Ilustrasi

.

Pegawai muslim diwajibkan untuk shalat zuhur dan shalat ashar berjamaah di masjid Agung komplek Islamic Centre.

Inilah beritanya.

***

Perbup Rokan Hulu Riau: Shalat Berjamaah, untuk Ramaikan Masjid

  • Peraturan Bupati terkait kewajiban shalat berjamaah itu dikeluarkan sudah tiga tahun berjalan. Aturan itu dibuat untuk meramaikan masjid di komplek Islamic Center.

RIAUKITACOM – Perbup Bupati Rohul, Achmad terkait kewajiban shalat berjamaah itu dikeluarkan sudah tiga tahun berjalan. Aturan itu dibuat untuk meramaikan masjid di komplek Islamic Center.

Kabag Humas Pemkab Rohul, Aulia Effendi mengungkapkan hal itu kepada wartawan, Rabu (11/12/2013). Menurutnya, Perbup itu dikeluarkan bupati setelah selesainya bangunan Islamic Center. Dimana salah satunya, masjid raksasa yang dibangun pemda.

“Jadi awalnya, Perbup dibuat agar PNS melaksanakan shalat berjamaah di masjid baru itu. Masjid dibangun-kan untuk diramaikan jamaah. Akan aneh ada masjid tapi tak ada jamaahnya. Karena itulah bupati membuat Perbup agar jajarannya melaksanakan shalat berjamaah di masjid Islamic Center,” kata Aulia.

Akibat aturan tersebut, Bupati Rohul kini telah memecat secara tidak hormat belasan tenaga honor. Persoalannya sepele. Mereka dianggap pernah melabrak Perbup, tidak melaksanakan shalat subuh berjamaah.

Reporter : Hasnul Sanya

Rabu, 11/12/2013 – 21:59:27 WIB

***

Ini Isi Perbup Rohul Riau Soal PNS Wajib Shalat Berjamaah

Karyawan Muslim 1

 Pekanbaru – Pemkab Rokan Hulu (Rohul) Riau mengeluarkan kebijakan seluruh PNS dan pegawai honorer wajib shalat berjamaah. Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup) No 18 Tahun 2011.

Perbup itu diteken Bupati Rokan Hulu, Achmad pada 28 April 2011. Sejak itu seluruh jajaran satuan kerja di Pemkab Rohul wajib melaksanakan kebijakan tersebut.

Sebelum menuangkan segala aturan dalam Perbup itu, disebutkan landasan pertimbangan keluarnya aturan, di antaranya berpijak pada UU RI No 53 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Rokan Hulu, UU No 32 Tahun 2004 tentang pemerintahan daerah, dan seterusnya.

Pertimbangan kebijakan, beroperasinya masjid Agung Pasir Pangaraian yang representatif maka dipandang perlu meningkatkan iman dan takwa bagi pegawai muslim.

Isi Perbup tentang Kewajiban Bagi Pegawai Muslim untuk shalat zuhur dan shalat ashar di Masjid Agung Pasir Pangaraian. Berikut kutipan isi Perbup Rohul yang diperoleh detikcom, Sabtu (14/12/2013).

Pasal 2

(1) Bagi pegawai muslim diwajibkan untuk shalat zuhur dan shalat ashar berjamaah di masjid Agung komplek Islamic Centre.

(2)Bagi pegawai muslim wanita yang berhalangan tidak diwajibkan shalat zuhur dan asar berjamaah di masjid Agung.

Pasal 3

Bagi pegawai muslim yang tidak mengikuti shalat zuhur dan ashar berjamaah karena tugas luar, maka wajib melaporkan surat perintah tugas dari atasan yang berwenang. Izin wajib melamporkan surat izin dari atasan langsung. Sakit, wajib melampirkan surat keterangan dokter.

Karyawan Muslim 2

  Karyawan Muslim 3(cha/rmd) Chaidir Anwar Tanjung – detikNews Sabtu, 14/12/2013 15:56 WIB

***

Bagaimana Hukum Sholat Berjamaah?

Pertanyaan:

Bagaimana hukumnya sholat berjamaah?

Jawaban:

Mengenai sholat jama’ah para ulama sepakat bahwa itu ketaatan yang paling halal, paling ditekankan, dan paling diutamakan. Allah subhanahu wa ta’ala telah menjelaskan dalam Kitab-Nya dan diperintahkan untuk dikerjakan hingga ketika dalam keadaan takut. Maka dari itu, Allahsubhanahu wa ta’ala berfirman:

“Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan sholat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (sholat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang sholat besertamu) sujud (telah menyempurnakan satu rakaa’at. Maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu) untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum bershalat. Lalu bershalatlah mereka denganmu, dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata. Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus. Dan tidak ada dosa atasmu meletakkan senjata-senjatamu, jika kamu mendapat sesuatu kesusahan karena hujan atau karena kamu memang sakit; dan siap siagalah kamu. Sesungguhnya Allah telah menyediakan adzab yang menghinakan bagi orang-orang kafir itu.” (Qs. An-Nisa: 102)

Banyak juga hadits-hadits Rasulullah yang menjelaskan masalah sholat jama’ah ini, di antaranya adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Sesungguhnya aku ingin menyuruh seseorang supaya menunaikan shalat secara berjama’ah bersama orang banyak. Kemudian aku pergi kepada beberapa orang yang tidak menunaikan shalat secara berjamaah. Lalu baginda menyuruh supaya membakar rumah mereka dengan seikat kayu. Sekiranya salah seorang dari mereka mengetahui bahwa dia akan mendapat segumpal daging yang gemuk pasti dia akan menunaikan shalat ini yaitu shalat isya.”

Rasulullah juga bersabda: “Barangsiapa yang mendengar adzan lalu tidak menjawab maka tidak sah sholatnya kecuali jika ada udzur.” (diriwayatkan Ibnu Majah)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada seorang buta yang meminta kepadanya agar diberi keringanan, lalu beliau bersabda kepadanya: “Apakah kamu mendengar adzan?” Dia menjawab “ya” berliau bersabda, “Maka penuhilah panggilan itu!”

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, “Kami telah melihat para shahabat bersama Rasulullah, dan tidak seorang pun dari mereka yang meninggalkan sholat jama’ah kecuali orang munafik yang diketahui kemunafikannya atau sakit. Ada seorang lelaki dibawa ke masjid dengan dipapah oleh dua orang hingga dia bisa berdiri di shaf.

Menurut pendapat yang benar bahwa sholat jamaah hukumnya wajib. Umat Islam adalah umat yang satu, maka kesatuan itu tidak sempurna kecuali jika mereka bersatu dalam beribadah, sedangkan ibadah yang paling baik, paling mulia dan paling ditekankan adalah sholat, maka kepada umat Islam diwajibkan untuk berkumpul dalam mengerjakan sholat ini.

Setelah para ulama sepakat bahwa sholat merupakan ibadah yang paling ditekankan dan ketaatan yang paling mulia, mereka berselisih apakah jamaah merupakan syarat sahnya sholat? Ataukah sahkah hukumnya sholat yang dikerjakan tidak dengan berjamaah? Ataukah sekedar berdosa? Dan masih ada lagi perbedaan-perbedaan pendapat lainnya.

Yang benar bahwa sholat jamaah hukumnya wajib dan bukan menjadi syarat sahnya sholat, tetapi siapa yang meninggalkannya, dia berdosa kecuali orang yang mempunyai udzur syar’i/dalil yang menunjukkan bahwa jamaah bukan merupakan syarat sahnya sholat adalah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutamakan sholat jamaah atas sholat sendirian. Pengutamaan sholat jamaah atas sholat sendirian menunjukkan bahwa shlat sendirian juga memiliki keutamaan, dan keutamaan itu tidak terjadi kecuali jika sah hukumnya.

Yang jelas bahwa setiap muslim yang berakal, laki-laki, dan baligh, harus mengerjakan shalat jamaah, baik dalam perjalanan maupun dalam keadaan hadir.

Sumber: Tuntunan Tanya Jawab Akidah, Shalat, Zakat, Puasa dan Haji (Fatawa Arkanul islam), Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Darul Falah, 2007

http://www.konsultasisyariah.com/bagaimana-hukum-sholat-berjamaah/

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.245 kali, 1 untuk hari ini)