Kecaman keras ditujukan kepada pemerintah Indonesia pimpinan Jokowi atas sikapnya yang berbela sungkawa terhadap tewasnya para penghina Nabi Muhammad shallalahu ‘alaihi wa sallam. Mereka tewas ditembak di kantor tempat mereka melancarkan hinaan terhadap Islam yakni media anti Islam,  Charlie Hebdo, di Paris, Perancis. Mereka mendapat serangan bersenjata pada Rabu (07/01 2015). Akibat serangan itu 12 orang tewas termasuk pemimpin redaksi dan kartunis penghina Nabi Muhammad shallalahu ‘alaihi wa sallam.

Inilah kecaman keras terhadap pemerintahan Jokowi.

***

JUM`AT, 18 RABI`UL AWWAL 1436H / JANUARY 9, 2015

 

Kutuk Eksekutor Penghina Nabi, Habib Rizieq: Pemerintah Pengecut, tak Tahu Diri & Memalukan!

 

Bismillah…Wal Hamdulillah
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata Illa Billah…

PANJIMAS.COM – Sebuah kantor media yang keranjingan mempublikasikan kartun yang menghina Nabi Muhammad Saw dan Islam, Charlie Hebdo, di Paris, Perancis, mendapat serangan bersenjata pada Rabu (07/01). Akibat serangan itu 12 orang tewas.

Sebagai sebuah media, Charlie Hebdo memang kerap membuat sensasi murahan lewat aneka kartun yang diterbitkannya. Pada November 2011, media ini pernah menampilkan gambar karikatur Nabi Muhammad SAW. Di sana, Nabi Muhammad digambarkan sebagai seorang editor majalah “Charia Hebdo” dan berkata “Hukum cambuk 100 kali bila Anda tidak mati tertawa”.

Akibatnya, setelah itu kantor mereka mendapat serangan bom api. Bom dengan bensin itu merusak kantor mereka di Paris. Website resmi majalah itu juga diretas, dan para pekerja majalah diancam dibunuh.

 

Tak sampai disitu, pemerintah Prancis juga dibuat kalang kabut akibat penghinaan Nabi tersebut. Pemerintah Prancis sempat meminta agar redaksi tidak meneruskan penghinaan tersebut. Tapi dasar bengal, permintaan itu mereka tolak mentah. Akibatnya, Prancis terpaksa menutup kantor kedutaan serta sekolah-sekolah di 20 negara karena khawatir dengan keselamatan warganya di luar negeri.

 

Tahun 2006, Charlie Hebdo juga pernah memuat kartun Nabi Muhammad Saw yang tengah menangis dan berkata “Idiot-idiot ini sulit untuk dicintai”. Di cover itu tertulis “Muhammad Kewalahan dengan Fundamentalis”.

Charlie Hebdo juga pernah digugat ke persidangan pada tahun 2013 karena memuat kartun yang menghina Islam dan Alquran. Cover majalah itu memuat gambar kartun seorang lelaki yang menjadikan Alquran sebagai tameng untuk menghadang serangan peluru disertai tulisan “Qur’an itu Sampah, tidak Bisa Menyetop Peluru.”

Belum puas hina Nabi Muhammad dan Islam, pada Oktober 2014, Charlie Hebdo lagi-lagi memuat kartun Nabi Muhammad. Kali ini, gambar kartun tersebut menunjukkan sosok yang dianggap Nabi Muhammad hendak dipenggal oleh milisi ISIS.

AKHIR TRAGIS PENGHINA NABI SAW

Kerap menghina Nabi Muhammad Saw dan menista Islam, Charlie Hebdo menemui ajalnya. Kantor mereka diserang oleh orang tidak dikenal dan dikabarkan telah menewaskan 12 orang. Menurut saksi mata para pelaku menggunakan penutup wajah. Mereka menyerang dengan menggunakan senapan AK47. Selain itu, ada juga laporan yang mengatakan mereka menggunakan granat roket.

“Ada tembakan keras dan setidaknya satu ledakan,” kata seorang saksi mata. Ketika polisi tiba ada tembak-menembak massa. Orang-orang berhasil melarikan diri dengan mobil” ujarnya seperti dikutip Daily Mail, Rabu (07/01).

Salah satu korban yang tewas mengenaskan adalah pemimpin redaksi Charlie Hebdo Stephane Charbonnier yang lebih dikenal dengan nama Charb. Korban tewas lain adalah para kartunis yang dikenal dengan panggilan Cabu, Tignous dan Wolinski.

PEMERINTAH RI BERBELA SUNGKAWA

Pemerintah RI melalui Kementrian Luar Negeri buru-buru membuat keterangan pers menanggapi peristiwa tersebut, “Pemerintah Indonesia mengucapkan belasungkawa yang sebesar-besarnya kepada pemerintah dan rakyat Perancis, khususnya terhadap keluarga para korban,” seperti dikutip Tribunnews.com, Rabu (07/01) malam.

Aneh tapi nyata, itulah pemerintah Indonesia. Saat Nabi Muhammad Saw, yang merupakan Nabi dan panutan mayoritas masyarakat Indonesia dihinakan oleh majalah asal Perancis, Chalie Hebdo, pemerintah diam saja, tak bereaksi. Tapi ketika giliran kantor majalah tersebut diserang oleh orang tak dikenal, yang menewaskan pemrednya, pemerintah ikut-ikutan mengeluarkan kutukan. (Baca: Pemerintah Indonesia Justru Mengutuk Eksekutor Penghina Islam Charlie Hebdo)

KOMENTAR IMAM BESAR FPI, HABIB RIZIEQ SYIHAB

Sementara itu, Imam Besar Front Pembela Islam, Habib Muhammad Rizieq Syihab ketika dimintai keterangannya terkait peristiwa tersebut, beliau menyatakan: “Alhamdulillah, semoga semua penista Islam dan penghina Nabi Saw dibunuh dan dibinasakan oleh Allah Swt lewat tangan siapapun.”

“Si pembunuh para penista Nabi Saw adalah pemberani yang harus diacungkan jempol,” tambah Habib.

Selain itu, Habib Rizieq juga menanggapi sikap pemerintah terkait peristiwa ini. “Pemerintah RI lebay dan pengecut serta tidak tahu diri. Sebab, saat Islam dinista dan Nabi Saw dihina di AS, Denmark, Belanda dan Prancis, serta negeri kafir lainnya, pemerintah diam seribu bahasa. “

“Kini, saat para penista Islam dan penghina Nabi Saw dibunuh, kok sok berani dan cari muka ikut mengutuk pembunuhnya??? Memalukan !!!”

[Tim News FPI]


Sumber: Fanspage Habib Muhammad Rizieq Syihab

 

JUM`AT, 18 RABI`UL AWWAL 1436H / JANUARY 9, 2015

 

Pemerintah Indonesia Justru Mengutuk Eksekutor Penghina Islam Charlie Hebdo

 

JAKARTA (Panjimas.com) – Sekelompok pria bersenjata menyerang kantor majalah penghina Islam Charlie Hebdo di Prancis. Namun, pemerintah Indonesia yang dikenal berpenduduk Muslim terbesar di dunia justru mengutuk para eksekutor yang menewaskan Pemimpin Redaksi dan sejumlah kartunis penghina Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dalam keterangan pers yang dimuat berbagai media dari Ditjen Informasi dan Media Kementerian Luar Negeri, Kamis (8/1/2015), disebutkan pemerintah Indonesia mengutuk serangan oleh sekelompok orang bersenjata terhadap majalah mingguan Charlie Hebdo di Prancis, yang mengakibatkan tewasnya 12 orang.

“Pemerintah Indonesia mengucapkan belasungkawa yang sebesar-besarnya kepada pemerintah dan rakyat Prancis, khususnya terhadap keluarga korban,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri.

Tak hanya itu, pemerintah Indonesia mendukung upaya Pemerintah Prancis menangkap dan mengadili para pelaku. Dari hasil koordinasi dengan KBRI di Paris, tidak ada korban warga negara Indonesia dalam tragedi tersebut.

Pemerintah Indonesia juga mengimbau kepada segenap warga negara Indonesia yang berada di Prancis untuk dapat menghindari tempat-tempat keramaian, dan menghubungi perwakilan Indonesia (KBRI Paris dan KJRI Marseille) yang berada di wilayah masing-masing sekiranya membutuhkan bantuan. [AW/dtk, tmp]

 

Alhamdulillah… Akhirnya Kartunis Penghina Nabi Muhammad SAW Itu Mati Tertembak!

 

Departemen Kepolisian Perancis dan Otoritas Kepolisian Kota Paris masih melakukan investigasi terhadap kemungkinan penyebab serangan bersenjata ke kantor redaksi majalah Charlie Hebdo, Rabu (07/02/2015).

Kemungkinan awal, serangan terkait pemuatan comic-comic strip “Nabi Muhammad”. Belakangan, muncul dugaan lain bahwa serangan dilakukan oleh kelompok saparatis atas tujuan lain. Dalam tweet terakhir redaksi Charlie Hebdo di laman Twitter mereka, dipaparkan bahwa pada edisi mendatang mereka akan mengupas soal ISIS. Mereka juga mengetengahkan sejumlah  “bocoran” comic strip yang akan tayang di edisi tersebut.
Redaksi Charlie Hebdo meminta Pemerintah Perancis untuk secepatnya mengungkap penyerangan ini. Dalam update terakhir di laman resmi mereka, Charlie Hebdo mengkonfirmasi bahwa di antara korban meninggal dunia terdapat sejumlah kartunis senior. Tidak disebutkan nama-nama mereka.

Namun sejumlah sumber AFP menyebut, di antara korban adalah Jean Cabut (Cabu), Charb, Wolinksi, dan Tignous. Dua nama pertama sering menggambar comic strip “Nabi Muhammad”. Bahkan comic Charb, berjudul La Vie de Mahomet (The life of Mohammed), memancing kehebohan karena dianggap sebagai penghinaan besar terhadap umat Islam di seluruh dunia.

Sumber: tribunnews/ http://www.suaranews.com/

***

RABU, 16 RABI`UL AWWAL 1436H / JANUARY 7, 2015

 

Alhamdulillah Serangan di Markas Charlie Hebdo Tepat Sasaran, Bunuh Pemred dan Kartunis Penghina Nabi Muhammad

 

PARIS, PERANCIS (Panjimas.com) – Beberapa kartunis paling terkenal di Perancis karena menghina Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ikut tewas dalam serangan di Paris.

Kartunis penghina Nabi Muhammad itu termasuk di antara 12 orang yang tewas ketika sejumlah orang bersenjata menyerbu kantor majalah penghina Islam Charlie Hebdo di Paris pada Rabu (7/1/2015).

Pemimpin Redaksi Stephane Charbonnier, yang dikenal sebagai Charb, dan kartunis yang dikenal dengan nama Cabu, Tignous dan Wolinski tewas dalam serangan di markas majalah Charlie Hebdo, dimana mereka memperoleh ketenaran karena berulang kali menerbitkan karikatur menghina Nabi Muhammad. (Baca:[Video] Pekikan Takbir dalam Serangan ke Markas Majalah Penghina Islam Charlie Hebdo)

Untuk diketahui, Stephane Charbonnier, Pemred majalah penghina Islam tepat pada awal Januari 2013 lalu pernah menerbitkan komik menghina Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ia bahkan memberikan pernyataan mengolok-olok, bahwa komik yang menggambarkan biografi Nabi Muhammad versi Charlie Hebdo itu sebagai komik halal.

‘’Kami sudah memiliki gambaran tentang kehidupan Muhammad seperti yang diceritakan oleh sejarawan Muslim. Tidak ada tambahan humor,’’ bunyi pernyataan Charlie Hebdo seperti dikutip Dailybhaskar dari Aljazeera. ‘’Jika bentuknya memunculkan sejumlah hujatan, latar belakangnya sepenuhnya halal,’’ Editor Charlie Hebdo, Stephane Charbonnier, mengatakan kepada AFP, Rabu (2/1/2013).

Ilustrotor majalah penghina Islam itu mengaku dirinya mendapat ide meluncurkan komik biografi tentang Nabi Muhammad sejak enam tahun silam. Charb terinspirasi oleh surat kabar Denmark, Jyllands-Posten, yang mempublikasi 12 kartun menghina Nabi Muhammad pada September 2005.

Ulah majalah Charlie Hebdo yang berulang kali menghina Nabi Muhammad membuat umat Islam marah. Sebab dalam Islam, hukum penghina Nabi Muhammad Shallallahu ‘alahi wa sallam, halal darahnya. Pada 2011, kantor Charlie Hebdo pernah dilempar bom api dan situsnya dibajak setelah menerbitkan edisi ‘Charia Hebdo’ yang memuat beberapa gambar kartun Muhammad.

Stephane Charbonnier mendapat sejumlah ancaman pembunuhan. Penanggung jawab penerbitan Charlie Hebdo yang dikenal dengan nama Charb itu hidup dalam perlindungan pihak kepolisian.

Hingga akhirnya dirinya harus membayar mahal ulah menghina Islam tersebut dengan tewas mengenaskan dalam serangan mematikan di kantor majalah penghina Islam Charlie Hebdo. [AW/dbs]

Video: https://www.youtube.com/watch?v=DV8Jknpim3U

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.508 kali, 1 untuk hari ini)