.

PEMERINTAH Rusia membuat gembira kaum Muslimin yang ada di seluruh negara itu. Secara resmi Rusia telah membuat keputusan untuk mencabut larangan menerjemahkan Al-Qur’an.

Sebelumnya pada bulan September, pemerintah Rusia melarang penerjemahan Al-Qur’an ke dalam bahasa Rusia oleh teolog Azeri Elmir Kuliyev. Larangan itu berdasarkan pelanggaran pada pasal 282 KUHP karena dianggap sebagai “hasutan permusuhan kebangsaan, ras, atau agama.”

Terjemahan Al-Quran Kuliyev termasuk di antara 2.000 publikasi lain yang dilarang sejak tahun 2002 untuk alasan ini. 65 buku-buku Islam juga dilarang oleh pengadilan yang sama di selatan kota Novorossiysk.

Buku-buku yang dilarang tersebut termasuk karya-karya ulama Islam klasik seperti Imam An-Nawawi, Ibn Hisyam, dan Imam al-Ghazali, serta pemikir Turki Muslim Bediuzzaman Said Nursi, Fethullah Gulen dan Osman Nuri Topbas.

Rushan Abbyasov, wakil kepala Dewan Mufti Rusia pada saat itu kepadaTimes Moskow mengatakan: “Kami mengharapkan keputusan itu akan dibatalkan. Kami secara aktif berpartisipasi dalam proses banding dan teolog kami menunjukkan bahwa terjemahan Kuliyev itu sama sekali tidak ekstrem.”

Dia menambahkan, “Pengadilan distrik tidak kompeten, mereka membuat keputusan semata-mata untuk memicu reaksi populer dan pengadilan daerah menyadari hal tersebut.”

Dan pada hari Selasa, Pengadilan Regional Krasnodar membatalkan putusan bulan September oleh pengadilan di Novorossiysk tersebut.

Menjelaskan alasan di balik pembatalan larangan, analis politik Alexander Verkhovsky mengatakan bahwa keputusan pelarangan sebelumnya itu dibuat oleh pengadilan tingkat rendah dengan kompetensi yang diragukan.[fq/islampos/worldbulletin]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 282 kali, 1 untuk hari ini)