ilustrasi gambar by VOA ISLAM

Dikabarkan, dalam rangka kampanye kunjungan RK ke desa cadasmekar Purwakarta, RK bertemu dengan Hasanudin yg disebutnya memiliki penyakit busung lapar.

Hasanudin disuruh berbaring lalu difoto bersama RK oleh juru kampenyanya.

Kemudian foto itu diunggah di Facebook official Ridwan Kamil dengan berita terjadinya busung lapar di desa tersebut.

Dan mengkampanyekan program kesehatan RK bisa dijalankan di Jawa Barat.

Mengetahui berita tersebut, pihak keluarga Hasanudin marah karena Hasanudin saat ini keadaannya sehat wal afiat.
Keluarga Hasanudin melaporkan pernyataan jurkam RK ke kepala desa.

Dan kepala desa pun berang karena dia selalu melakukan pengecekan ke setiap warga dan tidak pernah didapatkan busung lapar.

Menurut keluarga Hasanudin, pertumbuhan badan hasanudin menjadi tidak normal karena pada usia 8 tahun terserang liver, sejak saat Itu pertumbuhan badannya terganggu.

Demikian postingan Keynarra Keyshila Putri 24 Juni pukul 19.04 di fb disertai video.

https://www.facebook.com/atosatu.atu/videos/265417680870475/

***

Salah perhitungan dia, coba yang dijadikan obyek itu orang bisu tuli dsb, atau kerbau sekalian; tidak akan ada yang bisa mewawancarainya… ha haa… tapi nanti kalau ada yg mempraktekkannya, saya berlepas diri. ga’ mau ikut kecipratan dosanya. karena ini hanya untuk mengomentari bhw bagaimanapun pencitraan yg mengandung kebohongan itu sangat tercela. sedangkan pencitraan dalam kebaikan saja sangat dilarang dalam Islam, namanya riya’, hukumnya syirik kecil (kemusyrikan kecil) termasuk dosa terbesar, bahkan sangat dikhawatirkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam atas ummatnya. Karena sebenarnya / seharusnya perbuatan baik itu musti ikhlas hanya untuk Allah Ta’ala, bukan untuk mendapatkan simpati diri alias pencitraan. Anehnya, sekarang justru jadi alat kampanye, bahkan dikabarkan ada yang bercampur dusta lagi. betapa mengerikannya. Bagaimana akan ada berkah Allah Ta’ala, bila kondisi dan situasinya justru berlawanan dengan agama seperti ini?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ الشِّرْكُ الأَصْغَرُ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الشِّرْكُ الأَصْغَرُ قَالَ الرِّيَاءُ

Sesungguhnya yang paling aku takutkan dari apa yang aku takutkan menimpa kalian adalah syirkul ashghar (syirik kecil).” Maka para shahabat bertanya, ”Apa yang dimaksud dengan syirkul ashghar?” Beliau shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab,“Ar-riya’.” (HR. Ahmad no. 27742.)

 Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

«إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمُ الشِّرْكُ الْأَصْغَرُ» قَالُوا: وَمَا الشِّرْكُ الْأَصْغَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: ” الرِّيَاءُ، يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ: إِذَا جُزِيَ النَّاسُ بِأَعْمَالِهِمْ: اذْهَبُوا إِلَى الَّذِينَ كُنْتُمْ تُرَاءُونَ فِي الدُّنْيَا فَانْظُرُوا هَلْ تَجِدُونَ عِنْدَهُمْ جَزَاءً

 “Sesungguhnya yang paling aku takuti menimpa kalian adalah syirik kecil”, para sahabat bertanya, “Apa yang dimaksud syirik kecil itu wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “(Syirik kecil itu) riya’, Allah ‘Azza wa Jalla berfirman pada hari kiamat kepada mereka (orang-orang yang riya’ dalam beramal), yaitu ketika Allah Ta’ala telah membalas amal-amal manusia, (maka Allah katakan kepada mereka), “Pergilah kalian kepada orang-orang yang dahulu kalian perlihatkan (riya’) amalan-amalan kalian ketika di dunia, maka lihatlah apakah kalian akan mendapatkan balasan (kebaikan) dari mereka?!”.” (HR. Ahmad, no. 23630, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shohihut Targhib, no. 32)

Hajaiz

(nahimunkar.org)

(Dibaca 442 kali, 1 untuk hari ini)