Jakarta (SI Online) – Banyak yang menyayangkan munculnya spanduk bertuliskan “Tuhan Membusuk; Rekonstruksi Fundamentalisme Menuju Islam Kosmopolitan” di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Salah satunya dari dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Hj. Tati Hartimah, ia menilai para pelaku harus ditindak tegas.

“Mekanisme kepemimpinan dan mengelola sebuah institusi pendidikan harus cermat, jangan sampai ada gejolak yang membuat jelek institusi atau bahkan umat secara keseluruhan. Dan yang paling bertanggungjawab adalah Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Mereka harus diajak kerjasama dengan para mahasiswa untuk menjaga nama baik kampusnya dan tidak memunculkan ungkapan yang kontraproduktif,” ujar Tati kepada Suara Islam Online, Rabu (3/9/2014).

“Karena itu para pelaku harus ditindak tegas. Dan kampus harus punya keberanian itu,” tambahnya.

Lebih lanjut, Politikus Partai Bulan Bintang (PBB) ini mengatakan harus ada upaya menangkal pemikiran sekulerisme, pluralisme, liberalise (sepilis). “Di UIN Jakarta tempat saya mengajar dalam ospek kemarin ada program K3 (Keislamanan, Keindonesiaan, Kebangsaan), program ini salah satu tujuannya untuk mengarahkan agar mahasiswa memiliki pola fikir dan sikapnya secara Islami sekaligus untuk menangkal paham liberalisme, dan lain-lain,” terang Tati.

Terkait upaya penangganan berbagai paham yang merusak, ia juga menyayangkan fatwa haram MUI tentang sepilis yang kurang berjalan maksimal di lapangan. “Jadi itu tergantung kita berupaya menanganinya dan itu perlu proses,” ujar aktivis Indonesia Centre Positif Education, sebuah lembaga yang mengkaji bagaimana agar mahasiswa dibentuk karakternya secara Islami.

red: adhila/ si online, Jumat, 05/09/2014 02:12:50

(nahimunkar.com)

(Dibaca 515 kali, 1 untuk hari ini)