Lukisan Presiden Jokowi (IST)


Umat Islam wajib hukumnya memilih Joko Widodo (Jokowi) untuk menjabat dua periode.

“Ulama sudah ada yang berbicara untuk dukung Jokowi dua periode. Dan umat Islam wajib mentaati ulama tersebut,” kata Koordinator Pemuda Aswaja Nur Khalim kepada suaranasional, Sabtu (14/10).

Kata Nur Khalim, ulama sangat bijak mendukung Jokowi dua periode karena selama ini kepemimpinan mantan Wali Kota Solo mendukung Islam.

“Ada peringatan hari santri. Kelompok santri pun mendapat tempat di pemerintahan Jokowi,” jelas Nur Khalim.

Sejumlah ulama, Selasa (3/10) menyambangi Istana Kepresidenan, Jakarta, untuk bertemu Presiden Joko Widodo.

Pertemuan berlangsung secara tertutup.

Seusai pertemuan, para ulama yang berasal dari Jawa Tengah itu mengungkapkan tidak banyak hal yang dibahas dengan Presiden.

Salah satu ulama, KH Ahmad Khoirun Nasihin mengungkapkan kedatangannya ke Istana hari ini untuk menyampaikan dukungan mereka kepada Presiden Jokowi hingga tahun 2024.

“Saya enggak bahas apa-apa. Menyampaikan dukungan dengan beliau dengan Pak Joko Widodo biar sampai nanti bangunannya selesai 2024,” kata Nasihin.

***

Kongres NU 1927 Menjunjung Sepuluh Jari Pemerintah Belanda

Posted on 31 Desember 2014 – by Nahimunkar.com

rmi-nu.or.id

Untuk mengetahui sebagian kiprah NU terutama yang belum tentu menguntungkan Islam bahkan kadang jauh dari Islam yang benar, dapat disimak tulisan berikut ini:

…yang menyandang sikap yang kadang tidak menguntungkan Islam, sehingga sikapnya itu gampang cocok dengan musuh Islam justru dilakukan pula oleh jum’iyyah terbesar di Indonesia yakni NU.

Makanya bagi yang faham akan watak NU (Nahdlatul Ulama), tidak begitu kaget ketika kini di Indonesia sudah disiapkan kader NU warisan Gus Dur yang  diplot  untuk membangun sebuah jejaring politik dan bisnis Yahudi di Indonesia.

Memangnya kenapa tidak begitu kaget?

Ya, coba buka sejarah atau buku-buku tentang dosa-dosa NU, atau buku Bila Kyai Dipertuhankan Membedah Sikap Beragama NU karya Hartono Ahmad JaizDi sana telah tertera dalam sejarah secara jelas dan gamblang watak NU. Mari kita simak kutipan ini:

Kadang-kadang NU disifatkan orang sebagai suatu partai yang secara khas biasa mendukung setiap pemerintahan yang ada. Karena kesediaannya setiap waktu  memasuki kabinet apapun, partai ini juga sering dituduh sebagai berpaham petualang. “Para pemimpin NU adalah tipe “solidarity maker”, pembangun lambang-lambang, baik lambang tradisional maupun lambang kebangsaan”. Namun warna dan suasana NU jelas tetap bersifat konservatif sewaktu ia menjadi partai politik. Partai memberi kesan dikuasai oleh para kiai dan ulama. Menurut Herbert Feith, “Tidak seorang pun terdapat dalam kalangan kepemimpinan NU ini yang memiliki kemahiran yang diperlukan dalam negara modern.”  (BJ Boland, Pergumulan Islam di Indonesia, terjemahan,  Grafiti Pers, Jakarta, cetakan pertama 1985, halaman 55, mengutip Feith, The declien, h 234).

Catatan sejarah tentang NU bisa disimak pula, untuk menjelaskan komentar tersebut di atas, sebagai berikut:

“Arsip kolonial dengan kode 261/X/28.

Isi arsip melaporkan kongres NU di Surabaya 13 Oktober 1927 yang penuh dengan pidato-pidato yang menjunjung pemerintah Belanda sebagai pemerintah yang adil, cocok dengan Islam, dan patut dijunjung sepuluh jari. Sementara itu tokoh Islam yang menantang Belanda, menurut laporan itu, dicaci maki dan pantas dibuang ke Digul.”  (Majalah Tempo, Jakarta, 26 Desember 1987, seperti dikutip KH Firdaus AN, Dosa-dosa Politik, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta, cetakan pertama, 1999, halaman 52, lihat buku Hartono Ahmad Jaiz dan Abduh Zulfidar Akaha, Bila Kyai Dipertuhankan, Membedah Sikap Beragama NU).

(Hartono Ahmad Jaiz, Keserakahan Yahudi, Nasrani, dan Gengnya, WIP Solo 2011, halaman 87-88).

***

Watak NU yang seperti itu, kini sudah bertaubat ataukah belum, mari kita simak beberapa sorotannya.

Andil NU, Banser, dan PKB dalam Memuluskan Kristenisasi, Natalan dan Merusak Aqidah Islam

By nahimunkar.com on 23 December 2014

Mega Proyek Kristenisasi di Indonesia dan Andil NU, Banser, serta PKB

https://www.nahimunkar.org/andil-nu-banser-dan-pkb-dalam-memuluskan-kristenisasi-natalan-dan-merusak-aqidah-islam/

Said Aqil Siradj Sebut Goblok Warga NU yang Tidak Hidupkan Syiar Syiah

By nahimunkar.com on 18 December 2014

Said Aqil Siradj ketua umum NU (Nahdlatul Ulama) menyebut GOBLOK warga nahdliyyin (NU) yang tidak mengenal dan menghidupkan syiar-syiar aliran Syiah.

https://www.nahimunkar.org/said-aqil-siradj-sebut-goblok-warga-nu-yang-tidak-hidupkan-syiar-syiah/

Na’udzubillaah! PKB Rayakan Tahun Baru (Cina) Imlek di Kantor Pusat PKB

By nahimunkar.com on 31 January 2014

Perayaan tahun baru Imlek 2565 di Kantor DPP PKB, Jakarta. [JX/For] http://jia-xiang.biz/

Entah masih menggubris Islam atau tidak, partai PKB yang dibikin oleh kyai-kyai NU ini mengadakan perayaan tahun baru (Cina) yang disebut Imlek. Tidak tanggung-tanggung, acara agama (yang menurut Islam adalah kemusyrikan) itu diselenggarakan PKB di kantor DPP PKB Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat , Rabu (29/1/14).

Sebelumnya, perayaan agama kekafiran telah diadakan oleh PKB pula di Jakarta beberapa waktu lalu. Berita dan ulasannya dapat dibaca dalam tulisan berjudul: Perayaan Natal Diselenggarakan Oleh Partai Kyai-kyai NU? – See more at: https://www.nahimunkar.org/perayaan-natal-diselenggarakan-oleh-partai-kyai-kyai-nu/#sthash.hy7ahoUe.dpuf

 Perayaan Imlek maupun Natalan sejatinya bukan perayaan Islam. Kenapa partai yang didirikan oleh kyai-kyai NU itu jusru sengaja-ngaja merayakannya, bahkan di kantor pusatnya?

https://www.nahimunkar.org/naudzubillaah-pkb-rayakan-tahun-baru-cina-imlek-di-kantor-pusat-pkb/#sthash.16Kxev3O.dpuf

Dosa-dosa Besar NU, Banser, dan PKB

By nahimunkar.com on 19 December 2014

By nahimunkar.com on 1 March 2014

Dari kenyataan lakon NU, Banser NU, dan PKB (yang akan diuraikan dengan bukti-bukti dalam tulisan ini) tampaknya mereka tidak menggubris penjagaan terhadap iman Umat Islam bahkan sebaliknya. Kalau dirujukkan kepada ayat Al-Qur’an maka tingkah mereka itu lebih kejam dibanding membunuh manusia. Karena mengembalikan Umat Islam dari keimanan Tauhid kepada kemusyrikan atau kekafiran itu lebih kejam dibanding pembunuhan. Sedangkan mereka (tingkah NU, Banser NU, dan PKB besutan NU) bisa ditarik pandangan bahwa mereka memberi jalan adanya pemurtadan yang selama ini digencarkan dengan kristenisasi. Hingga di mana-mana banyak orang murtad, bahkan para artis seolah tidak risih lagi mengaku murtad.

https://www.nahimunkar.org/dosa-dosa-besar-nu-banser-dan-pkb-2/

Pemurtadan itu menurut Al-Qur’an adalah lebih dahsyat bahayanya dibanding pembunuhan fisik. Karena kalau seseorang itu yang dibunuh badannya, sedang hatinya masih beriman (bertauhid), maka insya Allah masuk surga. Tetapi kalau yang dibunuh itu imannya, dari Tauhid diganti dengan kemusyrikan atau kekafiran, maka masuk kubur sudah kosong iman tauhidnya berganti dengan kemusyrikan/ kekafiran; maka masuk neraka selama lamanya. Hingga ditegaskan dalam Al-Qur’an:

وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ  [البقرة/191]

dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan. (QS Al-Baqarah: 191)

وَالْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ [البقرة/217]

Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. (QS Al-Baqarah: 217).

Arti fitnah dalam ayat ini adalah pemusyrikan, yaitu mengembalikan orang mu’min kepada kemusyrikan. Itu dijelaskan oleh Imam At-Thabari dalam tafsirnya:

عن مجاهد في قول الله:”والفتنة أشدُّ من القتل” قال: ارتداد المؤمن إلى الوَثن أشدُّ عليه من القتل. –تفسير الطبري – (ج 3 / ص 565)

Dari Mujahid mengenai firman Allah وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ ia berkata: mengembalikan (memurtadkan) orang mu’min kepada berhala itu lebih besar bahayanya atasnya daripada pembunuhan. (Tafsir At-Thabari juz 3 halaman 565).

Itulah betapa dahsyatnya pemusyrikan yang kini justru digalakkan secara intensip dan sistematis, masih pula ditemani secara mesra oleh mereka yang tidak menyayangi iman Umat Islam itu. Relakah generasi Muslim yang menjadi mayoritas penduduk Indonesia bahkan merupakan penduduk yang jumlah Muslimnya terbesar di dunia ini dibunuhi imannya secara sistematis?

Contoh nyata pemutadan yang sangat menyayat hati umat Islam di anaranya dapat dibaca artikel:Brutalnya Kristenisasi di Indonesia

Inilah di antara dosa-dosa besar NU, Banser NU, dan PKB terhadap Umat Islam :

Mega Proyek Kristenisasi di Indonesia dan Andil NU, Banser, serta PKB

  • NU, Banser NU, dan PKB ada andilnya dalam kristenisasi.
  • Memberi jalan atau memuluskan jalannya pemurtadan itu sangat berbahaya, lebih berbahaya dibanding membunuh jiwa. Karena pemurtadan itu membunuh iman Umat Islam,  mengakibatkan kekal di neraka.

https://www.nahimunkar.org/dosa-dosa-besar-nu-banser-dan-pkb-2/

Astaghfirullah, Banser & GP Ansor NU Akan Amankan Perayaan Natal https://www.nahimunkar.org/?p=39586 

Itu baru satu bab tentang pemurtadan yang digencarkan kaum salibis. Belum masalah lain-lain yang tidak kalah bahayanya yaitu pembelaan mereka terhadap Syiah yang jelas-jelas penghancur aqidah Islam. Belum lagi masalah dukungan mereka terhadap ritual-ritual yang membahayakan aqidah seperti menyuburkan apa yang disebut tour ziarah ke kubur-kubur yang dikeramatkan dan sebagainya.

Semoga Allah menyelamatkan Umat Islam dari segala godaan syetan, baik yang dari kalangan jin maupun manusia, apalagi manusianya pakai label-label yang tampaknya Islami, namun sejatinya menjerumuskan seperti tersebut. Na’udzubillahi min dzalik!

(nahimunkar.org)