Pemaknaan Laailaaha Illallah yang dilontarkan Arrazy Hasyim Bertentangan dengan Ayat, Bahkan Jurusannya ke Neraka Jahim


Kutipan Ceramah Arrazy Hasyim:

Jadi makna laa ilaaha illallaah, tiada yang disembah kecuali Allah. Apa saja yang disembah di alam semesta sebenernya orang nyembah Allah.

Video https://www.youtube.com/watch?v=uD2bljBeWdM menit ke 19 sekian detik.

***

Pertanyaannya, kalau ‘apa saja yang disembah di alam semesta sebenernya orang nyembah Allah’, kenapa Allah menurunkan surat Al-Kafirun? Bukankah orang kafir juga orang? Bukankah berhala yang disembah oleh orang kafir itu juga termasuk ‘apa saja yang disembah di alam semesta‘?

Dalam Surat Al-Kafirun, Allah jelas menegaskan, orang kafir bukan penyembah yang Nabi sembah (yaitu Allah). Mari kita simak ayatnya.

 

قُلْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلْكَٰفِرُونَ

 

Artinya: 1. Katakanlah: “Hai orang-orang kafir,

 

لَآ أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ

 

2. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.

 

وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ

 

3. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.

 

وَلَآ أَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ

 

4. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,

 

وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ

 

wa lā antum ‘ābidụna mā a’bud

 

5. dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.

 

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِىَ دِينِ

 

6. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku”. (QS Al-Kafirun: 1-6)

 

Ketika pemaknaan لا اله الا الله yang dilontarkan Arrazy ternyata bertentangan dengan ayat-ayat Al-Qur’an, berarti lontarannya itu tidak benar.

Yang berhak disembah itu hanya Allah.

Surat Thaha Ayat 14:

إِنَّنِىٓ أَنَا ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ فَٱعْبُدْنِى وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِذِكْرِىٓ

Artinya: Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram):

14. Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tiada tuhan yang berhak disembah selain-Ku, maka sembahlah Aku semata, dan dirikanlah shalat secara sempurna agar engkau mengingat-Ku dengannya./ tafsirweb.com

 

Kandungan Kalimat Tauhid لا اله الا الله

Ibadah kepada Allah dan meninggalkan sesembahan selain-Nya inilah makna dan kandungan dari kalimat tauhid laa ilaha illallah. Allah Ta’ala berfirman

{وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ} [الأنبياء: 25]

(yang artinya), “Dan tidaklah Kami mengutus sebelum kamu seorang rasul pun melainkan Kami wahyukan kepadanya bahwa tiada sesembahan -yang benar- selain Aku, maka sembahlah Aku saja.” (QS. Al-Anbiya’ : 25). Allah Ta’ala juga berfirman

{ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ } [الحج: 62]

(yang artinya),“Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah adalah -sesembahan- yang haq, sedangkan segala yang mereka seru/ibadahi selain-Nya, itulah -sesembahan- yang batil.” (QS. Al-Hajj : 62).

Oleh sebab itu tidak boleh ibadah ditujukan kepada malaikat, nabi, wali, orang salih, matahari, api, apalagi batu dan pohon.

Segala sesembahan selain Allah yang dipuja oleh manusia -dan dia ridha dengannya- adalah thaghut.

Allah Ta’ala berfirman

{وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ …} [النحل: 36]

(yang artinya), “Dan sungguh Kami telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul yang menyerukan; Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut.” (QS. An-Nahl : 36).

Syaikh Shalih al-Fauzanhafizhahullah menjelaskan, “Ibadah kepada thaghut maksudnya adalah ibadah kepada selain Allah subhanahu. Sebab ibadah tidaklah sah jika dibarengi dengan syirik. Dan ia tidaklah benar kecuali apabila dilakukan dengan ikhlas/murni untuk Allah ‘azza wa jalla. Adapun orang yang beribadah kepada Allah namun juga beribadah kepada selain-Nya, maka ibadahnya itu tidak sah/tidak diterima.” (Mazhahir Dha’fil ‘Aqidah fi Hadzal ‘Ashr, hal. 12).

https://buletin.muslim.or.id/mengenal-tauhid-dan-keutamaannya/

***

Kewajiban menyembah hanya menyembah Allah saja, dan resiko menyembah selain Allah adalah diancam akan dimasukkan ke neraka.

Dalam Al-Qur’an Surat Az-Zumar/39 ayat 11-16, Allah berfirman:

قُلْ إِنِّي أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ اللَّهَ مُخْلِصًا لَهُ الدِّينَ ﴿ ١١﴾

 

[39:11] Katakanlah: “Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama.

وَأُمِرْتُ لِأَنْ أَكُونَ أَوَّلَ الْمُسْلِمِينَ ﴿ ١٢﴾

[39:12] Dan aku diperintahkan supaya menjadi orang yang pertama-tama berserah diri”.

قُلْ إِنِّي أَخَافُ إِنْ عَصَيْتُ رَبِّي عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ ﴿ ١٣﴾

[39:13] Katakanlah: “Sesungguhnya aku takut akan siksaan hari yang besar jika aku durhaka kepada Tuhanku”.

قُلِ اللَّهَ أَعْبُدُ مُخْلِصًا لَهُ دِينِي ﴿ ١٤﴾

[39:14] Katakanlah: “Hanya Allah saja Yang aku sembah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agamaku”.

فَاعْبُدُوا مَا شِئْتُمْ مِنْ دُونِهِ ۗ قُلْ إِنَّ الْخَاسِرِينَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ وَأَهْلِيهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ أَلَا ذَٰلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ ﴿ ١٥﴾

[39:15] Maka sembahlah olehmu (hai orang-orang musyrik) apa yang kamu kehendaki selain Dia. Katakanlah: “Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat”. Ingatlah yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.


لَهُمْ مِنْ فَوْقِهِمْ ظُلَلٌ مِنَ النَّارِ وَمِنْ تَحْتِهِمْ ظُلَلٌ ۚ ذَٰلِكَ يُخَوِّفُ اللَّهُ بِهِ عِبَادَهُ ۚ يَا عِبَادِ فَاتَّقُونِ ﴿ ١٦﴾

[39:16] Bagi mereka lapisan-lapisan dari api di atas mereka dan di bawah merekapun lapisan-lapisan (dari api). Demikianlah Allah mempertakuti hamba-hamba-Nya dengan azab itu. Maka bertakwalah kepada-Ku hai hamba-hamba-Ku.

***

Dalam Surat As-Shaaffaat ayat 22-23 Allah Ta’ala berfirman:


{احْشُرُوا الَّذِينَ ظَلَمُوا وَأَزْوَاجَهُمْ وَمَا كَانُوا يَعْبُدُونَ (22) مِنْ دُونِ اللَّهِ فَاهْدُوهُمْ إِلَى صِرَاطِ الْجَحِيمِ} [الصافات: 22، 23] Artinya: (kepada malaikat diperintahkan): “Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah, Selain Allah; maka tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka.

Tafsir as-Sa’di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, pakar tafsir abad 14 H:

22-23. Maksudnya, apabila mereka telah berkumpul di Hari Kiamat kelak, mereka melihat dengan mata kepala apa yang dahulu mereka dustakan dan mereka melihat apa yang mereka perolok-olokkan, maka mereka diperintah supaya ke neraka yang pernah mereka dustakan itu, seraya dikatakan, “Kumpulkanlah orang-orang yang zhalim” terhadap diri mereka sendiri dengan melakukan kekafiran, syirik, dan berbagai maksiat, “bersama pasangan-pasangan (teman sejawat) mereka” yakni yang perbuatannya sejenis dengan mereka . semuanya dikumpulkan dengan orang-orang yang amal perbuatannya sejenis, “dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah selain Allah,” seperti patung-patung dan para sekutu yang mereka klaim; kumpulkanlah mereka semua dan tunjukkanlah mereka “jalan ke neraka.” Maksudnya, halaulah mereka dengan keras menuju Neraka Jahim./ tafsirweb.com

 

Ayat-ayatnya telah begitu jelas, ancaman neraka bagi siapapun yang menyembah selain Allah ta’ala. Ancaman itu juga terhadap orang yang menyembah Allah, tapi menyembah selaiNya pula. Maka betapa ruginya bila mengikuti lontaran Arrazy Hasyim bahwa Apa saja yang disembah di alam semesta sebenernya orang nyembah Allah. Lontaran Arrazy Hasyim itu jelas bertentangan dengan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan sangat menjerumuskan ke neraka jahim.

Na’udzubillahi min dzalik!

(nahimunkar.org)