Pendeta Cabul di Surabaya, Gerombolan Buzzer Istana Membisu


Gerombolan buzzer istana membisu adanya pendeta cabul di Surabaya, Jawa Timur.

“Gerombolan buzzer istana membisu (soal adanya) pendeta cabul di Surabaya,” kata aktivis politik Rahman Simatupang kepada suaranasional, Rabu (10/3/2020).

Menurut Rahman, buzzer Istana berisik di media sosial memfitnah Habib Rizieq dengan tuduhan mesum. “Buzzer Istana itu bayaran yang tugasnya memfitnah umat Islam,” ungkapnya.

Kata Rahman, media sampah seword juga tidak akan ‘menggoreng’ pendeta cabul. “Buzzer dan media sampah seword, melekpolitik hanya menyerang umat Islam,” jelas Rahman.

Seorang oknum pendeta di Surabaya, HL (57) ditangkap Kepolisian Daerah Jawa Timur (Jatim) lantaran diduga telah mencabuli jemaatnya yang masih di bawah umur.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan perbuatan itu telah dilakukan tersangka HL belasan tahun silam, tepatnya pada 2005, sejak usia korban IW (26), masih berusia 12 tahun.

suaranasional.com11/03/2020 ByIbnu Maksum

***

Modus Keji Pendeta Cabul Surabaya Perkosa Anak-anak di Gereja

 

Perkosaan dilakukan di beberapa tempat berbeda.

SuaraJatim.id – Terungkap modus pendeta cabul Surabaya HL memperkosa anak-anak di dalam gereja. Pendeta cabul Surabaya memperkosa dengan memaksa.

 

Hal itu diungkap Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan. Dia menjelaskan pencabulan yang dilakukan tersangka pendeta cabul surabaya HL, bukan atas unsur suka sama suka.

 

“Yang jelas dilakukan semuanya paksaan tidak ada suka sama suka,” terang Kapolda Luki, Senin (9/3/2020).

 

Pendeta cabut berusia 57 tahun itu perkosa IW (26) di kompleks gereja kawasan Embong Sawo, Surabaya sejak usia korban masih 12 tahun.

 

Perkosaan itu dilakukan di kamar pendeta cabul HL dan di ruang tamu di lantai 4. Perbuatannya bukan dilakukan di tempat ibadah, namun masih satu area gereja.

 

Kekinian, korban IW tengah mengalami depresi atas tindakan tersangka. Bahkan, untuk memulihkan kondisinya, IW mendapat pendampingan trauma healing.

 

Polisi juga meluruskan tindak pencabulan itu berlangsung selama kurun waktu enam tahun, bukan 10 tahun. Korban dicabuli sejak tahun 2005-2011 ketika menginjak usia 12-18 tahun. Sayangnya, belum diketahu rinci berapa kali korban dicabuli. Selama itu pula korban acap kali mendapat ancaman.

 

Kontributor : Achmad Ali

(Suara.com/Ali) Pebriansyah Ariefana Senin, 09 Maret 2020 | 15:55 WIB

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 1.588 kali, 1 untuk hari ini)