Direktur Utama Pustaka Al-Kautsar Tohir Bawazir menjelaskan perusahaan yang dipimpinnya tidak ada hubungan dengan Syiah atau mendukung gerakan Syiah.

Menurutnya,  Pustaka Al-Kautsar pertama kali didirikan justru untuk menghalau gencarnya penerbitan buku-buku pendukung Syiah.

“Sejak pertama didirikan pada tahun 1989 hingga saat ini kami sudah menerbitkan buku-buku yang isinya malah bertentangan dan menolak secara tegas pemikiran Syiah. Kalau kami pendukung Syiah mana mungkin kami menerbitkan buku Mengapa Saya Keluar dari Syiah karya Sayyid Husain Al-Musawi yang tewas dibunuh karena terang-terangan menolak paham Syiah. Atau buku Pengkhianatan-pengkhianatan Syiah karya Dr. Imad Ali Abdus-sami yang menjelaskan berbagai perangai buruk karakter pendukung Syiah,” kata Tohir Bawazir dalam rilisnya pada hidayatullah.com kemarin.

Pustaka Al Kautsar mengaku dirugikan atas beredarnya SMS dan WhatsApps grup menjelang pelaksanaan Islamic Book Fair (IBF) 2015 dimana penerbit buku Islam ini seolah dianaggap pendukung Syiah.

Tohir menambahkan Pustaka Al-Kautsar keberatan dengan beredarnya pesan berantai tersebut. Menurutnya, bisa jadi pesan itu disiarkan oleh orang-orang yang tidak paham duduk persoalan. Mereka bermaksud baik ingin mengajak umat berhati-hati dalam memilih bacaan Islam tapi sayang tidak rajin mencari tahu kebenaran berita yang diterima dan disebarkan tersebut.

Harusnya, kata Tohir, sebelum menyebarkan berita berantai tersebut setiap orang perlu menguji kebenaran isi berita yang diterima. Apalagi saat ini sudah tersedia fasilitas internet untuk memperjelas sikap dukungan masing-masing penerbit kepada Syiah.

“Silakan lihat website Pustaka Al-Kautsar di www.kautsar.co.id. Buktikan sendiri apakah kami pendukung Syiah atau bukan,” seru Tohir yang juga menjabat sebagai salah satu penasihat IKAPI DKI Jakarta.

Meski dirugikan Tohir Bawazir menolak anggapan bahwa pesan berantai itu disebar sebagai salah satu strategi dari lawan bisnis untuk melemahkan daya saing Pustaka Al-Kautsar.

“Saya rasa tidak sampai sejauh itu. Isu ini murni hanya karena banyak orang yang belum paham persoalan. InsyaAllah kalau kita rajin bersilaturahim dengan sendirinya isu itu akan hilang,” harap Tohir.*

Rep: Anton R

Editor: Cholis Akbar, Hidayatullah.com–Rabu, 4 Maret 2015 – 14:52 WIB

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.625 kali, 1 untuk hari ini)