KIBLAT.NET, Jakarta – Terkait isu bahwa Syiah merupakan mazhab dalam Islam, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menegaskan bahwa salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia itu berpaham Ahlussunnah wal Jamaah, dan bersepakat pada empat madzhab.

“Buat kami NU ini Ahlusunnah wal Jamaah, sudah bersepakat dengan empat madzhab,” kata Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faisal Zaini, Rabu (26/08) di Gedung PBNU Jakarta.

Pernyataan Sekjen PBNU periode 2015-2020 itu disampaikan kepada wartawan seusai acara Halaqoh Kebangsaan yang degelar pengurus baru PBNU. Dia pun mempersilahkan umat Islam untuk memilih diantara empat madzhab yang disepakati itu. Keempat madzhab yang disepakati itu adalah Syafii, Maliki, Hanafi dan Hambali.

“Silakan, di antara itu ada kelenturan lah,” imbuh Mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal era Presiden SBY ini.

Fleksibilitas dalam menerapkan empat madzhab itu, terang Helmy, salah satunya dapat dilihat dari praktik ibadah thawaf. Menurutnya kalau menganut madzhab Syafi’i akan sulit, karena pasti nanti akan bersentuhan dengan bukan mahram. Pasalnya, madzhab Syafii mengharuskan berwudhu jika bersentuhan dengan yang bukan mahramnya.

Selama ini kalangan Syiah mengklaim bahwa mereka merupakan salah satu madzhab dalam Islam. Sementara para ulama Ahlussunnah telah sepakat bahwa Syiah termasuk salah satu paham sesat dan bukan bagian dari Islam.

Reporter : Imam S.
Editor: Fajar Shadiq

http://www.kiblat.net/2015/08/27/pbnu-ahlusunnah-wal-jamaah-sudah-bersepakat-dengan-4-mazhab-dalam-islam/

(nahimunkar.com)

 

(Dibaca 1.271 kali, 1 untuk hari ini)