Pendeta HL “Genderuwo” Cabuli IW Terlama di Dunia



Penampakan HL, Pendeta yang Rudapaksa Jemaatnya/ foto riauonline

 

SURABAYA, – Pendeta bermental bejad, HL alias Dr Hanny Layantara yang bergelar Doktor ini dijatah ancaman penjara 15 tahun. Itu hadiah baginya setelah napsu birahinya puas menodai kegadisan jemaatnya IW sejak usai 9 tahun hingga kini berusia 26 tahun.

Tapi warga menilai ancaman hukuman 15 tahun bagi HL tidak cukup. “Klo aku maunya HL dihukum mati saja. Karena dia seorang Pendeta Happy Family Center. Hukumannya harus ekstra berat, jangan pakai hukuman yang biasa- bia saja, karena ini kasus luar biasa. Dia Pendeta loh dan korbannya jemaatnya, hambanya, pengikutnya di Geraja. Dan kasus pencabulan ini mungkin yang terlama di Indonesia ataupun di dunia yakni selama 17 tahun. Ini memecahkan rekor dunia kali ya. Jadi dia harus dihukum mati,” tegas Rohim Sumartono saat ditemui di daerah Jalan Blauran, Kota Surabaya, Minggu (8/3/2020).

Bahwa jelas sudah si HL ini diduga menjadikan IW yang kala usia 9 tahun masih ingusan hingga dewasa jadi budak seks -nya, tempat ia menyalurkan napsu setannya.

“Klo menurut saya, selain dihukum berat, dia patut diarak keliling kota Surabaya, biar semua orang lihat dia, dan supaya orang menghindarinya selama ia hidup. Kan pantas klo Pendeta bandit bagi kaum wanita dihukum secara sosial. Biar Pendeta- pendeta lainnya tidak berbuat keji seperti ini. Biar jera,” kata Sugiarto, seorang mahasiswa di kota pahlawan itu Minggu (8/3/2020).

Sementara Desi, warga kota itu juga menyatakan setuju Pendeta HL ini dihukum mati. “Aku sih maunya Pendeta ini dihukum mati. Lagian yang dia perbudak juga jemaatnya. Jadi gak pantas dia hidup lagi. Karena sudah lupa itakdir ibu yang melahirkannya adalah seorang perempuan. Dan takutnya ntar keluar penjara, ia cari mangsa lagi. Dan aku gak kebayang bagaimana perihnya perasaan IW korbannya dijadikan budak seks selama 17 tahun. Ampun deh. Jadi hukuman mati supaya setimpal dengan derita IW,” imbuhnya sedih.

Sebelumnya Direskrimum Polda Jatim, Kombes Pitra Andrias Ratulangi kepada wartawan pada Sabtu (7/3/2020) menegaskan :  “(HL) sudah ditetapkan tersangka. Ancaman hukuman pasal 82 selama 15 tahun penjara. Kalau pasal 294 KUHP itu 7 sampai 9 tahun”.

Atas penderitaan selama 17 tahun itu pula, IW kini harus menjalani pemeriksaan kepada ahli atau pisikolog.  IW dihawatirkan mengalamai traumatik yang berkepanjangan. “Kami diminta perwakilan korban,” ujar Aktivis Perempuan dan Anak Jeannie Latumahina kepada wartawan kemarin.

Jeannie pun mengakui bahwa : “Dugaan pencabulan dan kekerasan seksual anak-anak di bawah umur. Prosesnya sedang berlangsung,” ujar Jeannie kepada wartawan.

Penodaan hampir dua dasa warsa. Membuat heboh di kalangan masyarakat dan Gereja tempat HL setiap hari beraktifitas. Bahkan ibu-ibu rumah tangga sangat berang mendengarkan kasus ini karena dianggap luar biasa, sebab pelakunya adalah seorang Pendeta yang sejatinya negemomong generasi muda di jalan yang benar.

Yo wes. Pateni wae. Wong dee mangan aneke dewe kok. Binatang ora koyo ngono. Jemaatnya yo anake. Dee gonderuwo kok. (Ya sudah. Matikan saja. Orang  dia (Pendeta HL) memangsa anaknya sendiri kok. Binatang aja gak begitu. Jemaatnya ya anaknya. Dia (Pendeta HL) darakula kok,” ujar Ny Sulasmi, warga Kota Suraba lainnya, Minggu (8/3/2020). (ato)

citraindonesia.com by toyo  08-03-2020

 

***

Warga : “Pendeta HL Begal Selangkangan Wanita”

 

SURABAYA, – “Bagaimana nalar Pendeta HL yang bergelar Doktor yakni Dr Hanny Layantara memperkosa korbannya sejak IW masih anak-anak usai 9 tahun pada waktu itu ya toh,, ? tukas seorang ibu rumah tangga tak jauh tinggal dari Polda Jatim saat diminta komentar soal kasus HL itu Sabtu malam (7/3/2020).

Ibu 4 anak itu melanjutnkan: “Lah kok,,,,  praktek keji ya toh. Penodaan kesucian kewanitaan IW dilakukannya sampai sekarang. Si IW sudah 26 tahun. Berarti HL berzina dengan IW kurang lebih 17 tahun hmm,,? Kok teganya yaa,,,  lah wonge,,,  bergelar doktor kok, Pendeta lagi,,, ich bajingan dia,” tukas ibu ini yang tampak prihatin.

“Pendeta HL Srigala Berbulu Domba”

Miris memang dan kasus menggemparkan Jatim terutama bagi para jemaat Pendeta Gereja Happy Family Center tempat HL beraktifitas.

“Gawat kan, masa HL buka praktek percabulan kepada IW (korban) di dalam Gereja… Kalo kita muslim ya masjid. Lah si HL ini Pendeta apaan,,,, pendeta binatang ini ,,,. Polisi harus hukum berat nih orang, biadab. Gak pantas dia hidup di Jatim ini. Dia begal selangkangan wanita, potong aja kemaluannya,” ujar Darsono, warga lainnya Sabtu malam (7/3/2020).

Praktek begal selangkangan itu juga sudah diakui oleh HL. “Pengakuan HL kepada penyidik (pelecehan seksual) dilakukan di gereja,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim, Kombes Pol Pitra Ratulangie Pitra, kepada wartawan pada Jumat (6/3/2020).

“Korbannya masih satu sesuai laporan yang masuk ke kita,” jelasnya. (ato)

citraindonesia.com  by toyo  08-03-2020

***

Kisah IW Dinodai Pendeta HL Sejak Usia 9 Tahun

 
 

 

 

SURABAYA, – Ini kisah sedih terungkapnya kasus penodaan kewanitaan gadis IW yang malang itu, oleh oknum Pendeta HL alias Hanny Layantara bergelar Dokter. Yang menurut seorang ibu rumah tangga, warga Kota Surabaya, jawa Timur (Jatim) menjulukinya sang Pendeta itu sebagai “Begal Selangkangan Wanita“.

Bahwa HL yang Pendeta Gereja Happy Family Center di Jalan Embong Sawo, Jawa Timur, kini menjadi tahanan dan berstatus tersangka pasca dilaporkan oleh korbannya IW, yang mengaku diperkosa pada usia 9 tahun hingga usai 26 tahun, dalam arti IW diperkosa dan dicabuli secara keji dan menderita bathin selama 17 tahun.

Namun kini derita IW yang ia tutupi selama 17 tahun itu mulai terkuak. Berkat bantuan seorang ‘Aktivis Perempuan dan Anak’ Jeannie Latumahina. Menurut Jeannie, ia diminta keluarga korban (IW) mengawal proses hukum di Polda Jatim yang dilaporkan ke SPKT Polda Jatim 20 Februari 2020 Nomor LP : LPB/155/II/2020/UM/SPKT. Sang terlapor adalah HL.

Warga : “Pendeta HL Begal Selangkangan Wanita”

“Pendeta HL Srigala Berbulu Domba”

“Kami diminta perwakilan korban untuk melihat kasus dugaan kekerasan seksual anak-anak di bawah umur, dalam hal ini dugaan pencabulan. Prosesnya di Polda Jatim sedang berlangsung,” ujar Jeannie kepada wartawan.

Jeannie mengakui HL pelakunya bukan pendeta biasa. HL salah satu pimpinan di Gereja Happy Family Center tersebut.

 

citraindonesia.com by toyo  08-03-2020

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 18.647 kali, 1 untuk hari ini)