.

 

  • Sebut Jokowi Antek Yahudi, Khatib Sholat Jum’at Dipolisikan Penggila Jokowi

Di Jawa dulu zaman berkeliarannya PKI anti Islam ada ungkapan, Ngati-ati ana demit munggah masjid (hati-hati, ada syetan naik ke masjid).

Perkataan itu untuk mengingatkan, bahwa yang datang ke masjid bukan hanya orang yang ingin beribadah, namun justru memata-matai ahli masjid.

Rupanya kekeruhan yang pernah terjadi di zaman berkeliarannya PKI anti Islam itu kini diadakan lagi, dan pelakunya adalah PDIP yang dikenal tidak akrab dengan masjid namun kini mulai memata-matai masjid. Allah Maha Kuasa untuk membalas makar mereka, kalau memang itu untuk menghadapi Islam. Dan Umat Islam pun mampu untuk bersikap terhadap siapa saja yang mengusik peribadahan Umat Islam. Karena Allah telah memerintahkan :

{يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ } [التوبة: 73]

73. Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. tempat mereka ialah Jahannam. dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya. (QS At-Taubah: 73).

 Tentang khatib yang dipolisikan, inilah beritanya.

***

Sebut Jokowi Antek Yahudi, Khatib Sholat Jum’at Dipolisikan Penggila Jokowi

BANDUNG (kompasislam.com) – Tindakan aneh dan tidak masuk akal kembali ditunjukkan para pemuja sistem syirik Demokrasi. Disatu sisi mereka menyatakan bahwa sistem Demokrasi adalah alam kebebasan berbicara dan berekspresi. Namun sisi lain, mereka mempolisikan orang yang lantang bersuara benar.

Hal ini seperti yang dialami seorang khatib sholat Jum’at berinisial ustadz SN alias Ocep warga Desa Panyadap Kecamatan Solokan Jeruk Kabupaten Bandung Jabar. Ocep dipolisikan para penggila Joko Widodo (Jokowi) yang tergabung dalam Gerakan Indonesia Hebat Kabupaten Bandung.

Ocep dilaporkan ke polisi dengan tuduhan perbuatan tidak menyenangkan, menyebarkan kebencian dan menjelek-jelekan Calon Presiden (Capres) 2014 dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang berhaluan nasionalis sekuleris itu saat ceramah sholat Jum’at.

…SN menyebut Jokowi adalah antek Yahudi. Jika Jokowi terpilih menjadi Presiden RI, dikhawatirkan akan menjadikan dedengkot kelompok sesat Syi’ah Jalaludin Rakhmat sebagai Menteri Agama…

Koordinator Gerakan Indonesia Hebat Kabupaten Bandung Decky Hisyanto mengatakan, saat pelaksanaan sholat Jum’at di Masjid Jami Pusaka Desa Panyadap (25/4/2014) lalu, SN dalam ceramahnya diduga menyebarkan kebencian dan melakukan perbuatan tidak menyenangkan.

Saat itu, lanjut Decky, SN menyebut Jokowi adalah antek Yahudi. Jika Jokowi terpilih menjadi Presiden RI, dikhawatirkan akan menjadikan dedengkot kelompok sesat Syi’ah Jalaludin Rakhmat sebagai Menteri agamanya. Jika hal terjadi, suatu ancaman bagi umat Islam.

“Ceramah tersebut sangat merugikan kami dan serta menimbulkan keresahan bagi masyarakat. Apalagi penceramah ini sebagai ketua Badan Permusyawarahan Desa (BPD) artinya dia itu seorang tokoh masyarakat. Seharusnya dia itu bisa menyejukkan dan membuat masyarakat tenang,” ujar Decky usai melapor di Mapolres Bandung, Senin (28/4/14). [Khalid/inilah] Posted by John Muhammad Thursday, May 1st, 2014 – 11:29 pm

(nahimunkar.com)

(Dibaca 869 kali, 1 untuk hari ini)