JAKARTA– Pelajaran agama kabarnya akan dihapuskan dari kurikulum sekolah. Hal itu menuai kritik dari Wakil Ketua Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih.

Dia menilai, hal itu justru bertolak belakang dengan program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang dicanangkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. “Ini bertolak belakang dengan program Penguatan Pendidikan Karakter bagi siswa,” ucapnya melalui pesan singkat, Rabu (4/6/2017).

Diterangkannya, pendidikan agama diperlukan sebagai bagian praktik dari sila pertama di Pancasila. “Kalau pendidikan agama dihapus ini tidak rasional,” tuturnya.

Dia menyebut, apabila ingin mensinergikan dengan Madrasah Diniyah (MD) yang berkembang di masyarakat, lanjut dia, payungnya dalam kurikulum adalah pendidikan agama. “Kalau hilang maka konversi dari madrasah diniyah ke sekolah tidak berbasis kurikulum,” tegas politikus PKS itu.

Karena itu, apabila benar ingin menghapus pelajaran agama dari kurikulum pendidikan, tentu harus dikomunikasikan dengan semua elemen bangsa. “Ini agar mendapatkan persetujuan. Tidak boleh sepihak hanya oleh Mendikbud saja,” tuntasnya.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengusulkan nilai agama yang ada di sekolah cukup diambil dari lembaga pendidikan agama di luar sekolah, misalnya, dari Madrasah Diniyah. Usulan itu disampaikan dalam rapat kerja bersama komisi X DPR saat menjelaskan program Pendidikan Penguatan Karakter (PPK).(rpc)

Oleh Randy Mahesha / sijoripost.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.096 kali, 1 untuk hari ini)