PDIP Ada Apa dengan Agama Islam, dan soal RUU HIP Makar Mengganti Pancasila dengan Ideologi Komunis

Coba simak sejenak, tingkah2 orang PDIP berkaitan dengan Agama Islam.

Dan dari sisi lain, RUU HIP yang diusung PDIP dinilai memberi peluang bangkitnya kembali Komunis PKI, mau mengganti Pancasila dengan ideologi komunis, maka merupakan makar yang secara hukum, menurut pakar, harus ditindak tegas; pengurusnya diusut tuntas, partainya dibubarkan.

***


Keblinger, Politikus PDIP Ini Pertanyakan Alasan Ilmiah Shalat Gerhana


Politikus PDIP Zuhairi Misrawi (IST)

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Zuhairi Misrawi mempertanyakan landasan ilmiah shalat gerhana.

 

“Selain alasan teologis, adakah ilmuan yang bisa jelaskan kenapa umat Islam harus shalat gerhana,” kicau Zuhairi melalui akun Twitter-nya @zuhairimisrawi.

Tentu saja pernyataan Zuhairi mengundang banyak protes di kalangan pengguna sosial khususnya Twitter. Seperti pemilik akun Twitter @Nurdin1 yang menilai pernyataan Zuhairi itu sebagai bentuk pelecehan terhadap Islam. “Zuher ini sok kepinter dan padahal lecehkan Islam,” ungkap Nurdin.

By: suaranasional.com/10/03/2016 

(nahimunkar.org)

https://www.nahimunkar.org/zuhairi-misrawi-mengaku-agama-nu/

 

***

Risma Sujud pada dr. Sudarsono, Kiai Afif: Sujud ke manusia itu Kufur jika untuk Ibadah, Haram jika untuk Penghormatan

Posted on 30 Juni 2020

by Nahimunkar.org

 



Foto ytb

 
 

SURABAYA, – Heboh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma, tokoh PDIP, red NM) sujud di kaki dr. Sudarsono terus menghiasi media, baik media mainstream maupun media sosial. Bagaimana sebenarnya hukum sujud kepada manusia dalam pandangan agama Islam?

Ulama ahli fiqh KH Afifuddin Muhajir menegaskan bahwa arti sujud adalah merendahkan diri dengan cara meletakkan dahi ke tanah. Menurut Kiai Afif – panggilan KH Afifuddin Muhajir – sujud ada dua macam.

“Pertama, sujud ibadah. Kedua, sujud penghormatan,” kata Kiai Afif kepada BANGSAONLINE.COM, Selasa (30/6/2020) pagi.

Menurut Kiai Afif, dua-duanya tidak boleh dilakukan oleh manusia. Sujud – kata Kiai Afif – hanya boleh dilakukan untuk Allah SWT. “Sujud ibadah kepada makhluk adalah kufur, sedang sujud penghormatan kepada makhluk adalah haram,” tegas penulis banyak kitab dan buku, di antaranya Fathu Al-Mujib Al-Qarib dan Fiqh Tata Negara.

Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo Jawa Timur itu kemudian mengutip Hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Imam al-Hasan al-Bashri. Hadits itu menyebutkan, ada seorang laki-laki matur kepada Rasulullah SAW. “Kami selama ini mengucapkan salam kepada panjenengan sebagaimana sebagian kami mengucapkan salam kepada sebagian yang lain. Tidak bolehkah kami sujud kepada panjenengan?,” tanya lelaki itu.

Nabi Muhammad menjawab: Laa yanbaghi ayyasjuda li-ahadin mindunillah. Artinya, tidak ada yang berhak mendapatkan penghormatan sujud selain Allah.

Seperti diberitakan, kini viral video Risma sujud di kaki dokter Sudarsono. Ia bersujud dan menangis di hadapan sejumlah dokter, saat audiensi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya di Balai Kota, Senin (29/6/2020).

 

Editor: MMA

BANGSAONLINE.COM Selasa, 30 Juni 2020 08:40 WIB

***

Sementara itu di twtr beredar begini:

Drama sujudnya si Cantik pada dokter IDI dan Marah Tuan pada Mentri2 utk Mengalih kan RUU HIP yg PDIP masih ngotot akan d ajukan dg ganti nama, dg alasan utk Payung Hukum BPIP ada2 saja.
Tolak apa pun namanya dan ceritanya.

9.48 PM · 29 Jun 2020·Twitter for Android
Bang Baim Adji Batavia

@RoyAbdurrachman
https://www.nahimunkar.org/risma-sujud-pada-dr-sudarsono-kiai-afif-sujud-ke-manusia-itu-kufur-jika-untuk-ibadah-haram-jika-untuk-penghormatan/

(nahimunkar.org)

***

Wakil Ketua MPR: RUU HIP yang Usul Fraksi PDIP, Pengamat: Polisi Harus Menindak Inisiator RUU HIP, karena Berbuat Makar Mau Ganti Pancasila dengan Ideologi Komunis

Posted on 26 Juni 2020

by Nahimunkar.org

 

 
 

Wakil Ketua MPR: RUU HIP yang Usul Fraksi PDIP, PengamatPolisi Harus Menindak Inisiator RUU HIP, karena Berbuat Makar Mau Ganti Pancasila dengan Ideologi Komunis

Inilah beritanya.

***

 

AKHIRNYA JELAS! Wakil Ketua MPR: RUU HIP Yang Usul Fraksi PDIP

Umat Islam dan ormas-ormas Islam sepakat satu suara menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP).

Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada Jumat (12/6/2020) mengeluarkan maklumat keras penolakan RUU HIP yang dinilai ada upaya membangkitkan kembali paham dan Partai Komunis Indonesia.

“Kami pantas mencurigai bahwa konseptor RUU HIP ini adalah oknum-oknum yang ingin membangkitkan kembali paham dan Partai Komunis Indonesia, dan oleh karena itu patut diusut oleh yang berwajib,” bunyi point 5 Maklumat MUI.

Setelah penolakan luas dari Umat Islam, partai-partai di DPR sekarang pada saling lempar dan buang badan tidak mengaku siapa inisiator dan yang mengusulkan RUU HIP yang telah disetujui Rapat Paripurna DPR masuk Program Legislasi Nasional pada 12 Mei 2020 lalu.

Namun… di acara DUA SISI tvOne beberapa waktu lalu, Wakil Ketua MPR Arsul Sani mengatakan RUU HIP yang mengusulkan PDIP.

NAH JELAS KAN?!

Simak videonya:

RUU HIP ini masuk skala prioritas PROLEGNAS DPR RI.
DAN yang mengusulkan adalah PDIP.
JADI SEMUA SUDAH JELAS YAH.

?PENGUSULNYA PDIP? pic.twitter.com/62QKLl5VyN

— RAy ANDINI M , SH , SIP (@ANDINI_MAHARAN1) June 25, 2020

https://twitter.com/i/status/1276159376655626243

 
 

[PORTAL-ISLAM.ID] Jumat, 26 Juni 2020 BERITA NASIONAL

 
 

***

Pengamat:
Polisi Harus Menindak Inisiator RUU HIP, karena Berbuat Makar Mau Ganti Pancasila dengan Ideologi Komunis

Posted on 26 Juni 2020

by Nahimunkar.org



Amir Hamzah (IST)

Pengamat: Polisi Harus Menindak Inisiator RUU HIP, karena Berbuat Makar Mau Ganti Pancasila dengan Ideologi Komunis

  • Menurut Amir, para inisiator, konseptor dan pendukung RUU HIP merupakan tindakan makar terhadap Pancasila, sekaligus merupakan bentuk pengkhianatan terhadap negara.
    • “Mereka akan mengubah Pancasila menjadi Trisila dan Ekasila, dan akan menggantikan Pancasila sebagai ideologi bangsa, dengan ideologi komunis,” ungkap Amir.
    • Amir mengatakan, RUU HIP telah melanggar UUD 1945 dan tiga aturan perundang-undangan yang lain.

Polisi harus menindak inisiator RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) karena melanggar UU Nomor 27 Tahun 1999 tentang larangan penyebaran Komunisme/Marxisme/Lenimisme.

 “Jika polisi tidak menindak pelanggar UU Nomor 27 Tahun 1999, maka jangan salahkan rakyat jika mereka mencari jalannya sendiri,” kata pengamat kebijakan publik Amir Hamzah kepada suaranasional, Rabu (24/6/2020).

 Menurut Amir, para inisiator, konseptor dan pendukung RUU HIP merupakan tindakan makar terhadap Pancasila, sekaligus merupakan bentuk pengkhianatan terhadap negara.

 “Mereka akan mengubah Pancasila menjadi Trisila dan Ekasila, dan akan menggantikan Pancasila sebagai ideologi bangsa, dengan ideologi komunis,” ungkap Amir.

 Amir mengatakan, RUU HIP telah melanggar UUD 1945 dan tiga aturan perundang-undangan yang lain.

Ketiga aturan perundang-undangan dimaksud adalah TAP MPRS Nomor XXV /MPRS/1966 tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia dan Pelarangan Penyebaran Paham Komunisme/Marxisme-Leninisme; TAP MPR Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pedoman Penghayatan Pancasila; dan UU Nomor 27 Tahun 1999 tentang Perubahan Kitab Undang-undang Hukum Pidana Yang Berkaitan Dengan Kejahatan Terhadap Negara.
 

Ia mencurigai otak penyusunan RUU itu adalah PDIP, karena selain ketua Panja RUU HIP merupakan politisi partai ini, visi misi partai berlambang Banteng Moncong Putih menyebut tentang Trisila dan Ekasila sebagaimana tercantum pada pasal 7 RUU HIP.

suaranasional.com, 24/06/2020By Ibnu Maksum
https://www.nahimunkar.org/pengamat-polisi-harus-menindak-inisiator-ruu-hip-karena-berbuat-makar-mau-ganti-pancasila-dengan-ideologi-komunis/

(nahimunkar.org)

 

***

RUU HIP akan Jadikan Islam sebagai Musuh Bersama

Posted on 24 Juni 2020

by Nahimunkar.org

 

Sila pertama (Ketuhanan Yang Maha Esa) bahkan diubah menjadi Ketuhanan yang berkebudayaan. Jadi RUU HIP ini merupakan upaya mengubah dasar negara kita Pancasila.

Penggantian sila pertama itu tidak main-main. Itu untuk mendudukkan agama (terutama Islam tentunya, karena mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam) sebagai budaya belaka.

Tujuan utamanya adalah menjadikan Islam sebagai musuh Bersama.

Kenapa?

Karena Islam menegaskan, hanya Islamlah agama di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. (lihat QS Ali ‘Imran: 19).

Bahkan siapa saja yang mencari selain Islam sebagai agamanya, maka tidak akan diterima (oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala) agamanya itu dan dia di akherat termsuk orang-orang yang rugi. (lihat QS Ali ‘Imran: 85).

Ketika Islam menegaskan seperti itu, maka di saat Islam sudah didudukkan sebagai budaya, tinggallah diambil kaidah bikinan dari apa yang disebut multikulturalisme. Semua kultur itu sejajar dan parallel. Tidak boleh ada kultur yang mengaku hanya kulturnya sendirilah yang benar. Ketika mengaku hanya kulturnya sendiri lah yang benar, maka dianggap sebagai sumber konflik, oleh karena itu maka jadi musuh Bersama.

Nah, Ketika Islam telah didudukkan sebagai budaya alias kultur, maka begitu Islam mengaku hanya Islamlah yang benar, maka otomatis dianggap sebagai sumber konflik, dan dijadikan sebagai musuh Bersama. https://www.nahimunkar.org/ruu-hip-akan-menjadikan-islam-sebagai-musuh-bersama/

Multikulturalisme ‘makanan makhuk2 liberal nti Islam’ itu sudah disusun di Kementrian Agama, bahkan sudah ditatarkan pula kepada para guru PAI (Pendidikan Agama Islam). Yang cukup mencengangkan, pihak Kementerian Agama (Kemenag) sendiri justru sudah menerbitkan buku mengenai multikulturalisme ini. Salah satu judul buku Kemenag ini adalah“Panduan Integrasi Nilai Multikultur Dalam Pendidikan Agama Islam Pada SMA dan SMK.” (lihat Multikulturalisme Sama Bahayanya dengan Pluralisme https://www.nahimunkar.org/multikulturalisme-sama-bahayanya-dengan-pluralisme/)

Jadi rancangan untuk memberangus Islam itu dirancang sedemikian rupa, diajarkan di sekolahan2 dan perguruan tinggi Islam, dibentuk BPIP, lalu dirancang RUU HIP untuk jadi Undang2, dan seterusnya, tinggal Islam dijadikan musuh Bersama.

Silakan simak artikel berikut ini, insya Allah akan ada gambaran di dalamnya.

***

Bahaya Faham Inklusivisme, Pluralisme Agama, dan Multikulturalisme

Posted on 20 Oktober 2013

by Nahimunkar.org

 
 

Oleh Hartono Ahmad Jaiz

Apa itu inklusivisme?

 Inklusivisme itu adalah faham yang berbahaya bagi Islam. Apa itu inklusivisme? Berikut ini penjelasan dari pihak mereka sendiri:

Yang dikembangkan dalam Islam Liberal adalah inklusivisme dan pluralisme.

Inklusivisme itu menegaskan, kebenaran setiap agama harus terbuka. Perasaan soliter* sebagai penghuni tunggal pulau kebenaran cukup dihindari oleh faksi inklusif ini. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan ada kebenaran pada agama lain yang tidak kita anut, dan sebaliknya terdapat  kekeliruan pada agama yang kita anut. Tapi, paradigma ini tetap tidak kedap kritik. Oleh paradigma pluralis, ia dianggap membaca agama lain dengan kacamata agamanya sendiri.

Sedang paradigma plural (pluralisme): Setiap agama adalah jalan keselamatan. Perbedaan agama satu dengan yang lain, hanyalah masalah teknis, tidak prinsipil. Pandangan Plural ini tidak hanya berhenti pada sikap terbuka, melainkan juga sikap paralelisme. Yaitu sikap yang memandang semua agama sebagai jalan-jalan yang sejajar. Dengan itu, klaim kristianitas bahwa ia adalah satu-satunya jalan (paradigma eksklusif) atau yang melengkapi jalan yang lain (paradigma inklusif) harus ditolak demi alasan-alasan teologis dan fenomenologis (Rahman: 1996). Dari Islam yang tercatat sebagai tokoh pluralis adalah Gus Dur, Fazlurrahman (guru Nurcholish Madjid, Syafi’I Ma’arif dll di Chicago Amerika, pen), Masdar F Mas’udi, dan Djohan Effendi. (Abdul Moqsith Ghazali, Mahasiswa Pascasarjana IAIN Jakarta, Media Indonesia, Jum’at 26 Mei 2000, hal 8). (Lihat Hartono Ahmad Jaiz, Tasawuf, Pluralisme dan Pemurtadan, Pustaka Al-Kautsar, Jakrta, cetakan pertama, 2001, hal 116-117).

 Inklusivisme itu menganggap ada kebenaran pada agama lain yang tidak kita anut, dan sebaliknya terdapat  kekeliruan pada agama yang kita anut. Itu jelas meragukan benarnya Islam, maka di situlah rusaknya keislaman seseorang ketika sudah meragukan benarnya Islam; berarti dia telah keluar dari Islam alias murtad.

Bagaimana bisa terjadi, MUI Bali kok pernah mengundang orang (yakni Eep Sefulloh Fatah) untuk diangsu (diambil) ilmunya, padahal anjuran darinya justru mengandung masalah yang sangat berbahaya bagi Islam.

Ada ungkapan-ungkapan Eep yang berbahaya di antaranya:

1.    MUI yang telah berfatwa Juli 2005 tentang haramnya faham sepilis (sekulerisme, pluralisme agama alias menyamakan semua
agama, dan liberalisme) –yang di antara dedengkotnya adalah Ulil— malah Eep menyarankan agar MUI menghormati Ulil. Ini sama dengan membiarkan MUI pusat mengeluarkan fatwanya, namun Eep cukup menggerilya MUI daerah seperti yang ia lakukan terhadap MUI Bali itu.

2.  Eep menganjurkan bersikap inklusif, dengan menagatakan: “Jadi menurut saya yang terpenting adalah bersikap inklusif dengan ketegasan tertentu yang kita yakini, jangan bersikap eksklusif dengan ketegasan yang kita yakini.” Perkataannya itu
berbahaya, karena inklusivisme itu adalah faham yang berbahaya bagi Islam.

https://www.nahimunkar.org/eep-ajak-mui-bali-hormati-ulil/

*so·li·ter /solitér/ a secara menyendiri atau sepasang-sepasang, tidak secara kelompok (tt pola hidup organisme di alam) (KBBI)

***

Inti faham inklusivisme: tidak menutup kemungkinan ada kebenaran pada agama lain yang tidak kita anut, dan sebaliknya terdapat  kekeliruan pada agama yang kita anut.

Bagi Islam, faham itu adalah faham kufur alias ingkar terhadap Islam, pelakunya disebut kafir. Karena telah mengingkari mutlak benarnya Islam yang telah ditegaskan dalam Al-Qur’an:

ذَلِكَ الْكِتَابُ لا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ (٢)

“Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.” (QS Al-Baqarah:2).

Lebih dari itu, ketika inklusivisme meningkat jadi faham pluralism agama maka jelas sangat bertentangan dengan Islam. Karena menurut faham pluralisme agama, klaim bahwa ia (suatu agama, bagi muslim ya Islam) adalah satu-satunya jalan (paradigma eksklusif) atau yang melengkapi jalan yang lain (paradigma inklusif) harus ditolak demi alasan-alasan teologis dan fenomenologis.

Penolakan (terhadap aqidah Islam yang menegaskan Islam adalah satu-satunya jalan yang benar) itu sama dengan menolak Islam. Karena dalam Islam telah jelas :

{وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ} [آل عمران: 85]

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS Ali ‘Imran/3 : 85).

Menolak Islam itu sendiri adalah kufur, orangnya disebut kafir. Nasib orang kafir telah dijelaskan, kekal di neraka Jahannam selama-lamanya.

{إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ } [البينة: 6]

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.” (QS Al-Bayyinah/ 98 : 6).

Jadi faham inklusivisme dan pluralisme agama itu adalah faham kufur yang sangat berbahaya bagi Islam. Menjadikan keyakinan Tauhid diganti dengan kekufuran. Bahkan masih ditingkatkan lagi dengan faham yang mereka sebut multikulturalisme, yang itu sama dengan pluralism agama, hanya saja semua kultur dianggap sejajar, parallel, dan tidak boleh ada yang mengklaim bahwa hanya kulturnya sendiri saja yang benar. Ketika demikian maka dianggap sumber konflik. Padahal, agama (Islam) hanya dianggap sebagai sub kultur, bagian dari kultur atau bagian dari budaya. Sehingga ketika Islam jelas-jelas ajarannya mengklaim sebagai satu-satunya yang benar (mereka sebut eksklusivisme itu tadi) maka dianggapnya sumber konflik, maka dianggap sebagai musuh bersama. Itulah jahatnya faham multikulturalisme

  • Kata multikulturalisme ini digunakan kelompok liberal sebagai usaha untuk tetap menyesatkan umat Islam yang mulai mengerti sesatnya pluralism dan pernah difatwakan sesat oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dan faham pluralism agama itu ditolak ormas-ormas Islam.
  • Celakanya multikulturalisme ini sudah masuk ke kurikulum pendidikan agama Islam dari SD, SMP hingga SMA.

Yang cukup mencengangkan, pihak Kementerian Agama (Kemenag) sendiri justru sudah menerbitkan buku mengenai multikulturalisme ini. Salah satu judul buku Kemenag ini adalah“Panduan Integrasi Nilai Multikultur Dalam Pendidikan Agama Islam Pada SMA dan SMK.” (lihat Multikulturalisme Sama Bahayanya dengan Pluralisme https://www.nahimunkar.org/multikulturalisme-sama-bahayanya-dengan-pluralisme/)

Apa bahayanya ?

Bahayanya, tiga faham tersebut (inklusivisme, pluralisme agama, dan multikulturalisme) itu adalah semua menolak Islam yang menegaskan hanya Islam lah yang benar, yang diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala, yang pemeluknya yang beriman dan beramal shalih ikhlas untuk Allah maka dijanjikan surga oleh Allah Ta’ala. Penolakan itu adalah kekafiran. Bahkan kemusyrikan. Karena dalam riwayatnya, orang Majusi yang menolak haramnya bangkai lalu dibisikkan kepada kafir Quraisy agar membantah Islam tentang itu, kemudian dijawab oleh Allah Ta’ala :

{وَإِنْ أَطَعْتُمُوهُمْ إِنَّكُمْ لَمُشْرِكُونَ} [الأنعام: 121]

..dan jika kamu menuruti mereka, Sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik. (QS Al-An’am : 121).[i]

Ketika yang dibantah itu hanya satu bagian dari hukum Islam yakni haramnya bangkai saja ternyata bila diikuti maka menjadi orang-orang musyrik ; apalagi kalau yang dibantah itu seluruh Islam, disamakan dengan agama lain, maka jelas-jelas lebih nyata jadi orang musyrik. Dan itulah yang dilakukan oleh faham inklusivisame, pluralisme agama, dan multikulturalisme. Jadi tidak lain hanyalah kemusyrikan baru yang sangat dahsyat, namun karena istilahnya bukan dari Islam, maka Umat Islam banyak yang tidak tahu dan tidak menyadari bahwa inklusivisme, pluralisme agama, dan mukltikulturalisme itu adalah kemusyrikan baru..

Ketika yang dikembangkan di pendidikan tinggi Islam se-Indonesia, bahkan kini ementerian Agama telah membuat panduan buku mutikulturalisme dalam apa yang disebut “Panduan Integrasi Nilai Multikultur Dalam Pendidikan Agama Islam Pada SMA dan SMK.” Maka sebenarnya yang dilakukan oleh Kementerian Agama dan juga perguruan tinggi Islam se-Indonesia adalah pemusyrikan. Maka benarlah buku Hartono Ahmad Jaiz berjudul Ada Pemurtadan di IAIN. Maksudnya adalah di perguruan-perguruan tinggi Islam di Indonesia. Bahkan kini Kementerian Agama sudah menggarap sampai tingkat SMA dan SMK. Sehingga, namanya pendidikan (Islam) namun sejatinya pemusyrikan. Maka tidak mengherankan, di antara tokohnya seperti Azyumardi Azra yang kini jadi Kepala Sekolah Pasca Sarjana UIN Jakarta telah bangga dengan biografinya yang jelas-jelas menuturkan pembelaannya terhadap agama musuh Islam yakni Ahmadiyah.(lihat Azra “Jawara” Pembela Ahmadiyah Agama Nabi Palsu https://www.nahimunkar.org/azra-jawara-pembela-ahmadiyah-agama-nabi-palsu/ )

Betapa memprihatinkannya.

Kenapa?

Karena pemusyrikan baru yang dilancarkan di dalam pendidikan Islam di Indonesia dengan nama inklusivisme, pluralism agama, dan multikulturalisme itu menurut Al-Qur’an adalah lebih dahsyat bahayanya dibanding pembunuhan fisik. Karena kalau seseorang itu yang dibunuh badannya, sedang hatinya masih beriman (bertauhid), maka insya Allah masuk surga. Tetapi kalau yang dibunuh itu imannya, dari Tauhid diganti dengan kemusyrikan baru yakni inklusivisme ataupun pluralism agama, ataupun multikulturalisme, maka masuk kubur sudah kosong iman tauhidnya berganti dengan kemusyrikan; maka masuk neraka. Hingga ditegaskan dalam Al-Qur’an:

وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ [البقرة/191]

dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan. (QS Al-Baqarah: 191)

وَالْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ [البقرة/217]

Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. (QS Al-Baqarah: 217).

Arti fitnah dalam ayat ini adalah pemusyrikan, yaitu mengembalikan orang mu’min kepada kemusyrikan. Itu dijelaskan oleh Imam At-Thabari dalam tafsirnya:

عن مجاهد في قول الله:”والفتنة أشدُّ من القتل” قال: ارتداد المؤمن إلى الوَثن أشدُّ عليه من القتل. –تفسير الطبري – (ج 3 / ص 565)

Dari Mujahid mengenai firman Allah وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ ia berkata: mengembalikan (memurtadkan) orang mu’min kepada berhala itu lebih besar bahayanya atasnya daripada pembunuhan. (Tafsir At-Thabari juz 3 halaman 565).

Itulah betapa dahsyatnya pemusyrikan yang kini justru digalakkan secara intensip dan sistematis di perguruan tinggi Islam se-Indonesia, bahkan sudah dilancarkan pula ke sekolah-sekolah.

Relakah generasi Muslim yang menjadi mayoritas penduduk Indonesia bahkan merupakan penduduk yang jumlah Muslimnya terbesar di dunia ini dibunuhi imannya secara sistematis dijadikan pelaku-pelaku kemusyrikan baru dengan sebutan inklusivismer, pluralism agama, dan multikulturalisme itu?

Relakah generasi dan anak-anak Muslim se-Indonesia ini dijerumusukan oleh para pembawa ajaran kemusyrikan baru itu?

Dan relakah negeri ini menyedot uang dari rakyat (ingat, 70 persen penghasilan Negara adalah dari pajak, dan itu tentu disedot dari penduduk) yang mayoritas Muslim namun justru untuk membiayai perusakan iman Umat Islam diganti dengan kemusyrikan baru yang akan menjerumuskan ke neraka kekal selama-lamanya?

Relakah wahai saudara-sauadara?

(nahimunkar.org)


[i] تحفة الأحوذي (7/ 391)

 ثُمَّ ذَكَرَ رِوَايَةَ الطَّبَرَانِيِّ عَنْ اِبْنِ عَبَّاسٍ قَالَ : لَمَّا نَزَلَتْ { وَلَا تَأْكُلُوا مِمَّا لَمْ يُذْكَرْ اِسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ } أَرْسَلَتْ فَارِسٌ إِلَى قُرَيْشٍ أَنْ خَاصِمُوا مُحَمَّدًا وَقُولُوا لَهُ لِمَا تَذْبَحُ أَنْتَ بِيَدِك بِسِكِّينٍ فَهُوَ حَلَالٌ وَمَا ذَبَحَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بشمشير مِنْ ذَهَبٍ يَعْنِي الْمَيْتَةَ فَهُوَ حَرَامٌ فَنَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ { وَإِنَّ الشَّيَاطِينَ لَيُوحُونَ إِلَى أَوْلِيَائِهِمْ لِيُجَادِلُوكُمْ وَإِنْ أَطَعْتُمُوهُمْ إِنَّكُمْ لَمُشْرِكُونَ } أَيْ وَإِنَّ الشَّيَاطِينَ مِنْ فَارِسَ لَيُوحُونَ إِلَى أَوْلِيَائِهِمْ مِنْ قُرَيْشٍ .

https://www.nahimunkar.org/bahaya-faham-inklusivisme-pluralisme-agama-dan-multikulturalisme/

***

Oleh karena itu, sudah benar Ketika MUI, NU, Muhammadiyah, ormas-ormas Islam dan Umat Islam pada umumnya menolak keras RUU HIP itu. Karena di samping memberi peluang bangkitnya PKI Komunis Kembali yang telah dilarang di Indonesia ini karena 4 kali memberontak dan mengadakan aksi2 pembantaian, serta bahkan RUU HIP itu Ketika jadi Undang Undang

akan dijadikan alat landasan untuk menggusur Islam seperti uraian tersebut yang perangkatnya sudah disediakan.

Bahkan ini sebenarnya sudah telat, karena perangkat-perangkatnya sudah disiapkan untuk memberangus Islam itu (biar tinggal Namanya belaka), tinggal gongnya adalah UU HIP yang kini RUU HIPnya keburu jadi ramai se-Indonesia itu.

Relakah negeri ini akan dijadikan oleh musuh-musuh Islam untuk menghabisi Islam? Bila tidak rela, itulah yang wajar. Karena jelas2 diraihnya kemerdekaan dari penjajah kafir Belanda dan lainnya itu bukan gratis, tapi atas berkat rahmat Allah Tuhan Yang Maha Kuasa setelah para ulama, kyai, tokoh Islam dan pejuang kemerdekaan Bersama tentara yang dipimpin Jendral muslim Soedirman dengan memekikkan takbir Allahu Akbar, maju Bersama mengorbankan jiwa raga, harta dan tetesan darah untuk mengusir penjajah kafir, dan meraih kemerdekaan.

Tidak boleh pengkhianat2 bangsa ini mau merusak hasil perjuangan para ulama, kyai, tokoh Islam, para pejuang Muslim di Hizbullah – Sabilillah dan tentara yang dipimpin Jendral muslim Soedirman tersebut. Maka wajar bila menghadapi RUU HIP yang ingin memberi peluang bangkitnya PKI Komunis pengkhianat bangsa, dan sekaligus bermuatan mau menghancurkan Islam itu diteriakkan takbir pula dan umat Islam berjanji untuk berjihad melawannya.

Contohnya ini.

***

Saksikan Wahai Antek Komunis!! Jogja Sudah Bergerak TOLAK RUU HIP!!

Posted on 21 Juni 2020

by Nahimunkar.org


Saksikan Wahai Antek Komunis!! Jogja Sudah Bergerak TOLAK RUU HIP!!


  • “Jihad Melawan Komunis! Tolak dan Batalkan RUU HIP”, demikian salah satu isi spanduk yang dibentangkan massa aksi.


  • … pasal-pasal dalam RUU HIP bertentangan dengan UUD 1945 sekaligus berpeluang menumbuhkan paham komunisme serta mereduksi Pancasila.

 YOGYAKARTA – Berbagai elemen organisasi massa (Ormas) Islam di DIY menggelar aksi menolak Rencangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) di Titik Nol kilometer Yogyakarta, Sabtu (20/6/2020).

Mereka menolak RUU HIP sebab dinilai ada upaya bangkitnya kembali paham komunisme dan mendistorsi kemurnian Pancasila yang tertuang dalam batang tubuh UUD 1945.

“JIHAD MELAWAN KOMUNIS! TOLAK DAN BATALKAN RUU HIP”, demikian salah satu isi spanduk yang dibentangkan massa aksi.

Ketua Presidium Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) Syukri Fadholi dalam orasinya mengatakan, umat Islam di DIY sudah sepakat untuk menolak RUU HIP.

Sebab Pancasila merupakan dasar kehidupan bangsa dan negara yang sudah final, tak boleh lagi diotak-atik. Siapapun yang mencoba mengotak-atik maka tidak bisa dibiarkan

“Kami sudah bicara pada Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), semua sepakat menolak RUU HIP yang dibahas di DPR,” tandasnya.

Menurutnya pasal-pasal dalam RUU HIP bertentangan dengan UUD 1945 sekaligus berpeluang menumbuhkan paham komunisme serta mereduksi Pancasila.

Sehingga justru membuat tafsir terhadap Pancasila dan negara baru. Seperti pasal 7, Pancasila akan direduksi dijadikan trisila lalu ekasila yang bertentangan dengan dasar negara.

Sila pertama (Ketuhanan Yang Maha Esa) bahkan diubah menjadi Ketuhanan yang berkebudayaan. “Jadi RUU HIP ini merupakan upaya mengubah dasar negara kita Pancasila. Dari Jogja kita minta agar DPR segera mencabut RUU ini,” tegasnya.

Hal yang sama diungkapkan Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan Ustad M Jazir. Ia menegaskan jika ideologi Pancasila sudah final. Tak bisa ditawar lagi. “Kami disini siap berperang melawan segala paham komunisme. Siapa saja yang merongrong keberadaan Pancasila,” pungkasnya.

[Video Aksi]

Saksikan ini, wahai antek komunis!! 
Jogja sudah mengangkat satu jari ke langit…
#JogjaBerikrar !! pic.twitter.com/q6V4pfTSfl

— ?
?
?
?
?
?
 (@_bayangan_semar) June 20, 2020

https://twitter.com/i/status/1274336918667325440

[PORTAL-ISLAM.ID] 21 Juni 2020 BERITA NASIONAL
https://www.nahimunkar.org/ruu-hip-jadikan-islam-sebagai-musuh-bersama/

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 574 kali, 1 untuk hari ini)