Pejabat Ada yang Memerlukan Rapat dengan Boss Tempat Maksiat untuk Persiapan Normal Bermaksiat?

 

Silakan simak ini.

***

 

DKI Siapkan Panduan New Normal di Diskotek Hingga Panti Pijat

 


Tempat hiburan malam Karaoke New Monggo Mas yang menjadi lokasi razia narkoba di Jakarta, Ahad dinihari, 29 Desember 2019. Dalam razia menjelang tahun baru 2020 ini, polisi juga merazia Diskotek Colosseum Club 1001 dan tempat karaokenya. TEMPO/Imam Hamdi

Jakarta -Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia telah menjadwalkan rapat dengan asosiasi pengusaha hiburan untuk membahas penerapan new normal pada Jumat, 5 Juni 2020. Formulasi pembukaan tempat hiburan tersebut bakal dirumuskan bersama dengan para ahli.

“Mungkin misalnya kalau di diskotek akan ditutup sementara lantai dansanya. Kegiatan lain masih dibolehkan,” kata Cucu saat dihubungi, Selasa, 2 Juni 2020. Tempat hiburan, kata dia, juga harus menerapkan jaga jarak fisik saat dibuka.

Selain itu, protokol kesehatan pencegahan Covid-19 seperti pemeriksaan suhu, mencuci tangan dan menjaga kebersihan perlu dijaga. “Nanti kami juga akan tetap mengacu pada WHO dalam menentukan kebijakan di tempat hiburan,” ujarnya. Pemerintah juga tengah membahas pembukaan panti pijat yang nantinya bakal sulit menerapkan jarak fisik saat dibuka.

Sehingga, kata dia, tempat hiburan menjadi sarana yang terakhir dibuka saat pemerintah menerapkan konsep new normal. Sebabnya, tempat hiburan menjadi lokasi yang paling sulit untuk menerapkan kebijakan jaga jarak fisik dan sosial.

Reporter: Imam Hamdi

Editor: Martha Warta Silaban

Tempo.Co, Selasa, 2 Juni 2020 12:42 WIB

***

Peringatan dalam hadits

Zainab (binti Jahsy) bertanya: Ya Rasulullah, apakah kami akan dibinasakan padahal diantara kami ada orang2 yang salih?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:

«نَعَمْ إِذَا كَثُرَ الخَبَثُ» [صحيح البخاري ومسلم]

“Iya, jika keburukan (maksiat) sudah banyak“. [Sahih Bukhari dan Muslim]

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 376 kali, 1 untuk hari ini)