• Ketua Jami’ah Aswaja, KH Nurcholis Mursytari mengungkapkan, pada pawai taaruf ini pihaknya juga mengingatkan akan ancaman ajaran syiah yang menyesatkan. Karenanya, pihaknya menyerukan agar umat muslim membentengi diri dari ajaran agama yang telah dinyatakan aliran sesat oleh Gubernur Jatim itu.
  • “Kota Bangil adalah sentral dari kegiatan ajaran syiah. Kami tidak ingin ajaran sesat ini merasuki kehidupan masyarakat,” kata KH Nurcholis, Selasa (5/11/2013).
  • Dari beberapa kasus konflik antar golongan di beberapa tempat, lanjut KH Nurcholis, diindikasikan bersumber dari kelompok syiah di Kota Bangil. Hal ini terjadi karena Kota Bangil merupakan pusat kegiatan ajaran syiah terbesar se Asia Tenggara.

Sekitar 2700 anggota kelompok pengajian Ahli Sunnah Wal Jamaah (Aswaja), menggelar pawai keliling Bangil, Kabupaten Pasuruan, pada hari tahun baru Islam 1 Muharram 1435 Hijriyah, Selasa (5/11 2013).

Para peserta merupakan anggota lembaga Islam di Pasuruan, di antaranya NU, Muhammadiyah, dan beberapa pondok pesantren, menurut berita surabaya.tribunnews.com Selasa, 5 November 2013 16:36 WIB

Ketua umum Jam’iyah Aswaja Bangil Pasuruan, Kiai Haji Nurkholis Musytari mengatakan, pawai yang ke-8 tahun ini merupakan pawai yang paling banyak melibatkan peserta.

“Ini merupakan jumlah yang paling terbesar, jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ada 2700 peserta yang terdaftar, ” kata Nurkholis, saat ditemui, Selasa (5/11/2013) siang.

Pawai tersebut, dimulai sekitar pukul 06.30, dengan mengambil start dari masjid Jami’ lapangan Bangil Kabupaten Pasuruan. Kemudian, rombongan pawai bergerak menuju, arah Kantor Pos, kemudian menuju Arah Kantjil Mas, Lalu menuju Perloman, melewati kantor Aswaja, kemudian melewati Jalan Raya Bangil, dan kembali ke arah masjid Jami’.

Sementara itu sindo.com (Rabu,  6 November 2013  −  01:01 WIB)  memberitakan, Ketua Jami’ah Aswaja, KH Nurcholis Mursytari mengungkapkan, pada pawai taaruf tersebut pihaknya juga mengingatkan akan ancaman ajaran syiah yang menyesatkan. Karenanya, pihaknya menyerukan agar umat muslim membentengi diri dari ajaran agama yang telah dinyatakan aliran sesat oleh Gubernur Jatim itu.

“Kota Bangil adalah sentral dari kegiatan ajaran syiah. Kami tidak ingin ajaran sesat ini merasuki kehidupan masyarakat,” kata KH Nurcholis, Selasa (5/11/2013).

Dari beberapa kasus konflik antar golongan di beberapa tempat, lanjut KH Nurcholis, diindikasikan bersumber dari kelompok syiah di Kota Bangil. Hal ini terjadi karena Kota Bangil merupakan pusat kegiatan ajaran syiah terbesar se Asia Tenggara.

“Sumber kerusuhan di beberapa tempat berasal dari Bangil. Kami ingin agar pusat kegiatan syiah ini dipindahkan dari Bangil,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut Waka Polda Jatim Brigjen Moechgiyarto menyempatkan untuk berdialog dengan pimpinan Jami’yah Aswaja. Menurut Waka Polda, sebagai aparat keamanan, polisi tidak boleh bertindak pilih kasih terhadap kegiatan yang dilakukan kelompok minoritas dan mayoritas di masyarakat.

Pihaknya menepis anggapan penjagaan aparat kepolisian yang berlebihan. Karena hal ini sebagai upaya untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.

“Kami memiliki protap untuk menempatkan aparat kepolisian. Polisi tidak boleh under estimate, semuanya harus diantisipasi. Apalagi di Bangil memiliki sejarah konflik antar kelompok yang berpotensi kembali terjadi,” kata Brigjen Moechgiyarto.

(lns)

***

Pawai Anti Syiah Tahun yang Lalu. Inilah beritanya:

November 22, 2012

PAWAI ANTI SYIAH, BANGIL PASURUAN 1 MUHARRAM 1434 H

Di pagi hari jam 6 wib, kota Bangil dimeriahkan oleh pawai taaruf dari masjid Jamik Bangil. Peserta pawai berkeliling di kota bangil dengan route melewati jl.lumba2, alun-Alun, muter singopolo. Pawai ini diikuti beberapa majlis taklim aswaja (ahlussunnah waljamaah) Dan beberapa sekolah milik NU (Nahdhatul Ulama) Dan umum,yang diperkirakan 1000an orang.

Terlihat dalam rombongan yang berjalan kaki itu ustadz nurkholi (KH. Nurkholis Mustari) sesepuh NU Bangil dan bapak Kapolres PASURUAN.

Pawai tersebut mengarak banyak sepanduk yang memperingatkan masyarakat dari kesesatan Syiah. Diantaranya ada spanduk bertuliskan “syiah adalah sesat menyesatkan lebih berbahaya dari teroris”.

Masyarakat Bangil sangat mendukung pawai tersebut, dengan cara keluar rumah untuk memberikan support di tepi jalan.
Pawai tersebut juga diramaikan dengan pencak silat yang dilakukan di depan YAPI PUTRI milik syiah dan di depan rumah tokoh syiah Ali RIDHO Habsyi bin Husen Habsyi di dekat musholla wanita alzahra’.

Pawai semakin semarak dan bermakna dengan adanya Aksi pocong hitam yang bertuliskan di dadanya “penghujat sahabat”,dan pocong putih yang di dadanya bertuliskan “pecinta sahabat” ini sebagai isyarat bahwa pencaci sahabat adalah aliran hitam alias jahat dan pecinta sahabat adalah aliran putih alias benar pewaris Nabi.

Kemudian ahad malam senin kemarin ada yang ceramah diadakan oleh majlis taklim Raudhatussalaf dengan pembicara ketua MUI JATIM Bapak KH. Abdussomad Buchori dan Habib Taufik as-Segaf dari Tegal. Acara ini juga dimaksudkan untuk membentengi ahlussunnah waljamaah dari bahaya dan kesesatan syiah yang diusung oleh Yapi Bangil./ gensyiah.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.097 kali, 1 untuk hari ini)