Ilustrasi Masjid TIBAN Babus Salam Probolinggo/ foto Panoramio.com


Bupati Probolinggo: “…saya tegaskan lagi, tempat hiburan semacam itu tidak boleh berdiri. Kami tidak akan mengeluarkan izin jika ada pengusaha ingin mendirikannya,” tegasnya.

Seandainya sudah terlanjur berdiri, ia berharap masyarakat melaporkannya kepada Pemkab Probolinggo. “Kalau ada, laporkan, saya tutup,” katanya.

***

KRAKSAAN – Polemik seputar keberadaan tempat hiburan malam dan karaoke yang terjadi di beberapa kabupaten/kota di Jawa Timur mendapat perhatian khusus dari Bupati Probolinggo Hj P. Tantriana Sari, SE. Ia menyatakan Pemkab Probolinggo tidak mau ikut terjebak dengan mendirikan tempat hiburan serupa.

“Tidak boleh ada tempat hiburan yang aktivitasnya mengandung kemudharatan di Kabupaten Probolinggo. Ini adalah komitmen Pemerintah Kabupaten Probolinggo,” ujarnya dalam pelantikan kepengurusan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Kraksaan di Gedung Islamic Center (GIC) Kota Kraksaan, Kamis (7/1/2016) sore.

Menurut Bupati Tantri, keberadaan tempat hiburan, sebut saja yang menyajikan fasilitas karaoke dengan ruangan tertutup, sulit rasanya membawa dampak positif bagi kehidupan bermasyarakat. Keberadaan tempat hiburan tersebut akan mendapat penolakan luas dari masyarakat sekitar. Bahkan akan menjadi sorotan cukup banyak elemen masyarakat.

“Kontroversi akan meluas jika tempat hiburan semacam itu berdiri di Kabupaten Probolinggo. Karena itu, saya tegaskan lagi, tempat hiburan semacam itu tidak boleh berdiri. Kami tidak akan mengeluarkan izin jika ada pengusaha ingin mendirikannya,” tegasnya.

Bupati Tantri menegaskan cukup banyak pondok pesantren yang berdiri di Kabupaten Probolinggo. Masyarakatnya dikenal agamis. Pemkab selalu bersinergi dengan para ulama dalam membangun Kabupaten Probolinggo. Termasuk dalam membahas moral masyarakat dan pemuda. Keberadaan tempat hiburan hanya akan menggerus moral masyarakat.

“Seiring perkembangan Kraksaan dari tahun ke tahun, akan sangat banyak tantangan yang dihadapi. Konsekuensi menjadi kota, akan banyak hal-hal berbau kemudharatan yang harus dihadapi dan diantisipasi bersama-sama,” terangnya.

Salah satu upaya mengantisipasi hal tersebut adalah dengan melarang segala jenis tempat hiburan yang menimbulkan kontroversi. Seandainya sudah terlanjur berdiri, ia berharap masyarakat melaporkannya kepada Pemkab Probolinggo. “Kalau ada, laporkan, saya tutup,” katanya.

Dalam sambutannya, Bupati Tantri banyak membahas peran pemuda dalam pembangunan di Kabupaten Probolinggo. GP Ansor adalah salah satu organisasi kepemudaan yang akan sangat berperan dalam mengarahkan para pemuda untuk melakukan kegiatan positif.

“Saya harap Ansor Kraksaan menjadi penggerak kaum muda untuk selalu positif dan berpikir dan bergerak. Banyak program Pemerintah Kabupaten Probolinggo yang perlu dibantu pelaksanaannya agar target pengentasan kemiskinan tercapai. Kemiskinan berhasil dientas, sementara IPM (Indeks Pembangunan Manusia) Kabupaten Probolinggo semakin membaik,” pungkasnya. (wan/abh)

Reporter : Syamsul Akbar
Minggu, 10 Januari 2016/ probolinggokab.go.id

(nahimunkar.com)