Suasaana Pelaksanaan Haji 2011 di Tanah Suci

Kasihan benar nasib jamaah haji kloter 18 SOC asal Demak, Jawa Tengah. Seharusnya kloter yang berisi 375 orang itu berangkat dari Bandara King Abdul Aziz, Jeddah pada 16 November pukul 23.15 waktu setempat. Tapi sempat mengalami hambatan.

DIRENCANAKAN jamaah itu sampai di debarkasi Solo, Jawa Tengah, kemarin (17/11) pukul 15.45 WIB. Namun, mereka kemarin siang waktu setempat baru diberangkatkan dari pemondokannya, 604 di Hafair, Makkah menuju Jeddah. Seharusnya, mereka diberangkatkan ke Jeddah pada 15 November pukul 15.15 waktu setempat untuk menginap di Romansia (Hotel Transito di Jeddah) ’’Kami sudah dua hari ini tidak bisa pulang ke Tanah Air, malah kloter yang di belakang kami sudah pulang duluan,’’ kata Haryono, seorang jamaah haji kloter 18 SOC, di Makkah, kemarin (17/ 11).

Dijelaskan, pihak Garuda mencatat kloter 18 SOC terdapat 375 orang yang akan pulang, tapi oleh pihak maktab, jamaah yang akan pulang dikirim 130. ’’Akibat perbedaan data ini kami gagal pulang, karena pihak penerbangan tidak mau membawanya karena jumlah jamaah tidak klop dengan data penerbangan di bandara,’’ katanya. Menurut dia, akibat tidak bisa pulang tepat waktu, para jamaah telantar. ’’Air minum pun sudah tak ada. Banyak para jamaah, terutama yang berusia lanjut stres karena tak bisa segera pulang. Banyak yang tidak mau lagi tidur di kamar dan memilih tidur di lantai depan pintu untuk mengantisipasi kemungkinan mereka akan dipulangkan,’’ jelasnya.

Ditemui di ruang kerjanya, Kepala Daerah Kerja Makkah Arsyad Hidayat mengaku, pihak naqobah (sejenis Organda) dan Muassasah Asia Tenggara belum bersedia mengirim bus untuk memberangkatkan jamaah ke Jeddah.’’Mereka yang punya otoritas terkait bus,’’ ujarnya di Makkah, kemarin (17/11). Alasan mereka, dari monitor yang terakses dengan pihak otoritas Bandara King Abdul Aziz, GACA (General Authority of Civil aviation) pesawat Garuda hanya menyediakan seat 130 orang. Padahal yang diterbangkan aturannya 375. Tapi kemarin siang, para jamaah itu sudah diberangkatkan dari pemondokan menuju Jeddah dan langsung menuju bandara.

Terpisah, Vice President for Haj dari pihak Garuda Hadi Syahrean dihubungi wartawan membantah bahwa pihak Garuda hanya menyediakan 130 kursi untuk kloter 18 SOC. Menurutnya, pesawat Garuda yang dikirim baik nomor flight, jenis pesawat, dan kapasitasnya sudah tercantum dalam kontrak dengan Kementerian Agama. Hadi mempertanyakan informasi angka ketersediaan seat hanya 130 orang dari mana sumbernya. (zul/) indopos.co.id

***

Jumlahnya berbeda

Sebelumnya diberitakan jamaah haji asal kelompok terbang SOC berjumlah 375 orang sudah dua hari ini belum bisa kembali ke Tanah Air karena adanya perbedaan data jumlah penumpang yang didapat Garuda Indonesia dengan pihak maktab (pondokan).

“Kami sudah dua hari ini tidak bisa pulang ke Tanah Air, malah kloter yang dibelakang kami sudah pulang duluan,” kata seorang jamaah haji asal Solo, Haryono.

Rombongan haji SOC kelompok terbang (Kloter) 18 jumlahnya 375 orang dan berada di pondokan wilayah Hafair.

Dikatakannya, pihak penerbangan Garuda mencatat Kloter 18 SOC terdapat 375 orang yang akan pulang, tapi ternyata oleh pihak maktab jamaah yang akan pulang hanya dikirim 130. “Akibat perbedaan data ini kami gagal pulang, karena pihak penerbangan tidak mau membawanya karena jumlah jamaah tidak klop dengan data penerbangan di bandara,” katanya.

Menurut dia, akibat tidak bisa pulang tepat waktu sementara sewa pondokan sudah habis, maka para jamaah pun terlantar.

Republika – Kam, 17 Nov 2011/ REPUBLIKA.CO.ID

(nahimunkar.com)

(Dibaca 223 kali, 1 untuk hari ini)