Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)


Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bisa dipastikan mengetahui saat Pemprov DKI Jakarta membeli tanahnya sendiri di Cengkareng.

“Logika publik: Mustahil Ahok tak tahu transaksi pembelian tanah senilai 600an miliar yang ada di bawah koordinasinya,” kata peneliti dari Universitas Leiden Belanda di akun Facebook-nya.

Kata alumni doktor dari Cultural Anthropology and Development Sociology, Leiden University ini, ada dua kemungkinan Ahok dalam kasus ini.

“Dua kemungkinan: dia bodoh sekali atau bohong besar. Orang percaya kemungkinan kedua yang terjadi,” ungkap Buni Yani.

Ia juga mengatakan Ahok mencitrakan diri bersih tapi indikasi korupsinya di mana-mana. “Ini berbahaya karena pengagumnya banyak sekali. Dia pintar sekali membodohi massa,” papar Buni Yani.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kembali menemukan indikasi dugaan korupsi pembelian lahan dalam penggunaan anggaran  APBD DKI 2015. Bila sebelumnya ada perbedaan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di Sumber Waras, kali ini pembelian lahan dilakukan di atas tanah milik DKI sendiri.

Staf ahli penanggung jawab pemeriksaan BPK Nyoman Wara mengatakan, sesuai laporan Hasil pemeriksaan (LHP) Keuangan Daerah DKI 2015, BPK akan melakukan pemeriksaan Investigatif atas Proses Pengadaan Alat Berat Penunjang Perbaikan Jalan Tahun Anggaran 2015 dan Pemeriksaan Investigasi Belanja Modal Pengadaan Lahan Untuk Pembangunan Rumah Susun Cengkareng Barat. Sayangnya mereka belum dapat mengungkapkan indikasi kerugian negara.

Sumber: suaranasional.com/28/06/2016

(nahimunkar.com)

 

(Dibaca 380 kali, 1 untuk hari ini)