Untuk Polres Purwakarta usut tuntas kenapa sampai terjadi runtuhnya patung semar? Atau menunggu hingga patung Bima atau patung Soekarno runtuh kemudian? Usut siapa pembuat patungnya, usut siapa yang punya idenya. Usut siapa yang memberikan izinnya karena tidak sesuai GSB (Garis Sepadan Bangunan) dan usut anggarannya,” ujar Kiai Syahid.

Kiai Syahid melanjutkan, “Polisi jangan hanya bisa diperalat oleh penguasa tapi lihatlah kepentingan dan keselamatan jiwa masyarakatnya. Jangan diam!

Sumber: voa-islam.com/ Jum’at, 15 Rajab 1437 H / 22 April 2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.491 kali, 1 untuk hari ini)