Heboh Ustadz Tivi Membuang Ayat tentang Memilih Pemimpin

menimbulkan protes dari berbagai kalangan Umat Islam. Kali ini sejumlah pemuda dan mahasiswa memprotes dengan mendatangi kantor Trans TV di Jalan Kapten Tendean Jakarta Selatan pada Selasa (17/11/2015) siang.

Salah seorang orator menegaskan , bahwa Maulana (ustadz tivi ini) tak pantas untuk dipanggil sebagai Ustadz. “Sebut saja biduan dan lebih pantas lagi sebagai pelawak,” ujar orator.

Ustadz selebriti, Muhammad Nur Maulana, atau yang lebih akrab disebut Ustadz Maulana, pada satu kesempatan baru-baru ini menegeluarkan pernyataan kontroversi di kalangan umat Islam.

Pernyataan ini ia sampaikan dalam program “Islam Itu Indah” yang ditayangkan salah satu stasiun televisi swasta.

Pada kesempatan tersebut, yang disiarkan pada Senin, (9/11/2015) pagi, ustadz yang lemah gemulai itu berpendapat bahwa memilih pemimpin dari kalangan non muslim adalah suatu kebolehan. Dalam Islam tidak mempermasalahkan perihal agama dalam kepemimpinan. (link video: https://www.youtube.com/watch?v=Ptt2djCxnOA

Perlu diketahui, sebenarnya sudah ada ayat tentang memilih pemimpin, namun seorang ustadz tivi pilih pakai gambaran sebagai qiyas. Diibaratkan naik kapal terbang, tidak perlu tanya, pilotnya Islam atau bukan.

Padahal dalam Islam, sudah jelas ada larangan memilih orang kafir jadi pemimpin. Dalam Al-Qur’an Surat An-Nisaa’ : 144, Allah Ta’ala berfirman:

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَتُرِيدُونَ أَنْ تَجْعَلُوا لِلَّهِ عَلَيْكُمْ سُلْطَانًا مُبِينًا} [النساء: 144]

“Hai orang-orang yang beriman,  janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Alloh (untuk menyiksamu) ?” (An-Nisaa’ : 144).

Ketika sudah ada nash (teks ayat atau hadits yang jelas) maka tidak diperlukan qiyas. Laa qiyaasa ma’an nash. Itu sudah menjadi kaidah baku.

Keruan saja kasus ini menjadi ramai dan banyak pihak yang memprotesnya, hanya saja seakan pihak Transtivi cuci tangan dan menganggapnya selesai. Maka bertandanglah pemuda dan mahasiswa meprotes dengan mendatangi kantor Transtivi.

Inilah beritanya.

***

Pemuda dan Mahasiswa Datangi Trans TV, Tuntut Maulana Minta Maaf Kepada Umat Islam

Massa-datangi-kantor-Trans-Tv0345

Massa datangi kantor Trans Tv

JAKARTA (fokusislam) – Sejumlah Massa yang tergabung dalam organisasi kepemudaan dan mahasiswa seperti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Gerakan Pemuda Islam Indoensia (GPII), Mahasiswa Pecinta Islam (MPI) dan Hima Al Wasliyah mendatangi kantor Trans TV di Jalan Kapten Tendean Jakarta Selatan pada Selasa (17/11/2015) siang.

Kedatangan mereka untuk memprotes ceramah Ustadz Maulana yang menyampaikan ceramah dalam program ‘Islam itu Indah’ Trans TV bahwa dalam memilih pemimpin tak perlu melihat dari latar belakang agamanya.

“Kita menuntut maulana untuk minta maaf kepada seluruh umat islam!,” kata salah seorang orator menggunakan pengeras suara.

Massa yang datang sambil membawa spanduk berisi kalimat desakan kepada Ustadz yang dikenal dengan sebutan “Jamaah oh Jamaah” ini untuk memohon maaf kepada umat Islam.

“Kita umat islam di anugerahi oleh allah sebagai khalifah dimuka bumi, sungguh sangat lucu statement yang dibuat maulana bahwa pemimpin tidak perlu dari umat islam,” ucap orator dengan suara keras.

Dalam orasinya, disebutkan bahwa Maulana tak pantas untuk dipanggil sebagai Ustadz. “Sebut saja biduan dan lebih pantas lagi sebagai pelawak,” ujar orator.

Reporter: Anang S
Redaktur: Budi M

Penulis Admin –

http://fokusislam.com, Selasa, 17 Nov 2015 14:56

(nahimunkar.com)

(Dibaca 19.138 kali, 1 untuk hari ini)