Foto Balieditor.com-frs: Di Vila Wana inilah Pemangku NS “senam poco-poco” dengan istri orang


BALIEDITOR.COM – Aksi “kuda lumping” ala pemangku NS dan Ni Luh KNMD itu membuat Perbekel Gitgit, I Putu Wardana, bagai disambar petir di siang bolong.

Perbekel Wardana geram dan berjanji dalam waktu dekat pihaknya akan segera menggelar paruman atau rapat desa untuk menentukan sanksi apa yang sekiranya pantas untuk menjerat NS dan Ni Luh KNMD.

Perbekel Wardana mengaku sangat terpukul sekaligus malu dengan adanya kejadian tersebut. Terang saja, kata dia, mengingat profesi NS sendiri yang tidak lain adalah seorang pemangku di Pura Merajapati, Desa Pakraman Gunung Luwih, Desa Gitgit. Ia memastikan, Desa akan segera memberhentikan NS sebagai Pemangku di pura tersebut, dengan alasan leteh.

Kata dia, NS menjadi pemangku di Pura Merajapati sekitar satu tahun belakangan ini. Menariknya, Perbekel Wardana bilang Pemangku NS hobi selingkuhi istri orang. Ia memberi contoh Pemangku NS sudah memiliki dua orang istri. Istri kedua sang Pemangku itu juga terpaksa dinikahinya karena kasus yang serupa. Yakni membawa kabur istri orang. Hanya saja dulu istri orang (kini menjadi istri kedua) diajak ke rumah sang pemangku nakal, buka ke hotel seperti yang terjadi saat ini.

“Berarti totalnya sudah dua kali dia berbuat seperti ini. Kejadian yang pertama saya tidak tahu persis, karena saya belum menjabat sebagai kepala desa waktu itu. Kalau tidak salah kejadiannya juga hampir sama. Tapi istri orang itu dia ajak ke rumahnya sendiri. Bukan ke penginapan. Sekarang kalau harus dinikahi, kasihan anak-anak dari yang perempuan (KNMD,red) masih kecil-kecil,” papar Wardana saat ditemui di ruang kerjanya pada Kamis (19/10/2017) siang.

Wardana pun mengimbau kepada seluruh masyarakat di Desa Gitgit, untuk bersabar dan menunggu hasil dari rapat paruman yang dalam waktu dekat akan diselenggarakan bersama dengan tokoh di desa tersebut.

“Pasti akan ada sanksi, denda juga sudah pasti kena. Dendanya itu sekitar Rp 22 juta. Sanksi yang lain nanti tunggu dari hasil rapat. Mohon bersabar nggih. Saya akan mengumpulkan tokoh-tokoh desa, untuk mengetahui lebih jelas bagaimana sih kronologinya,” tutup Wardana. (frs)

Sumber : http://balieditor.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.410 kali, 1 untuk hari ini)