Agar generasi bangsa ini segera bobrok seutuhnya maka digelarlah acara ini.

Miras dan drug jadi menunya. Satu malam terjual miras senilai 5 miliar rupiah. Drug justru lebih tinggi lagi omsetnya.

(Pantesan, aturan-aturan di negeri ini dibuat untuk membekingi miras, walaupun itu kekejian dan termasuk tingkah syaithan menurut Al-Qur’an surat Al-Maaidah: 90. Tetapi rupanya Syaithan telah menguasai manusia-manusia perusak namun mengaku pembangun di negeri ini. Sadarilah.)

Inilah beritanya.

***

 

Astaghfirullah, Omzet Penjualan Miras dalam Pesta Dreamfields di Bali Capai Rp5 Miliar Semalam

Denpasar (Si Online) – Astaghfirulah, gelaran pesta dugem terbesar di dunia dikabarkan mencatat omset penjualan minuman keras sebesar Rp5 miliar semalam. Dreamfields Festival, nama pesta yang digelar di Bali itu. Sekira 12 ribu tiket ludes terjual.  Pesta digelar di areal terbuka Garuda Wisnu Kencana (GWK) Uluwatu, 11-15 Agustus 2014 lalu.

Tidak disebutkan berapa harga tiket untuk ikut dalam Dreamfields Festival ini. Hanya disebutkan, ribuan anak muda yang datang dan ikut gelaran event ini,  tidak saja dari Jakarta;  tetapi juga dari berbagai kota besar di seluruh dunia.

Dreamfields Festival, diadakan selama tujuh hari. Rinciannya, Senin (11 Agustus) malam hingga Jumat (15 Agustus) malam sebagai Pre Party bertempat di Sky Garden. Puncaknya, Sabtu (16 Agustus) malam di GWK Uluwatu Bali dengan tagline  “Experience the Power of Mighty Garuda and Electronic Dance Music,” yang menghadirkan Disk Jocky (DJ) kelas dunia, diantaranya Dash Berlin dan Sidney Samson. Kemudian ada  “after party” pada Minggu (17 Agustus) malam, kembali ke Sky Garden.

Untuk mengikuti acara puncak di GWK, seorang karyawan bank swasta yang berkantor di Jalan Sudirman Jakarta, dikabarkan Sabtu siang sudah meninggalkan Jakarta, berangkat ke Bali dengan penerbangan Garuda Business Class.

Dengan bangga ia mengungkap, “Indonesia butuh party berkelas beginian. Kalau nggak, devisa kita bisa terus menerus kabur. Gue sering banget harus ke Singapura hanya buat party beginian, karena di Jakarta dan Bali memang  nggak ada yang bikin event.  Padahal  kalau mau, ternyata bisa loh. Gue pikir, soal klas, party di Indo nggak kalah kualitas. Top banget,” ujarnya berbangga.

Seorang artis yang tidak bersedia disebutkan namanya, mengungkap pula dengan bangganya dapat mengikuti party ini.  “Gue pikir acara ini paling hot di Asia. Gue udah ikut party di mana-mana, dari Hongkong, Singapur, Bangkok sampai Manila. Semua nggak ada yang bisa ngalahin Dreamfields Festival. Selain lokasinya yang bagus, ini acara open space berlangsung sampai pagi, hingga langsung bisa lihat sunrise,” celotehnya.

Masih menambahkan, acara seperti ini hanya terjadi sekali dalam setahun dan jarang yang bisa terselenggara dengan benar-benar bagus. “Elu kira bikin party beginian mudah. Kagak-lah, effort-nya besar. Dari sound system sampai booze-nya nggak nanggung-nanggung,” tambahnya dengan logat Jakarta.

Ternyata yang dimaksud dengan Booze adalah minuman keras. Masih menurut artis ini, di acara begini  rata-rata pengunjung rela sedikitnya mengeluarkan uang Rp1 juta untuk membayar minuman. “Bayangin deh, kalau crowd-nya yang datang pada kere semua. Apa acaranya bakal asyik? nggak dong ! Acara begini butuh crowd yang bagus, yang punya klas dan selera musik. Lalu mesti punya duit, kalau kagak, gak bakalan seru,” tambahnya.

Seorang pengusaha asal kota Malang dengan dagangan khusus minuman keras membenarkan bahkan kemudian mengungkap,  dalam acara semacam Dreamfields Festival, di malam puncaknya sedikitnya Rp5 miliar dibelanjakan orang  untuk membeli minuman keras. “Tahun lalu, aku supply untuk suatu party yang tidak sebesar Dreamfields Festival ini, dalam semalam minuman keras seharga Rp2 miliar lebih, ludes terjual,” paparnya.

Selebihnya diungkapkan, jenis minuman keras yang dijual dalam Dreamfields Festival adalah minuman impor, dengan harga termurah per botol dijual Rp100 ribu untuk jenis beer, dan sedikitnya Rp750 ribu untuk jenis liquor. Cocktail—jenis minuman keras oplosan dengan berbagai olahan juice dijual per gelas rata-rata Rp250 ribu.

Tapi, pengusaha minuman keras ini kemudian menyebut, “Jangan you pikir apa hanya alkohol yang beredar dengan omzet  sebesar itu. Alkohol nggak ada apa-apanya bila dibanding dengan drugs. Di party sekelas Dreamfields Festival, supply drugs-nya seperti nggak habis-habis. Nilainya jauh lebih gede,” ungkapnya dengan menyebut peredaran drugs di kalangan partygoers sudah bukan rahasia lagi. Kendati sebenarnya masih dengan sembunyi-sembunyi, tetapi jika sudah mengetahui jalurnya, akan mendapat suplai yang tak terbatas.

“You butuh berapa? Berapapun jumlahnya, kapan-pun you butuh ada jalurnya. You bisa beli pakai duit  tanpa seri, dan suplainya nggak bakal habis. Omong kosong kalau nggak ada barang, yang ada mungkin you nggak dipercaya sama supplier you. Barang sebenarnya selalu ada,” pungkasnya.

Rep         : Muhammad Halwan
Sumber  : merdeka.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 251 kali, 1 untuk hari ini)