Pemred Playboy Indonesia Digelandang ke Tahanan Cipinang Jakarta

Pemimpin Redaksi Majalah Playboy Indonesia digelandang ke Lembaga Pemasyarakatan Cipinang Jakarta. Eksekusi penahanan Erwin Arnada pemred majalah porno itu dilakukan Sabtu (9/10 2010) sore, sekitar pukul 17.00 WIB.

TEMPO Interaktif memberitakan, Erwin divonis dua tahun penjara oleh Mahkamah Agung atas penerbitan majalah Playboy Indonesia. Majelis kasasi menilai ia bersalah karena menyiarkan tulisan, gambar dan benda yang melanggar unsur kesopanan sebagaimana diatur dalam KUHP.

Sebelumnya diberitakan, Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan memvonis bebas Pemred Majalah Playboy karena dakwaan dengan Pasal 282 KUHP tentang Kesopanan dan Kesusilaan tidak terbukti.

Kemudian, penuntut umum mengajukan permohonan kasasi atas putusan tersebut dan MA memutuskan Erwin Arnada bersalah dan menjatuhkan dua tahun penjara.

Sebelum Erwin berhasil digelandang, kantor berita Antara memberitakan, Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan menyatakan terus memburu Pemimpin Redaksi Majalah Playboy, Erwin Arnada.

Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Muhammad Yusuf, di Jakarta, Jumat (09/ 10 2010) mengatakan, selama ini pihaknya sudah memberikan toleransi terhadap Pemred Majalah Playboy tersebut, namun yang bersangkutan tetap tidak memenuhi panggilan.

“Kita sudah memberikan dua kali toleransi bagi Erwin Arnada untuk menyerahkan diri, pada 5 dan 7 September 2010, namun dia tetap tidak hadir,” katanya.

Meskipun sudah dua kali mangkir dari pemanggilan, namun akhirnya dapat juga pemimpin majalah porno itu digelandang dan dijebloskan ke tahanan. Keruan saja pihak-pihak yang telah gerah dengan ulah penyebar kepornoan itu bersyukur dengan dijebloskannya penyebar maksiat ini ke tahanan.

Inilah berita-beritanya:

Bos Playboy Ditangkap, FPI Bersyukur

JAKARTA – Tertangkapnya mantan Pemimpin Redaksi Majalah Playboy Erwin Arnada sangat disyukuri oleh Front Pembela Islam (FPI).

“Kami berterima kasih kepada kepolisian dan kejaksaan yang telah bekerja keras sehingga dia (Erwin) tertangkap,” Terang Ketua FPI DKI Jakarta Habib Salim Alatas saat dihubungi okezone, Minggu (10/10/2010).

FPI juga akan terus memantau perkembangan proses hukum yang akan dijalani Erwin. “Kita akan lihat dulu proses peninjauan kembali kasus ini, tapi kami tetap meminta dia ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang karena apa yang dilakukannya telah merusak moral,” terangnya.

Tertangkapnya Erwin tidak akan membuat FPI berhenti dalam memberantas pornoaksi da pornografi. Dalam waktu dekat, lanjutnya, FPI akan menindak tegas Rumah Produksi K2K di Tebet.

“Mereka (K2K) rencananya akan mendatangkan bintang film porno Miyabi, kami akan tindak tegas semua yang merusak moral,” pungkasnya.(teb)

Minggu, 10 Oktober 2010 – 04:02 wib
Sumber: Tri Kurniawan – Okezone
(nahimunkar.com)

Erwin Arnada Pemred Playboy Indonesia Digelandang ke Penjara Cipinang

TEMPO Interaktif, Jakarta -Eksekusi penahanan Erwin Arnada, dilakukan Sabtu (9/10) sore ini, sekitar pukul 17.00 WIB. Pemimpin Redaksi majalah Playboy Indonesia itu digelandang ke Lembaga Pemasyarakatan Cipinang seusai mengurus pemberkasan di kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Erwin digelandang ke mobil tahanan setelah memberikan keterangan bersama kuasa hukumnya, Todung Mulya Lubis. Enam petugas kepolisian memboyongnya ke mobil tahanan ukuran minibus berwarna hijau yang telah diparkir di halaman dalam kantor.

Erwin divonis dua tahun penjara oleh Mahkamah Agung atas penerbitan majalah Playboy Indonesia. Majelis kasasi menilai ia bersalah karena menyiarkan tulisan, gambar dan benda yang melanggar unsur kesopanan sebagaimana diatur dalam KUHP.

Putusan itu mengubah vonis Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan Pengadilan Tinggi. Dalam putusan sebelumnya, Erwin dibebaskan dari segala tuntutan lantaran produk yang dihasilkannya telah mengandung kaidah jurnalistik dan tidak bermuatan pornografi.

Guna keperluan pembelaan, kata Todung, pihak pengacara saat ini tengah menyusun permohonan Peninjauan Kembali. “Kami menilai ada unsur kekhilafan hakim dalam menerapkan Undang-undang. Mestinya kasus ini diselesaikan menggunakan UU Pers, bukan KUHP,” ujarnya.

RIKY FERDIANTO

Sumber: TEMPO Interaktif, Sabtu, 09 Oktober 2010 | 18:04 WIB

Kejaksaan Buru Pemred Majalah Playboy

Jumat, 8 Oktober 2010 10:01 WIB

Jakarta (ANTARA News) – Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, menyatakan terus memburu Pemimpin Redaksi Majalah Playboy, Erwin Arnada, yang sampai sekarang belum menyerahkan diri.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kejaksaan di daerah, untuk menangkap Erwin Arnada,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Muhammad Yusuf, di Jakarta, Jumat.

Semula Erwin Arnada berjanji akan menyerahkan diri secara sukarela kepada Kejari Jaksel pada pukul 10.00 WIB, Kamis (7/10).

Namun sampai batas waktu yang ditentukan, yang bersangkutan tidak menunjukkan batang hidungnya di Kejari Jaksel, hingga dikeluarkan surat perintah (sprint) penangkapan secara paksa terhadap dirinya.

Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan memvonis bebas Pemred Majalah Playboy karena dakwaan dengan Pasal 282 KUHP tentang Kesopanan dan Kesusilaan tidak terbukti.

Kemudian, penuntut umum mengajukan permohonan kasasi atas putusan tersebut dan MA memutuskan Erwin Arnada bersalah dan menjatuhkan dua tahun penjara.

Yusuf menambahkan pihaknya berkonsentrasi di empat titik keberadaan Erwin Arnada, yakni, di Bali, Jakarta Barat, Tangerang dan Parung, Bogor.

Dikatakan, selama ini pihaknya sudah memberikan toleransi terhadap Pemred Majalah Playboy tersebut, namun yang bersangkutan tetap tidak memenuhi panggilan.

“Kita sudah memberikan dua kali toleransi bagi Erwin Arnada untuk menyerahkan diri, pada 5 dan 7 September 2010, namun dia tetap tidak hadir,” katanya.

Disebutkan, informasi dari kuasa hukumnya, bahwa Erwin Arnada akan terbang dari Bali ke Jakarta pada pukul 21.00 WIB, Kamis (7/10).

“Tapi setelah dicek oleh tim kami ke sejumlah maskapai penerbangan, nama yang bersangkutan tidak ada,” katanya.

(ANT/A024)

Sumber: antaranews

(nahimunkar.com)

(Dibaca 284 kali, 1 untuk hari ini)