Pendeta Cabul HL Divonis 10 Tahun Penjara, Keluarga IW Puas. Kini Dia Dijebloskan ke Rutan Medaeng Surabaya


PENDETA CABUL HANNY Layantara Dieksekusi ke Rutan Medaeng, Surabaya Jumat (2/9/20) sore./ realita.co

 

SURABAYA – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menjatuhkan vonis 10 tahun penjara kepada terdakwa Hanny Layantara. Pendeta Happy Family Center (HFC) itu dianggap secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 82 UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak, subsider pasal 289 KUHP, subsider pasal 294 KUHP. 

(Baca juga: Terbukti Cabuli IW, Pendeta Hanny Layantara Divonis 10 Tahun Penjara)

Bagaimana tanggapan keluarga korban, IW?. Keluarga IW melalui juru bicaranya, Bethania Thenu mengaku pihak keluarga cukup puas dengan putusan majelis hakim tersebut. Namun, hukuman penjara tersebut masih tidak sebanding dengan trauma yang dialami oleh korban.

“Kita sih berharap ada tambahan hukuman kebiri. Tapi nyatanya kan tidak. Kejahatan yang dilakukan oleh terdakwa, tidak bisa dibayar dengan apapun,” katanya, Senin (21/9/2020).


Akibat perbuatan cabul terdakwa, lanjut Bethania Thenu, masa depan korban menjadi hancur. Perlahan korban berupaya bangkit, meski butuh waktu bertahun-tahun. 



“Saya tidak tahu, dia (korban) bisa bangkit atau tidak. Dia (korban) diperlakukan (cabul) sejak berusia 13 tahun. Dia (korban) mendapat ancaman dan paksaan dari terdakwa yang tak lain adalah ayah rohaninya sendiri. Dia (korban) pun tahu dapat perlakuan tidak baik dari pendeta saat si pendeta berkhotbah,” imbuhnya.

Lebih jauh pihaknya menyatakan bahwa, putusan hakim sudah mengedepankan hak-hak anak. Putusan 10 tahun penjara tersebut menunjukkan bahwa, siapapun dan dengan latar belakang apapun, akan berhadapan dengan hukum ketika melakukan tindak kekerasan terhadap anak. 

“Saat ini kondisi kejiwaan korban (IW) masih belum stabil dan masih sering mengalami mimpi buruk. Kami juga terus melakukan pendampingan dan bimbingan psikologi,” pungkasnya. 
Diketahui, dalam putusan majelis hakim disebutkan, Hanny Layantara, sejak tahun 2008 hingga tahun 2011 diduga telah melakukan perbuatan cabul kepada anak dari pengusaha di Surabaya

Anak pengusaha berinisial IW itu dititipkan di Gereja HFC Surabaya. Aksi pencabulan dilakukan pendeta Hanny Layantara di lantai 4 ruang kerja Hanny, di Gereja HFC Jalan Embong Sawo Surabaya.

(eyt)

Lukman Hakim

SINDOnews, Senin, 21 September 2020 – 14:42 WIB

***

Divonis 10 Tahun, Pendeta HL Dijebloskan ke Rutan Medaeng

Surabaya- Pendeta Hanny Layantara yang divonis 10 tahun penjara, atas perbuatannya mencabuli anak angkatnya, akhirnya dijebloskan ke Rutan Kelas 1 Surabaya di Medaeng Sidoarjo. Pemindahan tahanan Hanny Layantara ini bersama 99 tahanan lain, yang sudah divonis di Pengadilan Negeri Surabaya. Sebelum dijebloskan ke sel, 100 terpidana ini menjalani protokol covid 19, yakni rapid tes dan karantina selama 14 hari.

 

Kejaksaan Negeri Surabaya melakukan pemindahaan terhadap 100 tahanan yang telah menerima putusan dari Pengadilan Negeri Surabaya. Satu dari 100 tahanan, yakni Hanny Layantara, pendeta yang mencabuli anak angkatnya. Pemimpin jemaat gereja Happy Family ini divonis 10 tahun penjara, dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan penjara, oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya pada 21 September lalu.

 

Handanu, Kepala Rutan Kelas 1 Surabaya mengatakan, tak ada perlakuan khusus terhadap tahanan Hanny Layantara. Semua tahanan diperlakukan sama dengan menjalani protokol covid 19, yakni rapid tes dan karantina di blok k selama 14 hari sebelum bergabung dengan terpidana lain.

 

Handanu menambahkan, lantaran hukuman tahanan Hanny Layantara cukup tinggi, yakni 10 tahun penjara, ada kemungkinan dipindahkan ke Lapas Porong atau rutan lain di Jawa Timur.(end)

Reporter : Fakhrurrozi

pojokpitu.com, Hukum Sabtu, 03-10-2020 | 16:11 wib

(nahimunkar.org)

 


 

(Dibaca 210 kali, 1 untuk hari ini)