Rahmad Saputra, Juru Bicara Aksi Pemuda Aceh Menggugat saat berorasi di depan Kantor MNC group


Aliansi Pemuda Aceh Mengugat memberi waktu 3 x 24 jam, agar panitia pelaksana Miss Indonesia  dan Flavia Celly Jatmiko untuk meminta maaf kepada rakyat Aceh melalui media cetak dan elektronik, karena telah mencatut nama Aceh dalam pergelaran acara mereka.

“Apabila tuntutan ini tidak dikabulkan, maka kami dari aliansi pemuda Aceh Jakarta akan melakukan mobilisasi masa yang besar lagi, dan kami akan meja hijaukan Ketua Yayasan Miss Indonesia,” kata Koordinator Aksi Aliansi Pemuda Aceh Mengugat, Zikrillah, S.Pdi, saat melakukan aksinya di depan kantor MNC TV Jakarta, Jumat 26 Februari 2016.

Dalam tuntutan yang dibacakan tersebut, Aliansi Pemuda Aceh Mengugat menyatakan, mengutuk MNC Group dan yayasan pelaksana Miss Indonesia 2016 yang telah melecehkan harkat martabat Wanita Aceh.

Mereka juga meminta agar panitia Miss Indonesia tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama pada ajang-ajang berikutnya,

“Kami mengajak semua rakyat Aceh dimanapun berada, baik dalam maupun luar negeri untuk menyuarakan penolakan keterwakilan Aceh dalam ajang Miss Indonesia dan sejenisnya yang bertentangan dengan nilai-nilai syariat islam serta adat dan budaya Aceh,” tegas Zikrillah,

Sementara itu, Rahmad Saputra, S.IP Juru Bicara Aliansi Pemuda Aceh mengungat yang juga merupakan Ketua Persatuan Sumberdaya Muda Indonesia Provinsi Aceh, dalam orasinya menyampaikan bahwa pencatatutan nama Aceh di ajang kontes kecantikan di indonesia ini merupakan sebuah bentuk penghinaan terhadap martabat rakyat khususnya bagi perempuan Aceh,

“Pencatutan nama Aceh merupakan sebagai bentuk penghinaan yang nyata, harusnya panitia pelaksana tidak mencatut perwakilan daerah sembarangan. Apalagi perwakilannya itu sama sekali bukan warga keturunan Aceh, tidak memiliki ikatan apapun sama aceh, termasuk dia Flavia Celly Jatmiko itu tidak pernah sama sekali tinggal di Aceh,” ujar Rahmad.

Ali Hamzah salah satu orator dalam aksi tersebut juga menyampaikan, bahwa panitia penyelenggaran dalam hal yayasan Miss Indonesia yang diketuai oleh Liliana Tanoesudibjo, yang juga merupakan istri dari ketua Umum Partai Perindo, CEO MNC Grup Harry Tanoesudibjo sudah dua kali mencatut nama Aceh dalam ajang pemilihan ini tanpa sepengetahuan pemerintah Aceh. “Dan kami kira ini sudah mempermalukan Aceh yang notabene merupakan daerah yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai ke agaman, termasuk sangat menghargai perempuan dan memperlakukannya perempuan secara beradab,” ungkap Ali secara menggebu-gebu.(sp/klikkabar)

By: sangpencerah.com/Februari 28, 2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.477 kali, 1 untuk hari ini)