Mau dibawa ke mana, NU ormas Islam terbesar itu?

Padahal, sebelumnya sudah disemprot oleh para kyai se-Jawa Timur soal pembelaan pentolan2 PBNU itu dalam kasus Ahok menista Al-Qur’an. Namun ternyata di antaranya Ahmad Ishomuddin malah
jadi Ketua Dewan pengarah Munas-Konbes NU 2021 yang akan berlangsung di Jakarta 25-26 September 2021.

Apakah suara para Kyai NU se-Jawa Timur yang ‘wanti-wanti agar PBNU jangan jual NU dan pesantren’ itu akan mencuat dalam dua hari Konbes dan Munas NU itu atau tidak, kita tunggu saja.

Yang jelas, Ahmad Ishomuddin Ketua Dewan Pengarah Munas dan Konbes NU 2021 ini adalah pembela Ahok dalam kasus penistaan Al-Qur’an, dan baru2 ini juga membela orang yang mengatakan semua agama benar di mata Tuhan, semua agama sama.

Apakah di NU tidak ada orang lain lagi ya?

Wallahu a’lam.

 

***

Bagus!! Kyai se-Jatim untuk Said Aqil: Jangan Jual NU dan Pesantren!!

Posted on 23 September 2021

by Nahimunkar.org

 

  • Kini beredar usulan agar Muktamar NU diadakan tahun 2021. Berkaitan dengan itu tampaknya pantas untuk menengok berita ini. Makanya berita ini dimunculkan lagi.

Kyai se-Jatim: Said Aqil Jangan Jual NU dan Pesantren


Hingga kini para kyai di Jawa Timur terus memperbincangkan kasus KH Said Aqil Siroj yang bersitegang dengan para kiai dan habaib dalam Halaqoh dan Silaturahim Syuriah PBNU dengan Ulama Pondok Pesantren dan Rais Syuriah PCNU se-Jawa Timur. Padahal acara itu digelar seminggu lalu, tepatnya pada Rabu 7 Desember 2016 di kantor PWNU Jawa Timur. Namun ternyata sampai kini para kiai terus membicarakan kasus Said Aqil tersebut dalam berbagai pertemuan para kiai. Bahkan di grup-grup WA kader NU kasus Said Aqil itu terus menjadi pembicaraan panas.

“Saya belum pernah menyaksikan forum yang sangat keras dan mempermalukan orang (Said Aqil-red) seperti acara ini,” kata Katib Syuriah PCNU yang hadir dalam acara tersebut. Menurut dia, saat itu para kyai benar-benar marah terhadap Said Aqil Siroj sehingga mereka cenderung di luar kontrol.

“Biasanya kalau pengurus PCNU itu kan santun dan sopan terhadap PBNU. Ini tidak. Para kyai benar-benar marah. Mereka tak lagi menghormati Said Aqil,” tegasnya.

Bahkan, tuturnya, para kiai itu berteriak-teriak menuntut Said Aqil minta maaf. “Sudahlah, minta maaf saja,” teriak para kyai saling bersautan kepada Said Aqil. Namun Said Aqil bergeming.

Para kyai menuntut Said Aqil minta maaf atas dosa-dosanya selama ini. “NU dan pesantren jangan dijual. Kami para kyai tak butuh uang. Kami minta NU dan pesantren dijaga muru’ahnya,” teriak para kyai itu kepada Said Aqil.

Menurut peserta yang hadir, Said Aqil benar-benar dipermalukan dan direndahkan dalam forum terhormat itu. Padahal acara halaqoh dan silaturahim itu dihadiri para kiai besar Jawa Timur. Antara lain KH Abdul Jalil Nawawi, pengasuh pesantren Salafiyah Syafiiyah Sidogiri Pasuruan, KH Zuhri, pengasuh pesantren Paiton Probolinggo, di samping para Rais Syuriah PWNU Jawa Timur dan Rais Syuriah PCNU se-Jawa Timur.

Sedang dari PBNU hadir Rais Aam Syuriah PBNU KH Ma’ruf Amin, Wakil Rais Am Syuriah PBNU KH Miftakhul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Katib Syuriah PBNU Yahya C Staquf, dan Rais Syuriah PBNU KH Masdar F Mas’udi.

“Kiai Nawawi Abdul Jalil keluar ruangan saat acara ini panas,” tutur peserta halaqoh dan silaturahim tersebut. Masdar F Mas’udi juga keluar ruangan saat acara itu berlangsung panas. “Tapi Masdar itu keluar rupanya karena takut jadi sasaran berikutnya,” tutur seorang kyai yang ikut acara itu.

Apa saja dosa Said Aqil menurut para kyai itu? Ternyata banyak sekali. Di antaranya PBNU di bawah kepemimpinan Said Aqil makin tak terkontrol. Misalnya para pengurus yang satu kubu dengan Said Aqil mengambil jalan politik sendiri-sendiri dalam kasus Ahok. Jajaran Rais Syuriah PBNU yang satu kubu dengan Said Aqil seperti Ishomuddin, Sadullah Afandi (Adun), Masdar F Mas’udi jadi saksi meringankan kasus Ahok.

Selengkapnya lihat di link ini: https://www.nahimunkar.org/bagus-kyai-se-jatim-said-aqil-jangan-jual-nu-dan-pesantren/

 
 

Posted on 16 Desember 2016

by Nahimunkar.org

***

Berita itu ada komentar di antaranya ini:

hajaiz ahmad berkata:

23 SEPTEMBER 2021 PUKUL 16:59

di antara yang disebut sebagai orang2 yang terindikasi dimarahi para kyai karena dosa2 mereka terkait jualan NU dan pesantren, kini ada nama yang bertandang membela orang yang menganggap semua agama sama, semua agama benar di mata Tuhan. Padahal para ulama dan tokoh Islam sudah bersuara keras soal faham liberal pluralisme agama yang menyamakan semua agama spt itu, dan sudah diharamkan oleh Fatwa MUI 2005.
Jadi sudah berdosa membela Ahok penista Al-Qur’an, kini masih pula membela orang yang menyamakan semua agama., semua agama dianggapnya benar di mata Tuhan. Eh dibela juga oleh pentolan NU yang namanya termasuk disebut di berita itu.

 

***

Rupanya selain di PBNU, Ahmad Ishomuddin juga di MUI. Namun dipecat gara-gara bela Ahok penista Al-Qur’an.

***

Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Ahmad Ishomuddin Dipecat Akibat Bela Ahok

Posted on 25 Maret 2017

by Nahimunkar.org


(Foto : Istimewa)


JAKARTA (netralitas.com) – Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Abbas mengatakan pihaknya belum menandatangani surat keputusan (SK) pemecatan Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Ahmad Ishomuddin, setelah menjadi saksi meringankan terdakwa kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).  Namun sejumlah pengurus MUI diakui menghendaki Ahmad Ishomuddin dipecat karena pandangannya tidak sejalan dengan MUI.

“Ini memang sudah dibicarakan di MUI soal pemecatan, tapi kalau pemecatan harus pakai SK. Sebagai Sekjen belum pernah saya menandatangani SK pemecatan,” kata Anwar, Jumat (24/3).

Menyusul kesaksian Ahmad Ishomuddin yang meringankan Ahok dalam sidang kasus penistaan agama, MUI  diberitakan telah memecat KH Ahmad Ishomuddin. Pemecatan dilakukan karena pernyataan Ishomuddin saat menjadi saksi meringankan untuk terdakwa penista agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bisa memecah belah umat Islam.

“Alhamdulillah Pimpinan MUI Pusat sudah hubungi saya Kamis 23 Maret 2017 bahwa yang bersangkutan Ahmad Ishomudin telah dikeluarkan dari MUI. Insya Allah, PBNU akan bersikap sama dengan MUI,” kata Anton Tabah Digdoyo, Komisi Hukum MUI melalui keterangan resmi.

Anton mengatakan, pemecatan Ishomuddin dilakukan setelah dirinya mengirim pesan WhatsApp (WA) kepada Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum MUI Pusat usai kesaksian Ahmad Ishomuddin pada persidangan Ahok Selasa (21/3).

Ia menyatakan pesan agar Ishomuddin dipecat juga ditembuskan ke sekjen MUI. Dalam pesannya Anton menyatakan, dirinya akan keluar dari MUI jika Ishomuddin tidak dipecat.  “Jika ia tidak dipecat dalam waktu satu bulan ke depan, saya resign dari MUI,” ujar Anton.

Penulis/Editor : Sigit Wibowo ([email protected])

Sumber: netralitas.com

(nahimunkar.org)

***

Walau di MUI sudah diberitakan di pecat, namun Ahmad Ishomuddin pembela Ahok penista Al-Qur’an itu masih duduk di NU, dan bahkan kini jadi Ketua Dewan Pengarah Munas-Konbes NU 2021, bahkan memberikan keterangan pers. Ini beritanya.

***

Wapres akan Buka Munas – Konbes NU, Tapi Ngak Boleh Cium Tangan

JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memutuskan akan menggelar Musyawarah Besar Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas -Konbes NU) pada tanggal 25-26 September secara luring di Hotel Grand Sahid Jakarta. Demikian dikatakan Ketua Dewan pengarah Munas-Konbes NU 2021, KH Ahmad Ishomuddin dalam konferensi pers yang digelar secara daring yang disiarkan langsung oleh TVNU, Kamis (23/9/12).

Munas dan Konbes NU adalah forum musyawarah tertinggi kedua setelah Muktamar akan dihadiri ratusan alim ulama NU se penjuru dunia dengan pengetatan prokes covid 19.

“Munas dan Konbes NU akan digelar pada tanggal 25-26 September 2021 akan digelar di Jakarta. Kali ini tentunya lebih sedikit dibanding Munas-Konbes di tahun-tahun sebelumnya. Kali ini cuma datang 250 pengurus dan warga Nahdliyin. Tentu saja dengan protokol kesehatan yang ketat,” ujar Kiai Ishom

Dalam pertemuan para alim ulama ini, PBNU akan membahas banyak hal. Namun, menurut Gus Ishom, mayoritas tentang masalah negara dan bangsa terkini. Mulai dari urusan keumatan seperti dakwah digital (Waqi’iyah), isu tematik (Maudzuiyah), maupun masalah-masalah hukum (Qanuniyah) terkini.

Buletin Nusantara – .
By Admbult On 23 Sep 2021

***

Apakah suara para Kyai NU se-Jawa Timur yang ‘wanti-wanti agar PBNU jangan jual NU dan pesantren’ itu akan mencuat dalam dua hari Konbes dan Munas NU itu atau tidak, kita tunggu saja.

Yang jelas, Ahmad Ishomuddin Ketua Dewan Pengarah Munas dan Konbes NU 2021 ini adalah pembela Ahok dalam kasus penistaan Al-Qur’an, dan baru2 ini juga membela orang yang mengatakan semua agama benar di mata Tuhan, semua agama sama.

Apakah di NU tidak ada orang lain lagi ya?

Wallahu a’lam.

(nahimunkar.org)

 

 

 

 

(Dibaca 240 kali, 1 untuk hari ini)