Surabaya (SI Online) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengeluarkan surat pelarangan penjualan minuman keras (miras) di toko swalayan mulai pertengahaan April 2015 mendatang.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindagin) Kota Surabaya, Widodo Suryantoro mengatakan, pihaknya sudah mengirim surat tersebut kepada manajemen toko swalayan atau minimarket agar tidak lagi menjual minuman beralkohol. “Meski perda tidak ada aturan seperti itu, namun itu sudah peraturan pemerintah,” katanya seperti dikutip inilah.com, Jumat (20/2/2015).

Widodo menjelaskan, Pemkot Surabaya memberi batas toleransi kepada semua toko swalayan agar bebas dari miras dengan kadar 5 persen hingga pertengahan April mendatang. Selama ini, menurut dia, toko swalayan bebas berjualan miras dengan kadar 5 persen seperti bir.  “Dengan adanya peraturan ini maka minimarket tidak boleh berjualan miras selamanya, termasuk toko kecil-kecil atau pengecer,” ujarnya.

Langkah ini diambil seiring dengan adanya kebijakan yang dilakukan pada 16 Januari 2015 oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Rahmat Gobel melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 6 Tahun 2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan Terhadap Pengadaan, Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol. Aturan tersebut melarang penjualan alkohol di toko swalayan dan pengecer. Meski diterbitkan awal tahun, namun pelarangan tersebut baru efektif berlaku tiga bulan setelahnya yaitu 16 April 2015.

Widodo mengatakan jika sampai batas waktu yang ditetapkan ternyata masih ada yang berjualan, tentu ada sanksinya. Pihaknya akan melakukan penyitaan terhadap miras yang dijual di toko swalayan maupun di tingkat toko pengecer.

“April nanti kami akan melakukan razia terhadap toko swalayan maupun toko pengecer. Jika masih kedapatan masih berjualan, kami akan menyita. Kalau masih bandel tentu kami akan memberikan peringatan hingga ancaman penutupan,” katanya.

Namun untuk supermarket atau hypermarket penjualan miras masih dipersilakan. Hanya saja, mereka masih diberi ketentuan yaitu tidak boleh memajang miras sembarangan, namun disendirikan di outlet tertentu dan dikunci. “Yang membeli tidak boleh anak kecil, dan berseragam sekolah. Pembeli wajib menunjukkan KTP saat membeli miras tersebut,” pungkasnya.

red: adhila, Sabtu, 21/02/2015 06:17:43

(nahimunkar.com)