tawa lepas bocah-bocah Suriah (ilustrasi)

DAMASKUS (gemaislam) – Badan kesehatan Dunia PBB, WHO menyebut bahwa setiap bulannya, ada 25 ribu warga Suriah yang terluka. Menurut WHO juga, semakin sulit akses bagi mereka untuk memberikan layanan kesehatan.

Menurut Elizabeth Hoff, perwakilan WHO di Suriah, tempat yang padat penduduk juga menjadi alasan banyaknya warga yang terluka.

“Konflik ini terjadi di wilayah padat penduduk. Itu sebabnya, mengapa begitu banyak korban terluka dibandingkan dengan banyak perang lainnya,” kata Hoff dalam sebuah pertemuan di Jenewa, Swiss.

Selain terluka akibat krisis bersenjata,  penyakit tipus dan diare meningkat karena kurangnya pasokan air bersih. Masuknya musim dingin juga membuat anak-anak dan orang tua berisiko terinfeksi saluran pernapasan akut. Di atas semua itu, ada kekhawatiran kolera yang mematikan dari Irak dapat menyebar ke Suriah, demikian seperti dikutip dari CNN, Sabtu (14/11/2015).

Krisis Suriah sendiri sudah berlangsung lebih dari 4 tahun. Rakyat yang sudah tidak percaya kepada rezim pemerintah, menyampaikan ketidakpuasan mereka kepada rezim yang berkuasa. Hasilnya, rezim malah memerangi rakyat Suriah dengan bantuan dari Iran dan Suriah.

Berdasarkan laporan, lebih dari 250 ribu warga Suriah meninggal dunia dan 11 juta orang terpaksa mengungsi akibat krisis tersebut. (arc)

Penulis Admin

by:  gemaislam.com / Minggu, 15 Nov 2015 – 19:00

(nahimunkar.com)

(Dibaca 612 kali, 1 untuk hari ini)