Medan– Sejumlah aktivis Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sumatera Utara bersama Aliansi Umat Islam Bersatu dan ormas Islam Sumatera Utara menggelar Aksi di depan kantor Walikota Medan, Jumat (6/1/2012). Mereka menuntut pemerintah segera membangun kembali Masjid Al-Ikhlas di Jalan Timor Medan yang telah dirobohkan aparat lebih dari 6 bulan lalu.

“Sampai sekarang ini pihak pemerintahan belum bisa menjelaskan status hukum masjid tersebut. Kabar yang beredar saat ini bahwa tanah tersebut akan dibangun sebuah perusahaan bagi pengembang”, kata pimpinan IPM Sumut Muhammad Iqbal kepada Suara Islam Online, Sabtu (7/1/2012)

Menurut Iqbal, harusnya negara yang berpenduduk mayoritas  umat Islam ini bisa menjaga dan melastarikan rumah peribadatan bagi kaum muslimin. “Tapi yang kita lihat malah sebaliknya. Pemerintah lebih mengutamakan pengembangan perusahaan dan menyingkirkan masjid-masjid yang ada di perkotaan”, lanjut Iqbal.

Lebeih lanjut, Ikatan Pelajar Muhammadiyah kata Iqbal, berharap agar jangan sampai bangsa yang sudah bobrok ini akan diwariskan kepada generasi muda, yang nantinya akan merasakan tanggungan beban yang sangat besar nantinya.

“Sah-sah saja jika pemerintah kota Medan ingin membangun usaha di tiap daerah, tetapi juga tidak bisa mengabaikan tempat Ibadah bagi umat muslim”, tambahnya.

Massa demonstrasi sempat menggelar shalat Ashar berjama’ah di depan pintu Wali Kota Medan. Mereka kemudian diterima sekretaris daerah kota Medan. Pihak Pemkot sendiri Akan berjanji dalam waktu dekat akan memproses segala alur yang menyebabkan masjid itu dirobohkan.

Pernyataan pihak Walikota Medan tersebut langsung ditanggapi oleh seorang alumni IPM Sumut, Amirullah Hidayat, yang mengatakan jika tidak ada tanggapan yang serius dari pemerintah, maka organisasi otonom Muhammadiyah di Sumut akan membawa massa yang lebih besar lagi dan akan menutup jalan–jalan di kota Medan.

“Harga mati agar Masjid dibangun kembali”, tandasnya

Rep: shodiq ramadhan

Shodiq Ramadhan | Minggu, 08 Januari 2012 | 20:32:13 WIB (SI ONLINE)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 526 kali, 1 untuk hari ini)