Makam Pangeran Samudro di Gunung Kemukus Sragen Jawa Tengah dijadikan tempat cari pesugihan alias kemusyrikan plus zina. Meresahkan masyarakat dan mempermalukan bangsa ke tingkat dunia./foto maskaryo69


Tempat cari pesugihan sambil zina, menjatuhkan martabat bangsa di seantero dunia. Telah ditutup oleh Gubernur Jawa Tengah 2014, setelah media luar negeri mempermalukan Indonesia ke seantero dunia; namun kini para pelacurnya mulai berkeliaran cari mangsa lagi. Masyarakat sangat resah, dikhawatirkan akan mempermalukan Indonesia kembali sampai ke tingkat seantero dunia.

Inilah beritanya.

***

PSK Gunung Kemukus Kembali Mangkal, Masyarakat Resah

 SRAGEN – Praktik prostitusi di kawasan wisata Gunung Kemukus, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, kembali menggeliat. Sejumlah tempat karaoke yang menawarkan Pekerja Seks Komersial (PSK) kembali beroperasi sejak ditutup 2014 lalu.

Berdasarkan Informasi yang berhasil dihimpun, praktik prostitusi di Kompleks Makam Pangeran Samodra itu telah berlangsung sejak beberapa waktu lalu. Warung-warung remang-remang dan juga karaoke mulai beroperasi kembali di wilayah itu.

Secara resmi, praktik prostitusi di lokasi itu sudah ditutup oleh Gubernur Jawa Tengah pada 2014. Warung remang-remang yang ada juga sudah ditertibkan oleh petugas gabungan dari Satpol PP dan juga kepolisian.

Namun, dari sumber yang didapatkan ada beberapa tempat karaoke yang menawarkan PSK beroperasi kembali. Biasanya, mereka beroperasi dengan cara kucing-kucingan terhadap petugas Satpol PP.

Saat petugas datang patroli, operasional mereka dihentikan sementara waktu. Namun saat petugas keluar dari wilayah itu, operasional dibuka kembali dengan cara sembunyi-sembunyi.

Kapolsek Sumberlawang AKP Sugiyarto mengatakan, para PSK di kawasan itu mangkal di tempat karaoke. Saat razia penyakit mayarakat, petugas berhasil mengamankan dua orang PSK dan satu pemilik karaoke di Gunung Kemukus.

Seperti diketahui, praktik prostitusi di Gunung Kemukus berlangsung puluhan tahun. Prostitusi itu mulai menjamur seiring banyaknya peziarah yang datang ke tempat tersebut.

Banyak peziarah yang percaya jika ingin permintaanya terkabul, maka yang bersangkutan harus melakukan ritual melakukan hubungan seksual dengan PSK bukan dengan pasanganya di lokasi itu.

By: Arief Setiadi/daerah.sindonews.com/, Rabu,  17 Februari 2016  −  18:32 WIB

***

Tempat cari pesugihan sambil zina, menjatuhkan martabat bangsa di seantero dunia

Tempat cari pesugihan sambil berzina itu sangat membahayakan bagi bangsa, bahkan sangat memalukan ke seantero dunia. Ketika dibeberkan oleh media luar negeri tentang betapa menjijikkannya perzinaan di kompleks pekuburan itu, baru datang rasa malu dari pihak penguasa, hingga ditutup oleh gubernur Jawa Tengah tahun 2014.

Kalau dibiarkan tumbuh lagi, maka api yang sangat membahayakan itu bila membesar lagi,  apakah tidak menjadikan lebih malu lagi bangsa ini?

Semoga saja pihak penguasa dan keamanan benar-benar memahami keresahan masyarakat yang sudah mulai terusik lagi dengan bangkitnya para tuna susila yang berkeliaran cari mangsa itu.

(nahimunkar.com)