Imam Syafi’i Jadi Korban Penculikan dan Pembunuhan, Beredar Istirja’ di Jaringan Radio Salafi.

 imam Safi'i

jasad Imam Safi'i

Alm Imam Assyafii. Jasad Almarhum Imam Assyafii – Foto: Kompas.COM

  •  Inna lillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun. Kabar duka menimpa Salafiyyin di daerah Rawalumbu, Bekasi. Imam Syafi’I (31 th) seorang pria  yang biasa aktif menghadiri kajian salafi diculik dan ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia di dalam mobil di halaman  Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang.
  • Imam Syafi’i dikenal tetangga di komplek Perumahan Bumi Bekasi Baru, Rawalumbu, Kota Bekasi, sebagai orang yang dermawan. Tak hanya satu atau dua orang yang pernah dipinjami uang oleh bapak dua anak itu.
  • Imam tak pandang bulu bila meminjamkan uang kepada tetangga. Siapa yang butuh bantuan, diberinya pinjaman. ”Teman saya pernah dipinjamin. Balikinnya utuh, nggak mau dia duit balikannya dilebihin,” imbuh Sambudi

 Inilah beritanya.

***

Ikhwan Salafi yang Diculik di Bekasi Ditemukan Meninggal Dunia di Bandara Soekarno-Hatta

 Written by Gema Islam

JAKARTA (gemaislam) – Inna lillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun. Kabar duka menimpa Salafiyyin di daerah Rawalumbu, Bekasi. Seorang pria  yang biasa aktif menghadiri kajian salafi diculik dan ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia di dalam mobil di halaman  Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang.

Pria tersebut bernama Imam Syafi’i, seorang pengusaha komputer. Pihak keluarga mengatakan bahwa Imam pergi dari rumah sejak Sabtu (16/3). Saat pergi dari rumahnya, ayah dua anak ini hendak pergi ke tempat usahanya. Tapi kemudian keluarga malah mendapat kabar bahwa Imam telah diculik.

Kabar penculikan diketahui lewat telepon seluler korban yang menghubungi telepon salah satu pegawainya. Di ujung telepon terdengar Imam dibentak-bentak seorang pria. Diduga Imam diam-diam memencet telepon seluler itu agar keluarga mengetahui kondisi dirinya.

“Pelaku sama sekali tak pernah meminta tebusan. Selama ini kakak saya juga nggak punya musuh,” jelas Ahmad Dardiri, adik kandung Imam.

Keluarga menyerahkan sepenuhnya ke polisi. Ahmad pun kini berada di Polres Bekasi untuk diperiksa sebagai saksi. Uang di ATM Imam diketahui diambil Rp 10 juta dan kartu debet Rp 40 juta selama masa penculikan.

“Saya sudah ceritakan semuanya ke polisi. Nanti kalau ada perkembangan kita kabari,” tutur Ahmad, Selasa pagi (19/3). Seperti dikutip detik.com.

Sementara itu, beberapa sahabat dekat almarhum mengucapkan belasungkawa atas kejadian tersebut. Radio Assunnah Cirebon misalnya, dalam akun facebooknya memanjatkan do’a atas kepergian Imam.

“Bismillah, Innalilaahi wa inna ilayhi roo jiuun, Turut berduka cita atas wafatnya saudara kami Al-Akh Imam Syafi’i di Rawalumbu. Mudah-mudahan Alloh berikan ketetapan iman dan Islamnya dan Alloh mengampuni segala dosanya. Dan Alloh berikan balasan setimpal kepada para Penganiaya dan orang-orang yang berbuat jahat kepada beliau,” tulis anggota jaringan radio Salafi se-Indonesia ini. (bms) 19 maret 2013

***

 Pembunuh Imam Assyafii Diringkus Polisi

Jakarta – KabarNet: Polisi berhasil meringkus seorang pelaku pembunuhan pengusaha komputer Imam Assyafeii (31), warga Bekasi yang ditemukan tewas di bagasi mobil di area parkir terminal 1C Bandara Soekarno Hatta. Namun, polisi belum merinci identitas pelaku.

Menurut keterangan pihak kepolisian, orang yang diduga menjadi pelaku pembunuhan adalah rekan bisnis korban berinisial TDA alias D. “Iya kami sudah mengamankan satu orang, cuma masih didalami lagi,” kata Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Helmi Santika, Selasa 19 Maret 2013.

Sampai saat ini polisi masih menginterograsi pelaku. Helmi belum bersedia menceritakan kronologi penangkapan tersebut. Helmi hanya menjelaskan, pelaku ditangkap di Kuningan, Jawa Barat. “Nanti ya kami masih periksa secara intensif, baik peranannya atau ada-tidaknya tersangka lain,” ucap Helmi singkat.

Polres Kota Bandara Soekarno-Hatta Ajun Komisaris Agus Tri, menduga pembunuh Imam Assyafeii, 31 tahun, tidak sendirian. “Pelaku pembunuhan diduga dua orang,” katanya, Selasa, 19 Maret 2013.

Dugaan ini diperkuat setelah polisi memeriksa secara teliti luka pada mayat. Korban ditemukan dalam kondisi kaki dan tangan terikat serta hampir seluruh wajah terbungkus lakban. Menurut Agus Tri, ditemukan luka di bagian leher korban. Korban diperkirakan dibunuh dengan cara dijerat lehernya dengan karet ban. Wajah korban hampir tidak bisa dikenali karena sudah membengkak dan nyaris tidak berbentuk. Lidahnya menjulur dan mata hampir keluar, tapi belum lepas. ”Bekas luka di leher korban menandakan ia dicekik dengan karet ban,” kata Tri.

Sementara itu, menurut keterangan Nursalih, anggota Kamtibmas Rawalumbu, dari awal keluarga korban menduga D adalah otak dibalik pembunuhan tersebut, namun belum berani memberikan kepastian. ”Dari pertama mengantar adik korban laporan ke polisi, keluarga memang sudah mengetahui pelakunya,” ujarnya, di rumah korban, Selasa (19/3).

Berdasarkan informasi dari adik korban Ahmad Dardiri (28), kata Nursalih, D merupakan rekan bisnis korban. Dia dikenal sebagai makelar yang biasa menunjukan sebuah perusahaan yang akan bangkrut kepada korban. ”Informasinya sudah 8 tahun korban dan dia kenal sebagai rekan bisnis atau yang mencarikan informasi soal pelelangan alat kerja kantor,” terangnya.

Bahkan, orang yang menelpon korban terakhir kali untuk janjian di daerah Pulo Gadung adalah D sesuai dengan keterangan korban sebelum meninggalkan rumah. “Dari awal juga keluarga tahu kalau orang yang terakhir menelfon korban adalah D,” katanya.

Diceritakan sebelumnya oleh salah seorang karyawan toko reparasi komputer milik Imam Assyafeii, sebelum bosnya itu ditemukan sudah menjadi mayat di bagasi mobil Suzuki Vitara. Imron, 25 tahun, melihat majikannya terakhir kali saat pamit dari rumahnya dengan mengendarai Suzuki Grand Vitara bernomor polisi B 531 EV, Sabtu akhir pekan lalu. “Itu mobil pribadinya,” kata dia, di toko reparasi komputer di Jalan Lumbu Utara Nomor 2D, RT 09 RW 17 Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Senin, 18 Maret 2013.

Kepada keluarga, kata Imron, majikannya pamit pergi untuk urusan bisnis ke Pulo Gadung, Jakarta Timur. Adapun kontak terakhir Imam kepada para karyawannya sekitar pukul 11.30 WIB. Beberapa waktu kemudian, Imron mengatakan, tiba-tiba bos-nya menelepon salah satu karyawannya yang bernama Taruji. Namun, saat diangkat tidak ada sesuatu yang disampaikan oleh Imam.

Diduga, saat itu Imam diam-diam mencoba memencet telepon seluler itu agar diketahui kondisi dirinya. Pegawai itu kemudian mencoba mendengarkan suara Imam dari HP yang dimilikinya. Menurut Taruji, suara Imam sangat tidak jelas dan seperti suara orang kesakitan meminta tolong dan dibentak-bentak. Pegawai itu akhirnya berinisiatif merekam pembicaraan tersebut. Rekaman itu berdurasi selama 25 menit. Kadang percakapan jelas, dan kadang samar-samar. Berikut percakapannya:

(-) Mau lu digituin
(-) Makanya lu jangan ngelawan
(-) Jangan digerakin pak. Kalo digerakin sakit
(Beberapa kali terdengar pembicaraan angka seperti Rp 75 juta-red)
(-) Denger Pak. Denger nggak Pak?
(+) Sakit pak, beneran sakit (diduga suara korban-red)
Suara tak jelas. Kemudian terdengar seperti suara korban.
(+) Nggak ada isinya demi Allah (diduga suara korban)
(-) Ini pin paspor BCA ya?
(-) Nggak ada yang dibawa makanya nanti lu janji sama gue. Hidup gue udah kacau pak. Hidup gue udah kacau banget.
(+) Pokoknya saya nggak ngelawan. Nggak ngelawan (suara korban)
(-) Pak pokoknya gue nggak mau tanggung jawab ya. Gue udah dapat nomor pin BB lu.
(-) Nih pak ya. Temen gue nih orang Malaysia
Rekaman berlangsung samar. Kadang jelas dan kadang tidak. Beberapa kali terdengar kata bernada ancaman, soal uang dan soal mobil.

Alhasil setelah itu keluarga Imam mendapati laporan adanya penarikan uang hingga puluhan juta rupiah. Pelaku pembunuhan pun berhasil mengambil uang korban via ATM sebesar Rp 10 juta dari rekening korban pada Sabtu 16 Maret 2013 jam 15.00 wib di ATM 6993 Jl Mangga Dua Raya no 8, dan juga pembelian emas menggunakan debet korban di Toko Joen Sin Jewellry (Toko Perhiasan), senilai Rp 40 juta, pada Sabtu 16 Maret 2013 jam 16.05 wib di Jl Mangga Dua Raya Pasar Baru Blok D no 45 Lt 1.

Kini jenazah Imam Assyafii sudah dimakamkan setelah menjalani otopsi di RSUD Tangerang. Jasad Imam tiba di Rawa Lumbu dengan mobil ambulan yang diiringi anggota polisi dari Patwal Bandara Soekarno Hatta, Selasa 19 Maret 2013, sore sekitar pukul 16.30. Jenazah dibawa ke Masjid Ataqwa tak jauh dari rumah korban untuk disalatkan, kemudian dibawa ke pemakaman Kampung Pedurenan, Bantargebang.

Imam Syafi’i dikenal tetangga di komplek Perumahan Bumi Bekasi Baru, sebagai orang yang rajin beribadah dan dermawan. Tak hanya satu atau dua orang yang pernah dipinjami uang oleh bapak dua anak itu. ”Makanya banyak yang kaget dengar kabar Pak Imam diculik. Banyak yang salut karena orangnya baik dan pendiam. Dia tuh orangnya dermawan, suka ngasih bantuan ke orang-orang, termasuk minjemin duit,” kata Sambudi, salah satu tetangga.

Lelaki asal Banjarnegara, Jawa Tengah ini menambahkan, Imam tak pandang bulu bila meminjamkan uang kepada tetangga. Siapa yang butuh bantuan, diberinya pinjaman. ”Teman saya pernah dipinjamin. Balikinnya utuh, nggak mau dia duit balikannya dilebihin, sebab itu haram” imbuhnya.

Kebaikan dan supelnya Almarhum bergaul membuat rekan kerjanya merasa sangat kehilangan. Belasan orang rekan bisnis korban dari Cileungsi menggunakan kendaraan roda dua maupun empat datang ke Masjid Ataqwa. Mereka mengaku Imam Assyafii orang yang sangat baik. “Saya mendengar dari teman-teman tadi pagi kalau Pak Imam mendapat musibah,” papar Mulyana. Dimata Mulyana, Imam adalah sosok orang yang sangat dermawan, enjoy dan asik orangnya.

Sebelumnya diberitakan, pengusaha komputer itu diculik sebelum dibunuh dan jenazahnya ditemukan di tempat parkir Terminal 1C Bandar Udara Soekarno-Hatta, Selasa (19/3/2013) sekitar pukul 01.00. Petugas keamanan menemukan sesosok jenazah (Imam Assyafii), dalam bagasi mobil Suzuki Grand Vitara hitam berpelat nomor B 531 EV. Saat itu kedua petugas yang bernama Herman dan Iwin, mencium bau tidak sedap. Setelah dicari arah bau itu, keduanya menuju ke sebuah mobil Grand Vitara. Dengan menggunakan bantuan senter, petugas melihat ada cairan yang diduga penyebab bau tak sedap, di bawah bagasi mobil tersebut. Temuan itu dilaporkan ke komandan regu. Selanjutnya, laporan itu diteruskan ke petugas jaga Polres. Bersama petugas kepolisian, bagasi mobil dibuka dan ditemukan seorang lelaki dalam kondisi telungkup. [KbrNet/DTC/Tmp/Komp]

 Posted by KabarNet pada 20/03/2013

***

Dikenal dermawan

Imam Syafi’i dikenal tetangga di komplek Perumahan Bumi Bekasi Baru, Rawalumbu, Kota Bekasi, sebagai orang yang dermawan. Tak hanya satu atau dua orang yang pernah dipinjami uang oleh bapak dua anak itu. ”Makanya banyak yang kaget dengar kabar Pak Imam diculik. Banyak yang salut karena orangnya baik dan pendiam. Dia tuh orangnya dermawan, suka ngasih bantuan ke orang-orang, termasuk minjemin duit,” kata Sambudi (35), salah satu tetangga.

Lelaki asal Banjarnegara, Jawa Tengah ini menambahkan, Imam tak pandang bulu bila meminjamkan uang kepada tetangga. Siapa yang butuh bantuan, diberinya pinjaman. ”Teman saya pernah dipinjamin. Balikinnya utuh, nggak mau dia duit balikannya dilebihin,” imbuh Sambudi. Hinga kini, para tetangga dan kerabat mengalir datang ke rumah duka untuk takziah. Mereka menunggu kedatangan jenazah Imam yang masih menjalani otopsi di RSUD Tangerang.

Berikut kronologi penculikan yang dirilis detik.com:

Sabtu (16/3) pukul 10.00 WIB
Imam pamit untuk mengecek komputer di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur. Bisnis Imam memang selama ini adalah jual beli komputer dan priter bekas. Biasanya Imam membeli secara borongan untuk bisa dijual kembali. Saat itu Imam mengendarai mobil Grand Vitara hitam dari Bekasi ke arah Pulogadung.

Sabtu (16/3) pukul 10.30 WIB
Seorang pegawai Imam mendapatkan telepon dari majikannya. Saat diangkat suara Imam tidak jelas. Seperti ada suara lakban dan Imam meminta tolong. Terdengar ada beberapa orang yang sedang membentak-bentak Imam. Pegawai ini kemudian merekam pembicaraan telepon ini, panjang rekaman ini sekitar 25 menit. Selain itu para penculik juga meminta nomor pin dari Imam. Keluarga kemudian melaporkan kasus ini ke kepolisian.

Sabtu (16/3) pukul 15.00 WIB
Keluarga kemudian melakukan pemblokiran ATM milik Imam. Dari pemblokiran itu diketahui kalau telah terjadi penarikan Rp 2,5 juta sebanyak empat kali. Pengambilan ini dilakukan di sekitar kawasan Mangga Dua. Penggunaan ATM kedua terjadi saat pembelian perhiasan senilai Rp 40 juta.

Senin (18/3) pukul 10.00 WIB
Keluarga mendatangi Polsek Bekasi Timur untuk mengecek laporan mereka tentang penculikan Imam. Namun polisi masih belum bisa menemukan Imam. Keluarga juga tak mendapatkan permintaan tebusan dari penculik Imam, hal ini kemungkinan semua ATM ada di tangan Imam.

Selasa (19/3) pukul 01.00 WIB
Mobil Grand Vitara bernopol B 531 EV yang dikemudikan Imam ditemukan di lapangan parkir Bandara Soekarno Hatta. Terdapat Jenazah dalam mobil tersebut dengan kondisi sudah membusuk. Polisi belum mengetahui identitas jenazah tersebut, namun keluarga yakin kalau jenazah tersebut adalah Imam.

Sebelumnya diberitakan, Petugas keamanan menemukan sesosok jenazah laki-laki yang sudah membusuk dalam bagasi mobil Suzuki Grand Vitara hitam berpelat nomor B 531 EV di area parkir Terminal 1C Bandar Udara Soekarno-Hatta, Selasa (19/3/2013) sekitar pukul 01.00. Saat itu kedua petugas yang bernama Herman dan Iwin, mencium bau busuk. Setelah dicari arah bau busuk, keduanya menuju ke sebuah mobil Grand Vitara. Dengan menggunakan bantuan senter, petugas melihat ada cairan yang diduga penyebab bau busuk, di bawah bagasi mobil tersebut. Temuan itu dilaporkan ke komandan regu. Selanjutnya, laporan itu diteruskan ke petugas jaga Polres. Bersama petugas kepolisian, bagasi mobil dibuka dan ditemukan seorang lelaki dalam kondisi telungkup. Tangan korban dalam kondisi terikat, sementara bagian kepala dilakban. [KbrNet/Kmps]

Posted by KabarNet pada 19/03/2013

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.083 kali, 1 untuk hari ini)