Ada petunjuk penting dalam hadits Nabi Muhammad shallalahu ‘alaihi wa sallam.

Pemimpinan menyuruh masuk ke api

عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عَلِيٍّ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَ جَيْشًا وَأَمَّرَ عَلَيْهِمْ رَجُلًا فَأَوْقَدَ نَارًا وَقَالَ ادْخُلُوهَا فَأَرَادَ نَاسٌ أَنْ يَدْخُلُوهَا وَقَالَ الْآخَرُونَ إِنَّا قَدْ فَرَرْنَا مِنْهَا فَذُكِرَ ذَلِكَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لِلَّذِينَ أَرَادُوا أَنْ يَدْخُلُوهَا لَوْ دَخَلْتُمُوهَا لَمْ تَزَالُوا فِيهَا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَقَالَ لِلْآخَرِينَ قَوْلًا حَسَنًا وَقَالَ لَا طَاعَةَ فِي مَعْصِيَةِ اللَّهِ إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِي الْمَعْرُوفِ

Riwayat dari Abu Abdurrahman dari Ali, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengirim suatu pasukan dan mengangkat seorang laki-laki menjadi komandannya. Kemudian ia menyalakan api (unggun) seraya berkata, “Masuklah kalian ke dalam api tersebut.” Maka sebagian anak buahnya hendak masuk ke dalam api tersebut, sedangkan sebagian anak buahnya yang lain mengatakan, “Kita harus menjauhi api tersebut.” Kemudian peristiwa tersebut dilaporkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lantas beliau bersabda kepada orang-orang yang hendak melompat ke dalam api tersebut: “Sekiranya kalian masuk ke dalam api tersebut, maka kalian akan senantiasa di dalamnya hingga hari Kiamat.” Kemudian beliau berkata pula kepada yang lain dengan lemah lembut, sabdanya: “Tidak ada ketaatan dalam kemaksiatan kepada Allah, sesungguhnya ketaatan itu hanyalah di dalam kebajikan.” (HR al-Bukhari, Muslim 3424 , An-Nasaai dan Ahmad)

Dai–dai yang mengajak ke pintu Jahanam

حدثنا محمد بن المثنَّى: حدثنا الوليد بن مسلم: حدثنا ابن جابر: حدثني بسر بن عبيد الله الحضرمي: أنه سمع أبا إدريس الخولاني: أنه سمع حذيفة بن اليمان يقول:
كان الناسُ يَسأَلونَ رسولَ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم عنِ الخيرِ ، وكنتُ أسأَلُه عنِ الشرِّ ، مَخافَةَ أن يُدرِكَني ، فقلتُ : يا رسولَ اللهِ ، إنا كنا في جاهليةٍ وشرٍّ ، فجاءنا اللهُ بهذا الخيرِ ، فهل بعدَ هذا الخيرِ من شرٍّ ؟ قال : ( نعمْ ) . قلتُ : وهل بعدَ ذلك الشرِّ من خيرٍ ؟ قال : ( نعمْ ، وفيه دَخَنٌ ) . قلتُ : وما دَخَنُه ؟ قال : ( قومٌ يَهْدُونَ بغيرِ هَديِي ، تَعرِفُ منهم وتُنكِرُ ) . قلتُ : فهل بعدَ ذلك الخيرِ من شرٍّ ؟ قال : ( نعمْ ، دُعاةٌ على أبوابِ جَهَنَّمَ ، مَن أجابهم إليها قَذَفوه فيها ) . قلتُ : يا رسولَ اللهِ صِفْهم لنا ، قال : ( هم من جِلدَتِنا ، ويتكَلَّمونَ بألسِنَتِنا ) . قلتُ : فما تأمُرُني إن أدرَكني ذلك ؟ قال : ( تَلزَمُ جماعةَ المسلمينَ وإمامَهم ) . قلتُ : فإن لم يكن لهم جماعةٌ ولا إمامٌ ؟ قال : ( فاعتَزِلْ تلك الفِرَقَ كلَّها ، ولو أن تَعَضَّ بأصلِ شجرةٍ ، حتى يُدرِكَك الموتُ وأنت على ذلك ) .
الراوي: حذيفة بن اليمان المحدث: البخاري – المصدر: صحيح البخاري – الصفحة أو الرقم: 7084

Telah berkata kepada kami Muhammad bin Mutsanna, telah berkata kepada kami Walid bin Muslim, telah berkata kepada kami Jabbar, telah berkata kepadaku Bisr bin Ubaidillah al Hadhrami bahwasanya ia mendengar Abu Idris al Khaulany, ia mendengar Hudzaifah Ibnul Yaman Radhiallahu ‘Anhu berkata: Manusia bertanya kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang kebaikan, sedangkan aku bertanya kepada beliau tentang keburukan karena khawatir jangan-jangan menimpaku. Maka aku bertanya; Wahai Rasulullah, sebelumnya kita berada di zaman Jahiliyah dan keburukan, kemudian Allah Ta’ala mendatangkan kebaikan (Islam) ini. Apakah setelah ini ada keburukan? Beliau bersabda: ‘Ada’. Aku bertanya: Apakah setelah keburukan itu akan datang kebaikan? Beliau bersabda: “Ya, akan tetapi di dalamnya ada “dakhanun” (asap). Aku bertanya: Apakah dakhanun itu? Beliau menjawab: “Suatu kaum yang mensunnahkan selain sunnahku dan memberi petunjuk dengan selain petunjukku. Jika engkau menemui mereka maka ingkarilah”. Aku bertanya: Apakah setelah kebaikan itu ada keburukan? Beliau bersabda: “Ya”, dai–dai yang mengajak ke pintu Jahannam. Barang siapa yang mengijabahinya (mengikutinya), maka akan dilemparkan ke dalamnya (jahannam). Aku bertanya: Wahai Rasulullah, berikanlah ciri-ciri mereka kepada kami. Beliau bersabda: “Mereka mempunyai kulit seperti kita dan berbicara dengan bahasa kita”. Aku bertanya: Apa yang engkau perintahkan kepadaku jika aku menemuinya? Beliau bersabda: “Berpegang teguhlah pada Jama’ah Muslimin dan imamnya”. Aku bertanya: “Bagaimana jika tidak ada jama’ah maupun imamnya?” Beliau bersabda: “Hindarilah semua firqah (kelompok) itu, walaupun dengan menggigit pokok pohon hingga maut menjemputmu sedangkan engkau dalam keadaan seperti itu”. (HR. Bukhari VI615-616, XIII/35. Muslim XII/135-238 Baghawi dalam Syarh Sunnah XV/14. Ibnu Majah no. 3979, 3981. Hakim IV/432. Abu Dawud no. 4244-4247. Baghawi XV/8-10. Ahmad V/386-387 hal. 403-404, 406 dan hal. 391-399)

Mungkin orang sulit menggambarkan, bagaimana keadaannya.
Untuk sekadar memberi semacam gambaran, silakan dibaca-baca berita di link-link berikut ini.

Bejat, Malam Pertama Revolusi Mental Jokowi untuk Pendukungnya, Akan Diteruskan MUI

By nahimunkar.com on 22 October 2014

Revolusi mental Jokowi segera akan digelar dengan music pula oleh Din Syamsuddin MUI, 1 Muharram 1436 Hijriah pada tanggal 26 Okober 2014 di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta. Sangat disayangkan, MUI justru jadi pelopor penghalal music yang telah dikecam keras dalam Hadits Bukhari yaitu disejajarkan dengan penghalal zina.
https://www.nahimunkar.org/bejat-malam-pertama-revolusi-mental-jokowi-untuk-pendukungnya-akan-diteruskan-mui/

Menyedihkan! MUI Pimpinan Din Syamsuddin Pengamal Hadits yang Mengerikan

By nahimunkar.com on 22 October 2014

Revolusi Mental Jokwi setelah “sukses” dalam konser perayaan pelantikan, kemudian akan merambah ke acara yang hampir sama namun penyelenggaranya MUI dan atas nama malam tahun baru Islam.
Diantara kesuksesan revolusi mental Jokwi pada malam pertama perayaan pelantikannya telah tercatat: pesta minuman alkohol (khmar). Konser Salam 3 Jari memang sudah usai di Monas malam itu Senin (20/10/2014), tapi bagi sebagian penonton, rupaya pesta baru saja dimulai. Banyak penonton konser yang lanjut menghabiskan malam di sekitar stasiun Gambir. Dua minimarket yang ada pun dipenuhi pembeli. Banyak yang membeli minuman kaleng beralkohol berwana biru. Para remaja tanggung pun termasuk dalam jajaran pembeli minuman tersebut. Tidak ada satu pun petugas yang berjaga untuk memeriksa identitas para pembeli minuman beralkohol tersebut. Asli revolus mental. (arrahmah.com) A. Z. Muttaqin Selasa, 28 Zulhijjah 1435 H / 21 Oktober 2014).
https://www.nahimunkar.org/menyedihkan-mui-pimpinan-din-syamsuddin-pengamal-hadits-yang-mengerikan/

Pas jingkrak-jingkrak di Monas dan dihadiri penggedenya itu pas maghrib, menurut keluhan seorang pemirsa televise yang menyiarkannya. Jadi kurang lebihnya adalah pas syetan-syetan sedang marak-maraknya berkeliaran, hingga dalam Islam, pintu-pintu rumah pun harus ditutup, dan anak-anak tidak boleh keluar dari rumah. Tapi justru saat itu bukan untuk ingat kepada Allah Ta’ala, namun untuk jingkrakan ramai-ramai, dan kemudian ternyata mereka melanjutkannya dengan minum-minum khamr. Benar-benar revolusi perusakan mental sekaligus mengajak dan menyeru ke neraka jahannam! Na’udzubillahi min dzalik!

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.508 kali, 1 untuk hari ini)