Pendeta HL Pemerkosa Jemaat Perempuan Jadi Tersangka, Polda Jatim Tangkap Pelaku

  • Tersangka Pendeta HL Ditangkap Karena Hendak Kabur ke Amerika Serikat, Ini Fakta-Faktanya

     


    Pendeta HL alias Hanny Layantara/ foto surabayapagi.com

 


 

Terduga pendeta pemerkosa jemaat perempuan jadi tersangka dan penyidik Polda Jatim telah menangkap pelaku. / surya.co.id/luhur pambudi

 

SURABAYA – Seorang pendeta yang dilaporkan memperkosa jemaat perempuan, IW (26) selama 7 tahun ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polda Jatim, Sabtu (7/3/2020).

Pendeta berinisial HL tersebut diduga berhubungan badan sejak korban berumur 12 tahun dan dilakukan di tempat ibadah.

Direktur Ditreskrimum Polda Jatim Kombes Pol R Pitra Andrias Ratulangie membenarkan penetapan status baru sebagai tersangka terhadap HL.

“Betul, kami telah melakukan penangkapan terhadap saudara terlapor HL (50),” ujarnya pada awak media di Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim, Sabtu (7/3/2020).

HL, ungkap Andrias, diringkus anggotanya dari Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim di sebuah rumah di kawasan Pondok Candra, Waru, Sidoarjo, Sabtu (7/3/2020) pagi.

“Yang bersangkutan tidak ditangkap di rumahnya, tadi di rumah teman,” pungkasnya.

Pantauan SURyA.co.id di Gedung Ditresktimum Polda Jatim, sekira pukul 12.30 WIB, HL tiba dengan pengawalan petugas berpakaian biasa.

HL tampak mengenakan kemeja putih lengan pendek.

Sejak turun dari sebuah mobil penyidik, pria berkacamata itu berupaya menutup wajahnya mengunakan kain putih.

Tak ada sepatah kata pun muncul dari mulutnya, ia bergegas masuk ke ruang penyidik Subdit IV Renakta Ditreskrimum Mapolda Jatim.

 

Berhubungan badan di tempat ibadah

Sebelumnya, Polda JAtim mengungkap lokasi pendeta mengajak jemaat perempuan berhubungan badan di tempat ibadah. 

Kabar terbaru dugaan pemerkosaan yang dilakukan seorang pendeta HL diungkap oleh Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim, Jumat (6/3/2020).

Ada beberapa informasi baru yang disampaikan oleh penyidik Polda Jatim tersebut. Pertama, umur korban, IW saat pertama kali terjadi pelecehan seksual itu berusia 12 tahun. 

Kedua, perilaku pelecehan tersebut diduga dilakukan pendeta HL selama kurun waktu 2005-2011. Ketiga, lokasi dugaan pendeta berhubungan badan dengan IW dilakukan di tempat ibadah, gereja.

Hingga saat ini, Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim sedang mendalami kasus dugaan kekerasan seksual yang dilakukan pemuka agama berinisial HL di sebuah tempat ibadah di Kota Surabaya.

Berdasarkan laporan yang dibuat pihak keluarga korban, Kamis (20/2/2020) silam, dengan nomor laporan polisi: LPB/155/II/2020/UM/SPKT. Hari Kamis tanggal 20 Februari 2020 Jam 14.00 WIB.

HL dilaporkan atas dugaan memerkosa seorang wanita berinisial IW (26) hingga menimbulkan trauma dan luka psikologis, saat korban berusia di bawah umur, kisaran 12 tahun.

Direktur Ditreskrimum Polda Jatim Kombes Pol R Pitra Andrias Ratulangie mengungkapkan, proses penyelidikan terhadap kasus tersebut terus dilakukan personelnya.

Artinya HL masih berstatus sebagai saksi terlapor.

Informasi yang dihimpun penyidik, HL dilaporkan atas dugaan kekerasan seksual; merudapaksa IW saat usianya di bawah umur.

Dan aksi tak senonoh yang dituduhkan kepada terlapor, diduga dilakukan selama kurun waktu tujuh tahun, sejak 2005 hingga 2011.

“Ketika si korban ini waktu itu masih berumur 12-18 tahun,” katanya pada awak media di Lobby Gedung Tri Brata Mapolda Jatim, Jumat (6/3/2020).

Andrias mengungkapkan, selama kurun waktu itu terlapor diduga merudapaksa korbannya di dalam tempat ibadah.

“Sesuai keterangan dari saksi, kemudian korban ini tempatnya di tempat ibadah,” tuturnya.

Andrias menuturkan, sejauh ini pihaknya terus berupaya mengumpulkan sejumlah alat bukti dan menggali keterangan dari enam orang saksi.

“Kami tadi periksa ditemani sama kuasa hukum. Banyak, 4 orang,” jelasnya.

Seandainya sejumlah alat bukti dan keterangan saksi yang sedang dikumpulkannya ini menguatkan dugaan itu, lanjut Andrias, terlapor bakal dikenai UU Kekerasan Seksual Terhadap Anak.

Kendati begitu, Andrias mengaku tak ingin buru-buru, pihaknya masih tetap berpegang teguh pada prinsip hukum praduga tak bersalah.

“Bisa saja. Sekarang statusnya masih saksi. Praduga tak bersalah, tetap ya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Lintar Mahardono menuturkan, korban sedang dalam keadaan depresi.

Namun ia belum bisa menyampaikan keseluruhan informasi tersebut karena masih dalam tahap penyidikan.

“Depresi berat, ya semacam itu kondisinya,” tukas pria berkemeja batik itu seraya menjauh dari kerumunan awak media.

 

Pernyataan perwakilan keluarga korban

Sebelumnya, perwakilan keluarga korban yang melaporkan perilaku pendeta HL menyatakan, dugaan pelecehan seksual itu dilakukan kurang lebih 17 tahun.

Namun, perilaku tokoh agama tersebut terbongkar ketika korban menolak upacara pernikahan secara agama dilakukan di tempat tokoh agama tersebut.

Wanita Surabaya itu menjadi korban persetubuhan tokoh agama sejak usia 9 tahun.

Namun, orang tuanya baru mengetahui perilaku tokoh agama tersebut dari pengakuan anaknya.

Berikut kronologi orang tua korban melaporkan tokoh agama di Surabaya yang diduga melakukan pelecehan seksual.

Terungkapnya perbuatan pria berinisial HL seorang tokoh agama di sebuah tempat ibadah yang menyetubuhi wanita IW selama 17 tahun.

Perwakilan keluarga korban Jeannie Latumahina menerangkan, perbuatan HL akhirnya terbongkar saat korban bersama pasangannya hendak melangsungkan pernikahan.

Lazimnya sebuah proses sakral dalam tradisi agama yang dianut mereka, bahwa pelaksanaan prosesi sakral pernikahan sepasang mempelai harus melibatkan seorang pemuka tokoh agama.

Saat kedua orang tua korban menyarankan bahwa IW dan calon suaminya dinikahkan oleh pemuka agama HL, ternyata korban menolak keras.

“Orangtuanya ini meminta dinikahkan di gereja pendeta ini, lah pada saat itu anak itu memberontak, baru terungkap,” katanya saat ditemui awak media di depan SPKT Mapolda Jatim, Senin (2/3/2020).

Dari penolakan itulah, lanjut Jeannie, akhirnya terbongkar semua perbuatan bejat HL selama ini.

Jeannie mengatakan, pihak orangtua korban tidak mengetahui sama sekali perbuatan bejat HL kepada anaknya IW, yang ternyata telah dilakukan sejak korban berusia sembilan tahun.

“Jadi IW ini sejak umur 9 tahun di ini sama dia, diperkosa, disegala macam, sampai pada saat anak ini mau menikah, kan orangtuanya enggak tahu,” tuturnya.

Lantaran tak terima dengan perlakukan itu, lanjut Jeannie, pihak keluarga korban melaporkan HL ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolda Jatim.

Pihak keluarga korban mendatangi SPKT Malpolda Jatim pada Kamis (20/2/2020) kemarin, dengan nomor laporan polisi: LPB/155/II/2020/UM/SPKT. Hari Rabu tanggal 20 Februari 2020 Jam 14.00 WIB.

“Kami diminta oleh perwakilan korban untuk melihat kasus dugaan kekerasan seksual anak dibawah umur.

Prosesnya udah dilaporkan di Polda Jatim dan sedang berlangsung,” pungkasnya.

 

SURyA.co.id |
surabaya.tribunnews.com Sabtu, 7 Maret 2020 13:51

 

***

 


Tersangka Pendeta HL Ditangkap Karena Hendak Kabur ke Amerika Serikat, Ini Fakta-Faktanya

Sabtu, 7 Maret 2020 14:46


Tersangka dugaan pemerkosaan pendeta HL ditangkap polisi karena hendak kabur ke Amerika Serikat. Berikut fakta-fakta yang dibeber polisi. / SURyA.co.id/luhur pambudi

 

SURyA.co.id | SURABAYA – Penyidik Polda Jatim membeberkan alasannya menangkap pendeta HL begitu cepat pada Sabtu (7/3/2020) di ruamh temannya di Watu Sidoarjo.

Seperti diketahui dari keterangan para saksi yang disampaikan kepada penyidik Polda Jatimpendeta HL diduga memerkosa jemaat perempuan berinisial IW (26) sejak usia korban 12 tahun.

Pemerkosaan terjadi dalam kurun waktu tahun 2005-2011. Aktivitas seksual tersebut dilakukan di tempat ibadah yang dipimpin pendeta HL.

Sekarang, penyidik Polda Jatim menaikkan status saksi terlapor pendeta HL menjadi tersangka. 

Tak berlangsung lama setelah ditetapkan tersangka, penyidik menangkap pendeta HL

Usut punya usut, ternyata alasan penyidik menangkap pendeta HL karena terduga pelaku hendak kabur ke Amerika Serikat.

Direktur Ditreskrimum Polda Jatim Kombes Pol R Pitra Andrias Ratulangie mengungkapkan, penangkapan terhadap tersangka bukan hanya didasari persesuaian sejumlah alat bukti dan keterangan para saksi.

“Ya ada persesuaian keterangan saksi korban alat bukti ada kesesuaian dengan tersangka HL,” katanya di Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim, Kamis (7/3/2020).

Namun juga dilatarbelakangi adanya upaya melarikan diri ke luar negeri, Amerika Serikat, dengan dalih menghadiri sebuah undangan acara.

“Kami dapat info si HL diduga akan ke luar negeri.

Hal itu dikaitkan adanya undangan, yang bersangkutan diundang ke luar negeri,” pungkasnya.

Pantauan SURYA.co.id di Gedung Ditresktimum Polda Jatim, sekira pukul 12.30 WIB, HL tiba dengan pengawalan petugas Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim, berpakaian biasa.

Dipandu oleh Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Lintar Mahardono, HL dikeler menuju ruang penyidik.

HL tampak mengenakan kemeja putih berlengan pendek. Sejak turun dari sebuah mobil penyidik, pria berkacamata itu berupaya menutup wajahnya mengunakan kain putih.

Kepalanya terus menunduk seraya menyeruak kerumunan awak media yang berjejal mengarahkan lensa kamera ke arah wajahnya.

Tak ada sepatah kata pun muncul dari mulutnya, hingga sedikit insiden kecil membuat tubuh HL tersungkur saat menaiki anak tangga Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim.

Namun, itu tak lama, kemudian HL kembali bangkit lalu bergegas masuk ke ruang penyidik Subdit IV Renakta Ditreskrimum Mapolda Jatim yang ada diujung lorong./ surabaya.tribunnews.com

 

 

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 1.653 kali, 1 untuk hari ini)