Muslimah di Afrika/Foto: onlinetravelmagazines.com


Permasalahan soal hijab memuncak pada sebuah putusan pengadilan banding pada 2016.

REPUBLIKA.CO.ID, LAGOS — Hijab kini secara resmi menjadi bagian dari seragam sekolah untuk Muslimah (wanita Muslim) yang ingin memakainya di Negara Bagian Lagos, barat daya Nigeria. Surat edaran dari pemerintah Lagos itu muncul setelah hijab menjadi isu yang dipermasalahkan selama bertahun-tahun di sana.

Dalam surat edaran tersebut disebutkan, bahwa administrator sekolah dan guru agar mengizinkan Muslimah mengenakan penutup kepala atau hijab selama hijab tersebut pendek, rapi, dan memiliki warna yang senada dengan seragamnya. Keputusan itu dikeluarkan menyusul rekomendasi dari panel pemerintah mengenai krisis hijab, yang telah mengguncang negara bagian ini dalam beberapa tahun terakhir.

Permasalahan soal hijab memuncak pada sebuah putusan pengadilan banding pada 2016. Isinya menjunjung tinggi hak konstitusional gadis Muslim untuk mengenakan penutup kepala mereka saat belajar ke sekolah.

“Manajemen sekolah disarankan untuk mengurangi komentar dan tindakan disipliner pada penggunaan hijab pintar, hingga penentuan akhir dari kasus ini oleh Mahkamah Agung. Tidak ada siswa yang harus didiskriminasi dalam bentuk apapun atas dasar agama,” demikian pernyataan dalam edaran pemerintah negara bagian Lagos, dilansir di Anadolu Agency, Rabu (14/11).

Ketua Masyarakat Mahasiswa Muslim Nigeria (MSSN), Saheed Ashafa, memuji perkembangan terkait hijab tersebut. Ia mengatakan memuji sikap dan keteguhan pemerintah negara bagian dalam memastikan bahwa sebuah perselisihan yang dapat dihindari tidak menemukan titik jalan menuju suasana damai yang dinikmati di Lagos.

“Kami senang dengan perkembangan ini karena cara dan langkah yang memalukan bahwa anggota kami yang menjadi korban, dilecehkan, dihukum dan ditolak masuk ke kelas karena mereka memakai hijab akan berhenti,” kata Ashafa.

Hijab menjadi isu yang serius dalam hubungan antara Muslim dan Kristen di negara Afrika ini, terutama di barat daya. Karena di sana ada beberapa keseimbangan demografi di pengikut kedua agama.

Tahun lalu, seorang Muslim lulusan sarjana hukum dilarang mengikuti acara pengadilan di ibu kota Abuja. Hal itu memunculkan sejumlah kontroversi dan kasus hukum.

Seorang pelajar bernama Firdaus Amosa dipanggil ke pengadilan tahun ini setelah dewan pendidikan hukum di negara tersebut mundur dari pendirian awal mereka. Pada Senin lalu, sebuah sekolah ditutup Universitas utama di Ibadan di barat daya Nigeria setelah beberapa gadis Muslim muncul dengan mengenakan hijab.

Sumber : republika.co.id

(nahimunkar.org)

(Dibaca 365 kali, 1 untuk hari ini)