AntiLiberalNews – Para siswi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Grogol, Kabupaten Kediri, Jawa Timur merasa tertekan akibat syarat dari pihak sekolah terkait pengambilan foto untuk ijazah yang harus melepaskan hijab.

Apalagi, siswi yang bersangkutan diminta menandatangani surat pernyataan jika tetap menggunakan hijab saat foto.

Salah seorang siswi kelas XII bernama Titan Ariny mengaku menolak saat dipaksa melepaskan hijabnya pada sesi pengambilan foto. Ia pun mengadukan hal tersebut kepada ayahnya, Aroem Sulistiyono.

“Iya, harus pakai surat pernyataan (jika berfoto dengan memakai jilbab, -red),” ujar Aroem seperti dikutip Hidayatullah dari Jawa Pos pada Kamis (19/11).

Meski belum sempat berbicara dengan pihak sekolah, Aroem menilai bahwa peristiwa yang dialami anaknya tidak sepatutnya terjadi. Ia juga menyesalkan tindakan sekolah yang meminta anaknya untuk membuat dan meneken surat pernyataan.

Menurutnya, tindakan tersebut bisa mengganggu kondisi psikologis siswi.

“Tidak semua anak kuat dan siap. Semoga saja anak saya bisa lebih kuat,” ungkapnya.

Aroem pun menyinggung Surat Edaran Nomor 1177/C/PP/2002 tanggal 11 Maret 2002 yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Dikdasmen) soal pasfoto berhijab. Dalam surat tersebut, siswi diizinkan menggunakan pasfoto berkerudung atau berhijab untuk berbagai kelengkapan administrasi pendidikan.

Untuk itu, lanjut Aroem, dirinya menghimbau agar pihak sekolah agar tidak sampai bertolak belakang dengan kebijakan pemerintah.

Red : Gus Jati/ antiliberalnews.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.177 kali, 1 untuk hari ini)