Penduduk Negeri Dulunya Beriman dan Bertaqwa tapi Kemudian Kufur Nikmat dan Ingkar, maka Utangnya Tergolong Paling Banyak di Dunia


Foto: Negara dengan Utang Luar Negeri Terbesar (Infografis: Zaki Alfarabi/detikcom)

***

 

Peringatan Allah Ta’ala dengan Firman-Nya:

{وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ آمِنَةً مُطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ فَأَذَاقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ} [النحل: 112]

112. Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat. [An Nahl:112]

Silakan simak ini.

 

***

Nov 1945: 60 Miljoen Kaoem Moeslimin Indonesia Siap Berjihad Fi Sabilillah, Nov 2020: Ormas Besar Islam (NU) Usung Kemusyrikan Pimpin Ruwatan Gibran Calon Walikota Solo

Posted on 15 November 2020

by Nahimunkar.org

 

Nov 1945: 60 Miljoen Kaoem Moeslimin Indonesia Siap Berjihad Fi Sabilillah, Nov 2020: Ormas Besar Islam (NU) Usung Kemusyrikan Pimpin Ruwatan Gibran Calon Walikota Solo

Silakan simak berita besar November 1945, 60 Miljoen Kaoem Moeslimin Indonesia Siap Berjihad Fi Sabilillah.

Bandingkan dengan berita November 2020: NU 1930 Haramkan Sedekah Bumi (Adat Sesajen), NU 2020 Usung Kemusyrikan Pimpin Ruwatan Gibran Calon Walikota Solo

Silakan simak ini.

***

“60 Miljoen Kaoem Moeslimin Indonesia Siap Berdjihad Fi Sabilillah.”

Posted on 13 November 2016

by Nahimunkar.org

 



INI adalah HEADLINE MEDIA MAINSTREAM 8 NOVEMBER 1945, menyambut Pertempuran besar 10 November 1945.

60 Miljoen Kaoem Moeslimin Indonesia Siap Berjihad Fi Sabilillah

Perang didjalan Allah oentoek menentang tiap-tiap pendjadjahan

Thomas Stamfford Raffles dalam ‘History of Java’ telah mengingatkan bila Ulama sudah bekerjasama dengan Penguasa Pribumi, jangan harap kaki penjajah akan dapat tegak dengan aman di Nusantara Indonesia.

Dr. Douwwes Dekker (Setyabudi Danudirdja) menyatakan bahwa:
“Apabila Tidak ada semangat Islam di Indonesia, sudah lama kebangsaan yang sebenarnya lenyap dari Indonesia” (dalam Aboebakar Atjeh, Riwayat Hidup A. Wahid Hasjim. Djakarta, 1957. Hal 729)

Jadi jangan heran mengapa Perjuangan kemerdekaan sangat kental dengan Spirit Jihad Fii Sabilillah, karena memang para Ulama dan santrilah yang terdepan menggemakan Prinsip ‘Hidup Mulia atau Mati Syahid’.

Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama 22 Oktober 1945 berkembang menjadi Resolusi Jihad Partai Politik Islam Masyumi 7 November 1945 pengaruhnya membangkitkan semangat “60 Miljoen Kaoem Moeslimin Indonesia Siap Berdjihad Fi Sabilillah.” Perang di djalan ALLAH oentoek menentang tiap tiap Pendjadjahan.

(HeadLine Harian “KEDAULATAN RAKJAT”, 08 November 1945)

Kehadiran Kyai-kyai sepuh semisal Chodroetoes Sjeich KH. Hasyim Asy’ari dari pesantren Tebu Ireng Jombang, KH. Asjhari dan Kyai Toenggoel Woeloeng dari Jogjakarta, KH. Abbas dari pesantren Buntet Cirebon, dan Kyai Moestofa Kamil dari Partai Syarikat Islam Garut mampu membangkitkan perlawanan santri untuk maju terus pantang mundur, juga kisah legendaris ‘Bambu Runcing’ Kyai Soebhi Parakan-Magelang.

Mati di medan perang melawan penjajah Barat adalah mati yang indah, lebih baik gugur sebagai syuhada daripada hidup terjajah. Bunga-bunga bangsa berguguran, bau wangi surga semerbak di tanah jihad Surabaya.

Tanggal 10 November 1945 Surabaya berubah menjadi lautan api dan darah. Dilanjutkan dengan peristiwa pertempuran di Sasak Kapuk Bekasi dipimpin Kyai Haji Noer Ali dan Laskar Pencak Silat pimpinan Haji Ama Poeradiredja. Maupun peran Kyai Cibaduyut memimpin penyerbuan yang tak terduga ke gudang senjata dan gudang seragam tentara sekutu di Bandung.

Begitu juga kerjasama para ulama dan santri serta Tentara keamanan Rakyat-TKR dalam Perang Sabil di Sumatera, lewat kepahlawanan pemuda Aceh terhadap sekutu dipimpin Residen Teuku Nyak Arief dan Tengku Daud Beurueh.

Bercermin pada ungkapan Raffles sang pendiri “Singapura” juga pernyataan Dr Douwwes Dekker atas realitas kekinian. Kira-kira Dimana posisi para Ulama dan Penguasa Indonesia saat ini ?

vi fb Bongkar Yuks Bongkar

https://www.nahimunkar.org/60-miljoen-kaoem-moeslimin-indonesia-siap-berdjihad-fi-sabilillah/

(nahimunkar.org)

***

 
 

NU 1930 Haramkan Sedekah Bumi (Adat Sesajen), NU 2020 Usung Kemusyrikan Pimpin Ruwatan Gibran Calon Walikota Solo

Posted on 14 November 2020
by Nahimunkar.org


NU 1930 Haramkan Sedekah Bumi (Adat Sesajen), NU 2020 Usung Kemusyrikan Pimpin Ruwatan Gibran Calon Walikota Solo
https://www.nahimunkar.org/nov-1945-60-miljoen-kaoem-moeslimin-indonesia-siap-berjihad-fi-sabilillah-nov-2020-ormas-besar-islam-nu-usung-kemusyrikan-pimpin-ruwatan-gibran-calon-walikota-solo/

***

1945 ketika mulai merdeka Indonesia masih kaya raya, tanpa utang

Posted on 3 September 2020

by Nahimunkar.org

 

1945 ketika mulai merdeka Indonesia masih kaya raya, tanpa utang

 
 

/ masshar2000.com

 
 

  • 17 Agustus 1945 ketika merdeka Indonesia masih kaya raya. 

Belanda hengkang dari Indonesia tanpa meninggalkan hutang. Justru meninggalkan kekayaan yg luar biasa, antara lain Istana Bogor, Istana Merdeka dan istana² lainnya. 
 

  • Pelajaran Sejarah di Sekolah Perlu Diluruskan

  • Tampilan Sejarah terdeteksi berbau anti Islam

 

Kemakmuran rakyat Indonesia ketika baru merdeka bisa tergambarkan dari bantuan Aceh kpd pemerintah pusat, yaitu sebuah pesawat terbang, dan bantuan Sultan Siak sebesar 13 juta Gulden, yg jika dirupiahkan sekarang ini nilainya diatas seribu trilyun rupiah. Bisa utk melunasi 1/7 hutang Indonesia.

 
 

Dari sini kita bisa bertanya, mana sebenarnya yg lebih buruk, penjahahan kulit putih atau kulit sawo matang ?

 
 

Saat ini masa depan bangsa kita sedang pertaruhankan, bahkan eksistensi NKRI kedepan dipertanyakan.

 
 

Mungkinkah Indonesia bakal jadi Tibet kedua, atau bernasib spt Angola ?

https://www.nahimunkar.org/1945-ketika-mulai-merdeka-indonesia-masih-kaya-raya-tanpa-utang/

 

***

Indonesia Masuk 10 Besar Negara dengan Utang Luar Negeri Terbesar di Dunia

Posted on 14 Oktober 2020

by Nahimunkar.org

 

Indonesia Masuk 10 Besar Negara dengan Utang Luar Negeri Terbesar di Dunia

Silakan simak

***

 
 

Indonesia Masuk 10 Besar Negara dengan Utang Luar Negeri Terbesar di Dunia

Foto: Negara dengan Utang Luar Negeri Terbesar (Infografis: Zaki Alfarabi/detikcom)

 Bank Dunia baru saja merilis laporan International Debt Statistics (IDS) 2021 atau Statistik Utang Internasional.
 

Indonesia menempati posisi 10 besar negara berpendapatan rendah-menengah dengan hutang terbesar.

 
 

Bank Dunia memutuskan untuk membagikan rilis daftar negara yang memiliki utang luar negeri lewat IDS 2021 guna memberikan transparansi utang.

 
 

“Transparansi utang yang meningkat akan membantu banyak negara berpenghasilan rendah dan menengah menilai dan mengelola utang luar negeri mereka melalui krisis saat ini dan bekerja sama dengan pembuat kebijakan menuju tingkat dan persyaratan utang yang berkelanjutan,” demikian keterangan pers Bnk Dunia yang dikutip pada Selasa (13/10/2020).

 
 

Dalam laporan tersebut, hutang luar negeri Indonesia pada tahun 2019 tercatat mencapai USD 402,08 miliar. Jika ditukar dengan nilai rupiah, maka hutang Indonesia saat ini mencapai Rp 5.940 triliun.

 
 

Jumlah tersebut meningkat USD 22.5 miliar dari tahun 2018, yang kala itu bernilai USD 379,58 miliar atau sekitar Rp 5.608 triliun.

 
 

Dalam catatan Bank Dunia, Hutang Indonesia tahun 2019 didominasi oleh utang jangka panjang yang mencapai USD 354,547 miliar.

 
 

Utang ini berasal dari sektor publik yang mencapai USD 233.505 miliar dan sektor swasta USD 181,251 miliar.

 
 

Sementara itu, rasio utang luar negeri Indonesia terhadap ekspor adalah 194 persen. Sedangkan rasio utang terhadap Gross National Income (GNI) atau pendapatan nasional bruto sebesar 37 persen.

 
 

Adapun 10 negara berpenghasilan rendah-menengah yang memiliki hutang terbesar adalah sebagai berikut:

 
 

China US$ 2,1 triliun

Brasil US$ 569,39 miliar

India US$ 560,03 miliar

Rusia US$ 490,72 milar

Meksiko US$ 469,72 miliar

Turki US$ 440,78 miliar

Indonesia US$ 402,08 miliar

Argentina US$ 279,30 miliar

Afrika Selatan US$ 188,10 miliar

Thailand US$ 180,23

 
 

@geloranews

13 Oktober 2020

***

Ini Cara China Kuasai Indonesia Melalui Jebakan Hutang

Posted on 7 Februari 2017

by Nahimunkar.org


Presiden Jokowi dan Presiden Xi Jinping saat pertemuan bilateral di Beijing (IST)

Kalau Presiden Joko Widodo “terlalu dekat” dengan Beijing dan mempersilakan China membangun proyek-proyek besar dengan syarat yang mereka tentukan, bisa jadi bangsa Indonesia bisa terjerat hutang dari negeri Tirau Bambu.

Demikian dikatakan wartawan senior Asyari Usman di akun Facebook-nya. “Di Nepal, RRC memaksa kepemilikan 75% atas proyek-proyek yang mereka modali,” ungkap Asyari.

Kata Asyari, sejumlah negara Afrika juga ikut terkena perangkap hutang China yang membuat mereka tergiring secara ekonomi dan terbelenggu secara politis.

Menurut Asyari, Indonesia tidak perlu mengambil hutang dari China. Masih ada banyak negara lain yang bersedia memberikan pinjaman atau investasi untuk proyek-proyek besar.

“Memang lebih mahal sedikit, tetapi mereka tidak membawa tenaga kerja sendiri sampai ke tingkat buruh kasar sekalipun seperti yang dilakukan RRC,” jelas Asyari.

 Menurut Asyari, banyak proyek atau industri China di Indonesia yang mempekerjakan buruh dari RRC, bahkan banyak yang ilegal. Coba saja Anda ikuti berita-berita tentang penggerebekan pekerja ilegal RRC di berbagai lokasi di seluruh Indonesia.

“Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, awal tahun lalu mengeluhkan bahwa investasi RRC membawa sebanyak mungkin tenaga kerja mereka. Ada pabrik baja yang 35% pekerjanya orang RRC,” jelas Asyari.

Asyari berharap sebelum Indonesia semakin jauh perangkap hutang RRC dan kemudian dikendalikan oleh Beijing, segeralah cari alternatif investasi asing; batalkan syarat yang ditetapkan oleh RRC yang mengharuskan Indonesia menerima tenaga kerja dari mereka.

“Kita tidak tau, bisa saja nanti RRC memberikan pinjaman dan investasi dengan syarat PKI harus dibolehkan hidup lagi di Indonesia; para pembina PKI harus didatangkan dari RRC; dan MUI harus dibubarkan, dlsb. Sesuatu yang rasanya tidak mungkin, namun bukan mustahil,” ungkap Asyari.

Menurut Asyari Sri Lanka adalah salah satu korban jebakan hutang RRC. Mereka memodali dan mengerjakan bandara internasional Mattala Rajapksa di dekat kota kecil, Hambantota. Bandara ini kosong melompong karena salah perencanaan. Kemudian ada pelabuhan laut besar tak jauh dari situ yang dibuat dengan dana pinjaman dari RRC sebesar 1.4 miliar dollar. “Pelabuhan ini juga tidak berfungsi. Tetapi Sri Lanka harus bayar bunga sebesar 17 juta dollar per tahun untuk pinjaman sebesar 4.8 miliar dollar –pinjaman yang digunakan pula untuk pembanguna prasarana dan sarana pendukung,” ungkap Asyari.

RRC santai-santai saja melihat proyek besar yang gagal ini. Mereka rupanya mengerahkan dua kapal perang ke pelabuhan laut yang kosong ini dengan alasan untuk menjaga keamanannya.

Lanjut Asyari, sementara itu, dua kapal selam tempur RRC dibolehkan kelua-masuk sejumlah pelabuhan di Sri Lanka. Ternyata, skenario yang telah disiapkan RRC adalah bahwa Sri Lanka akan dijadikannya sebagai “pangkalan” untuk mengamankan “Jalur Sutera” gaya baru.

“Pemerintah Kolombo tidak bisa menolak karena hutang kepada RRC lumayan besar. Beginilah Cina menebar perangkap hutang. Dengan kemampuan yang terbatas untuk membayar pinjaman, Sri Lanka sekarang menjadi “anak buah” RRC,” pungkas Asyari.*/suaranasional.com

***

Akibat Berhukum dengan Selain Al-Qur’an dan As-Sunnah

Sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam


وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَّا جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ

“Dan selama pemimpin-pemimpin mereka (kaum muslimin) tidak berhukum dengan Kitabullah (al-Qur’an) dan mengambil yang terbaik dari apa-apa yang diturunkan oleh Allah (syariat Islam), melainkan Allah akan menjadikan permusuhan di antara mereka.” [Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah (2/1332 no 4019), Abu Nu’aim (8/333), al-Hakim (no. 8623) dan Dishahihkan oleh Syaikh al Albani dalam ash-Shahihah no. 106)].

Maksudnya, jika mereka tidak berhukum dengan hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mengambil kebaikan dari Kitab Allah dan Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam maka Allah akan menjadikan permusuhan di antara mereka. Maka jikalau mereka meninggalkan al-Qur’an dan as-Sunnah, sehingga mereka berhukum dengan selain yang diturunkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka Allah akan menjadikan sebagian mereka musuh bagi sebagian yang lain, karena urusan mereka semata-mata hanyalah seputar dunia. Lalu Allah cabut kebaikan dari hati-hati mereka, dan akhirnya datanglah siksa dari Rabb semesta Alam.

(Sumber: disadur dan diterjemahkan dengan tambahan dari makalah dengan judul شرح الترغيب والترهيب – الترهيب من بخس الكيل والميزان di http://audio.islamweb.net/audio/index.php?page=FullContent&audioid=184713#top. Diposting oleh Abu Yusuf Sujono)

 
 

(nahimunkar.org)

 


 

(Dibaca 709 kali, 1 untuk hari ini)