JENEWA, SWISS – Komite Internasional Palang Merah (ICRC) pada hari Sabtu mengatakan bahwa kelompok itu kembali dicegah untuk memasuki kota Dammaj di Yaman utara oleh kelompok pemberontak Syi’ah Houthi yang mengepung kota yang dihuni oleh Muslim Sunni tersebut.

“ICRC telah berusaha keras untuk mendapatkan akses ke kota itu. Ada sejumlah besar warga sipil yang terluka di Dammaj dan risiko mereka hanya akan meningkat jika ICRC ditolak akses”, ICRC mengatakan dalam sebuah siaran pers.

Ia menambahkan bahwa tim ICRC di Saada, sekitar 8 kilometer jauhnya, telah siap sejak pekan lalu untuk menanggapi meningkatnya kebutuhan kemanusiaan orang-orang di Dammaj, di mana bentrokan antara kelompok bersenjata terus berlanjut.

“Kami menyesalkan kurangnya akses ke Dammaj, di mana jumlah orang yang terluka membutuhkan evakuasi meningkat, ” kata Cedric Schweizer , kepala delegasi ICRC di Sana’a.

“Kami sangat prihatin tentang orang-orang yang membutuhkan bantuan darurat. Kami menghimbau untuk menghentikan kekerasan dan untuk akses langsung dan tanpa syarat, sehingga kita bisa mengevakuasi korban luka dan memberikan bantuan medis yang sangat dibutuhkan. Kami membuat seruan ini dan ini permintaan pekan lalu, dan lagi kemarin,” kata Schweizer. “Situasi kemanusiaan sangat serius itu dan itu lebih buruk sekarang.”

ICRC, yang telah hadir di Yaman sejak tahun 1962, sekali lagi mendesak semua pihak untuk melakukan gencatan senjata segera dan untuk menunjukkan rasa hormat terhadap kehidupan manusia dan integritas fisik dan martabat semua. Yang terluka harus mendapatkan perawatan medis yang mereka butuhkan dan sarana pelayanan kesehatan harus terhindar dan terlindungi.

Ini bukan kali pertama pemberontak Syi’ah Houthi melarang lembaga bantuan kemanusiaan memasuki kota Dammaj yang saat ini mereka kepung. Pada akhir 2011 lalu, Syi’ah Houthi juga melarang semua bantuan kemanusiaan dan juga dokter memasuki kota Dammaj yang mereka serang dan kepung. Selain itu mereka juga melarang orang-orang yang terluka untuk dirawat dirumah sakit terdekat, sehingga mengakibatkan korban tewas akibat peristiwa tersebut mencapai seratusan orang (an/saba) (voa-islam.com) Senin, 04 Nov 2013

***

Syiah dan Sunni Ricuh, Puluhan Jiwa Tewas di Yaman

 

SANAA – Konflik antara pemberontak Syiah Houthi dan kaum Sunni dilaporkan terjadi di daerah Utara Yaman pada Rabu 30 Oktober 2013. Dalam kericuhan ini, 20 orang dilaporkan tewas dan 100 orang lainnya terluka.

Konflik dimulai saat pemberontak Houthi menyerang daerah Salafi sebelah utara Dammaj. “Sebuah masjid ditembaki roket oleh pemberontak Houthi saat jemaat sedang shalat. Tembakan yang berlangsung sampai pagi membunuh 20 orang dan melukai lebih dari 100 orang,” ujar sumber yang namanya dirahasiakan, seperti dikutip dari Xinhua, Kamis (31/10/2013).

Kota Dammaj terletak dekat Provinsi Saada yang berbatasan langsung dengan Arab Saudi. Sadaa merupakan basis pertahanan dari pemberontak Syiah yang telah mengendalikan daerah tersebut sejak tahun 2010, setelah melewati peperangan dengan pemerintah selama enam tahun.

Dari keterangan penduduk lokal, pemberontak Houthis dalam seminggu terakhir telah beberapa kali menyerang Damaj. Serangan ditujukan untuk mengusir warga lokal Dammaj.

Konflik sektarian antara pemberontak Houthi Syiah dan tentara Sunni sudah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir. Akibat dari pertempuran tesebut ribuan pengikut Sunni Yaman harus melarikan diri tanah kelahirannya.

Untuk menemukan jalan keluar dari konflik berkepanjangan tentara Houthis telah hadir dalam dialog rekosiliasi di bulan Maret 2013. Tetapi sampai saat ini kekerasan sekertarian terkadang terjadi di negara paling selatan di Semenanjung Arab ini. (faj) international.okezone.com Kamis, 31 Oktober 2013 17:37 wib

 ***

(nahimunkar.com)

(Dibaca 896 kali, 1 untuk hari ini)