Pemkab Tasik Jabar Izinkan Warga Gelar Shalat Idul Adha , Prokes Harus Ketat

  
 


Wakil Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

SINGAPARNA, – Salah satu kegiatan yang diizinkan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya adalah melaksanakan ibadah Shalat Idul Adha mendatang. Masyarakat boleh menyelenggarakan Shalat Idul Adha secara berjemaah baik di Masjid maupun lapangan terbuka.

Meski tidak ada larangan, pelaksaan Shalat Idul Adha itu pun harus memenuhi ketentuan Protokol kesehatan. 

“Karena Kabupaten Tasikmalaya tidak termasuk yang darurat, Shalat Idul Adha tetap bisa digelar dengan Prokes yang ketat,” ujar Wakil Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin, Selasa 6 Juli 2021.

Prokes yang Cecep yakni, pelaksaan Shalat Idul Adha di masjid atau lapangan tempat mendirikan Shalat Idul Adha hanya boleh diisi 50 persen dari kapasitas. Dengan demikian, jemaah dapat betul-betul menjaga jarak saat berada di lokasi.

“Kapasitasnya tidak boleh lebih dari 50 persen kapasitas masjid atau lapangan. Prokesnya harus ketat,” ucap Cecep. 

Keterpenuhan 50 persen dari kapasitas tempat ibadah juga khusus bagi pribumi. Dalam arti, kata Cecep, warga setempat yang setiap saat beraktivitas di lingkungan tempat tinggalnya, bukan warga yang pulang dari perantauan.

“Kalau yang dari luar, kira-kira bahasanya daripada mengejar sunnah tapi menghadirkan madarat, lebih baik ambil yang paling maslahat. Amankan diri, amankan lingkungan,” tegas Cecep.

Editor: Dadi Haryadi

ayotasik.com, Selasa, 06 Juli 2021   Irpan Wahab Muslim

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 45 kali, 1 untuk hari ini)