Pembuat Kartun Hina Nabi Muhammad, Kurt Westergaard Tewas Setelah Lama Sekarat


Seniman Denmark, Kurt Westergaard, terkenal karena menggambar karikatur Nabi Muhammad SAW yang memicu kemarahan di seluruh dunia Muslim, telah tewas pada usia 86 tahun. Tua bangka itu tumpas setelah lama sekarat, keluarganya mengatakan kepada surat kabar Denmark Berlingske pada Hari Ahad. Demikian lapor Al Jazeera, Senin (19/7/2021).

 

Ilustrator berada di balik 12 gambar yang diterbitkan oleh surat kabar harian konservatif Jyllands-Posten dengan judul “Wajah Muhammad”, salah satunya memicu kemarahan khusus karena menunjukkan Nabi mengenakan sorban berbentuk bom. Nabi Muhammad dihormati oleh umat Islam dan segala jenis penggambaran visual dilarang dalam Islam.

 

Kartun-kartun tersebut pada awalnya hampir tidak diperhatikan, tetapi setelah dua minggu, sebuah demonstrasi menentang mereka diadakan di Kopenhagen dan kemudian duta besar dari negara-negara Muslim di Denmark mengajukan protes.

 

Kemarahan kemudian meningkat menjadi protes anti-Denmark di seluruh dunia Muslim pada Februari 2006. Beberapa demonstrasi menjadi kekerasan. Kedutaan Denmark dan Norwegia diserang dan puluhan orang tewas. Peristiwa tersebut menyebabkan perdebatan tentang Islamofobia dan batasan kebebasan berekspresi dan beragama di Denmark dan sekitarnya.

 

Pada tahun 2015, 12 orang tewas dalam serangan terhadap mingguan satir Charlie Hebdo di Paris, yang telah mencetak ulang kartun tersebut pada tahun 2012. Westergaard telah bekerja di Jyllands-Posten sejak pertengahan 1980-an sebagai ilustrator dan menurut Berlingske gambar tersebut telah dicetak sekali sebelumnya tetapi tanpa menimbulkan banyak kontroversi.(*)

[PORTAL-ISLAM.ID] Senin, 19 Juli 2021 Berita Internasional

***

Azab Menghina Nabi Muhammad dan Balasannya

 

Nabi Muhammad adalah salah satu Nabi utusan Allah SWT yang wajib untuk kita imani sebagai seorang muslim. Bahkan, dalam dua kalimat syahadat, yang merupakan satu syarat untuk menjadi seorang muslim, selain kita bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah kita juga bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Maka, kita tahu bahwa kedudukan Nabi Muhammad haruslah kita muliakan. Lalu, bagaimana jika ada seseorang yang menghina atau melecehkan Nabi Muhammad?

Melecehkan Nabi Muhammad tentu bukan perkara yang sederhana. Bentuk pelecehan terhadap Nabi Muhammad juga bisa bermacam-macam. Sebagai contoh adalah menjelek-jelekkan Nabi Muhammad dengan segala fitnah, membuat karikatur beliau, dan lain sebagainya. Segala bentuk pelecehan atau penghinaan pada Nabi Muhammad tentu akan membawa hukum tersendiri.

Dengan menghina Nabi Muhammad, jika dia seorang muslim maka dia dihukumi sama dengan keluar dari agama Islam. Menghina Nabi Muhammad membatalkan saksi di dalam kalimat syahadat yang pernah dia ucapkan. Oleh karena itu, siapapun yang telah menghina Nabi Muhammad, maka dia telah murtad dari agama Islam.

Tidak hanya itu, tindakan penghinaan pada Nabi Muhammad sama saja telah menghina agama Islam dan seluruh umat muslim. Oleh karena itu, umat muslim boleh marah dan menghukum pelaku penghinaan tersebut. Berikut ini akan dibahas hukum menghina Nabi Muhammad.

Hukum Menghina Nabi Muhammad

Berdasarkan kesepakatan para ulama, jika seorang muslim menghina Nabi Muhammad, maka dia telah murtad dari agama Islam. Dalam surat At Taubah ayat 64-66 disebutkan,

Orang-orang yang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka: ‘Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan Rasul-Nya)’. Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu. Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: ‘Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja’. Katakanlah: ‘Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?’ Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman…”

Dari surat At Taubah itu, kita bisa mengetahui bahwa siapa pun yang menghina Allah, ayat Allah dan Rasul Allah termasuk kafir. Hukum ini tidak membedakan antara yang menghina dengan sungguh-sungguh atau sekedar bercanda. Siapa pun orang yang menghina Nabi Muhammad telah dihukumi kafir dan bisa menerima hukuman seperti orang yang keluar dari agama Islam.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud disebutkan, “Dari Ali radhiyallahu ‘anhu bahwa seorang wanita yahudi mencela menghina Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudia ada salah seorang yang mencekik wanita itu sampai mati, dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menuntut darahnya (artinya tidak diqishash)”. Hadis ini dinilai jayyid atau bagus menurut Syaikhul Islam dalam kitab Sharimul Maslul. Maka, bisa disimpulkan bahwa jika ada seseorang yang menghina Nabi Muhammad maka dia boleh untuk dibunuh. Meski begitu, hukum ini bukan berarti mutlak bahwa setiap yang menghina Nabi wajib dibunuh.

Balasan bagi Mereka yang Menghina Rasullullah SAW

Seseorang yang menghina atau meremehkan Nabi Muhammad dan ajaran yang dibawanya juga berarti telah menghina atau meremehkan Allah. Mereka tidak akan memiliki kasih sayang dan ridho Allah di dunia. Maka, tidak jarang orang yang menghina Nabi Muhammad dan ajarannya akan mendapatkan azab atau hukuman di dunia.

Banyak para penghina Nabi Muhammad saw yang mati karena terbunuh oleh para sahabat ataupun suami/istrinya sendiri yang merasa sakit hati akibat penghinaan tersebut. Meski sebelumnya telah diingatkan dan dilarang untuk menghina Nabi Muhammad, orang-orang tersebut tidak bertaubat dan hal inilah yang menyebabkan kemarahan para sahabat Nabi dan umat muslim pada umumnya. Namun, ada juga sejarah yang menceritakan pemberian ampunan kepada penghina Nabi Muhammad yang bertaubat dan masuk Islam, yaitu pada kisah Ka’ab bin Zuhair.

Di zaman sekarang pun masih ada beberapa azab berupa kematian yang merupakan akibat dari seseorang tersebut menghina Nabi Muhammad saw. Seperti yang terjadi pada Theo van Gogh, seorang sutradara film berkebangsaan Belanda. Dia membuat film yang menilai Islam memberi perlakuan buruk pada para muslimah yang membuat marah umat muslim. Hal ini yang membuatnya terbunuh pada tahun 2004, tahun yang sama dengan peluncuran filmnya. Masih ada beberapa contoh serupa lainnya, seperti kasus Charlie Hebdo, Pendeta Omega Suparno dan Pendeta Suradi.

Tidak hanya itu, terdapat cerita-cerita yang sedikit di luar nalar yang terjadi menimpa para penghina Nabi Muhammad saw. Seperti kisah matinya seseorang yang murtad dan menjelek-jelekkan Nabi Muhammad lalu dia mati digigit oleh seekor anjing tepat ketika dia sedang berpidato menjelek-jelekkan Nabi Muhammad saw. Selain itu, ada kisah lainnya yang menceritakan matinya seorang yang murtad dan menghina Nabi Muhammad lalu dia mati dalam keadaan murtad. Maka, ketika dia dikuburkan, jenazahnya kembali keluar dari kubur seolah-olah tidak diterima oleh bumi. Wallahu a’lam

dalamislam.com, Post authorReview by : Redaksi Dalamislam

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 253 kali, 1 untuk hari ini)