Pemerintah diimbau untuk tidak takut melarang Syiah di Indonesia, walau hal itu akan mengganggu hubungan bilateral antara Indonesia dengan Iran.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Sampang, KH. Buchori Ma’shum kepadawww.hidayatullah.com, belum lama ini.

“Kami takut kepada Allah saja. Sudah putus saja hubungan dengan Iran. Tidak akan kelaparan kami di sini. Negara kita kaya dengan hasil alam jika dikelola dengan baik,” katanya.

Kyai Buchori mengatakan, hal itu dia sampaikan kepada Menkopolhukam, Djoko Suyanto, saat berkunjung ke Sampang pasca kasus pembakaran beberapa banguna milik warga Syiah di Sampang yang terjadi Desember 2011 lalu.

Buchori juga berpesan agar elit-elit di Jakarta tidak asal berkomentar, mengatakan Syiah tidak berbahaya dan tidak berbeda dengan Sunni yang mayoritas di negeri ini.

“Tolong bilang kepada elit-elit di Jakarta, jangan asal bunyi!”, katanya.

Menurutnya, kalau Syiah di negeri ini sudah kuat, mereka tidak hanya berpotensi melakukan aksi separatisme tapi juga pemberontakan, atau bughot. Seperti yang terjadi di Irak, Bahrain, dan Yaman.*

Rep: Surya Fachrizal Ginting

Red: Cholis Akbar Kamis, 23 Februari 2012

Hidayatullah.com—

(nahimunkar.com)

(Dibaca 674 kali, 1 untuk hari ini)