.

 

  • Ngawurnya Manusia Indonesia Soal Jilbab Akan Jadi Sejarah

Jilbab adalah pakaian Muslimah yang ada hukumnya dalam Islam. Karena berkaitan dengan menutup aurat bagi wanita. Sedang menutup aurat itu wajib.

Suatu kewajiban dalam Islam, tidak ada yang berhak untuk menafikannya ataupun menganulirnya, ataupun menganggapnya tidak relevan lagi dan sebagainya.

Resiko dari meninggalkan kewajiban dalam Islam tentu saja berdosa. Dan lebih berdosa lagi bila menganggap boleh-boleh saja untuk tidak ditaati. Lebih berdosa lagi bila anggapan tidak perlu ditaati itu disiarkan oleh si penganggapnya. Dan lebih dosa lagi orang yang menganggapnya tidak berdosa ketika tidak mentaati kewajiban itu. Dan lebih berdosa lagi si penganggap tidak berdosa itu menyiarkan anggapannya itu untuk umum.

Sebegitu berat tanggungan dosanya namun ternyata manusia Indonesia ada yang “berfatwa” ngawur soal jilbab itu. Fatwa ngawur itu ketika diikuti orang maka akan mendapatkan dosaq ditambah dengan dosa-dosa orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka.

Apalagi mereka itu sudah diingatkan orang. Bila mereka tidak rujuk dari pendapatnya yang  berselisihan dengan Islam itu dan tidak bertaubat, maka betapa ruginya mereka.

Inilah beritanya.

https://www.nahimunkar.org/fatwa-jilbab-oleh-prof-dr-quraish-shihab-mendapat-kritikan-dari-dr-ahmad-zain-najah/

Dan berita tentang Kapolri Sutarman sebagai berikut.

MUI dan NU Kecam Kapolri yang Nyatakan Polwan Tidak Berjilbab Tidak Berdosa

(nahimunkar.com)

(Dibaca 34.341 kali, 1 untuk hari ini)