Tim Advokasi mengunjungi Alfian Tanjung di Rutan Klas I Surabaya, Selasa (15/08/2017).


Surabaya (SI Online) – Persidangan Ketua Umum Taruna Muslim Ustaz Alfian Tanjung akan digelar mulai hari ini, Rabu 16 Agustus 2017 di Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur.

Sebelumnya, kasus yang menimpa Alfian Tanjung diawali dari laporan seorang warga Surabaya bernama Sudjatmiko tanggal 11 April 2017 di Polda Jatim yang menuduh isi ceramah Alfian di Masjid Mujahidin Surabaya mengandung unsur ujaran kebencian terhadap Ahok. Karenanya Alfian didakwa Pasal 16 Jo. Pasal 4 huruf b angka 2 UU No. 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan atau Pasal 156 KUHP.

Alfian adalah salah seorang pengamat gerakan PKI dan Komunisme di Indonesia yang sangat getol menyuarakan dan mengingatkan akan bangkitnya kembali partai terlarang tersebut.

“Kami melihat kasus Ustaz Alfian ini dipaksakan dan sengaja dijerat dengan pasal-pasal yang menyudutkan. Padahal isi ceramah Alfian seluruhnya berdasar bukti data dan fakta. Bagaimana itu bisa disangka ujaran kebencian dan provokasi jika memang ada dasarnya? Semua orang juga bisa menilai secara objektif ceramahnya Ustaz Alfian yang bertema Menghadapi Invasi PKI dan PKC,” ujar Alkatiri, Koordinator Tim Advokasi Alfian Tanjung sebelum persidangan, Rabu pagi (16/08/2017) dalam pesan tertulisnya.

Alkatiri melanjutkan, hari ini pihaknya akan menunjukan kekuatan bangsa Indonesia di PN Surabaya yang diwakili oleh tim advokasi dari berbagai wilayah di Indonesia mulai dari Jawa Timur, Jakarta, Jawa Barat, Medan, dan wilayah lainnya bahwa PKI dan atau Komunisme adalah musuh utama bangsa Indonesia.

“Kami akan tegakkan TAP MPRS Nomor: XXV/MPRS/1966 tentang Pembubaran PKI dan Larangan menyebarkan atau mengembangkan paham atau ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme masih berlaku” tegas Alkatiri.

Sehari sebelum persidangan Tim Advokasi mengunjungi Alfian di Rutan Klas I Surabaya. Ada sekitar 45 Advokat yang telah hadir di Surabaya untuk mengikuti sidang dakwaan terhadap Alfian itu.

Ada 112 orang Penasehat Hukum Ustaz Alfian yang telah terdaftar di dalam Surat Kuasa. Setiap persidangan akan
dihadiri 35-45 orang Advokat.

Alkatiri mengaku sangat menaruh perhatian besar untuk kasus Alfian ini, karena dia adalah aset terpenting yang dimiliki bangsa Indonesia untuk membendung PKI dan Komunisme.

“Belum ada lagi warga sipil selain Ustaz Alfian yang memiliki kapasitas untuk berbicara PKI dan Komunisme. Bayangkan saja, jika Ustaz Alfian ditahan siapa yang sangat diuntungkan? Tentu hanya orang-orang PKI dan penganut Komunisme yang diuntungkan,” pungkasnya.

red: A Syakira / suara-islam.com

***

112 Pengacara Kawal Sidang Alfian Tanjung

Alfian Tanjung didampingi para penasihat hukumnya di Pengadilan Negeri Surabaya, Jatim, pada hari sidang perdananya, Rabu (16/08/2017).

Ruang Sidang Cakra, PN Surabaya, terisi penuh oleh puluhan pendukung dan simpatisan Alfian. Mereka ada yang mengenakan atribut Front Pembela Islam (FPI), hingga pita merah putih yang diikat di pecinya

Persidangan Alfian Tanjung digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur, setelah dilaporkan oleh seorang warga Surabaya bernama Sudjatmiko pada 11 April lalu di Polda Jatim yang menuduh isi ceramahnya mengandung unsur kebencian terhadap Ahok.

Sidang dimulai pukul 11.00 WIB, Rabu (16/08/2017). Alfian didakwa dengan Pasal 16 jo Pasal 4 huruf b angka 2 UU No 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan atau Pasal 156 KUHP.

Pantauan hidayatullah.com, Ruang Sidang Cakra, PN Surabaya, terisi penuh oleh puluhan pendukung dan simpatisan Alfian. Mereka ada yang mengenakan atribut Front Pembela Islam (FPI), hingga pita merah putih yang diikat di pecinya. Selain itu, ada lebih dari 112 penasihat hukum Alfian yang terdaftar dalam surat kuasa.

“Setiap persidangan penasihat hukum yang hadir sekitar 25 orang,” kata Fahmi Bahmid, salah satu penasihat hukum Alfian.

Sebelumnya, Alkatiri selaku Koordinator Tim Advokasi Alfian menegaskan, dalam persidangan ini, timnya bermaksud menunjukan kekuatan bangsa Indonesia di PN Surabaya yang diwakili oleh tim advokasi dari berbagai wilayah di Indonesia; mulai dari Jawa Timur, Jakarta, Jawa Barat, Medan, dan wilayah lainnya, bahwa Partai Komunis Indonesia (PKI) dan komunisme adalah musuh utama bangsa Indonesia.

“Kami akan tegakkan TAP MPRS Nomor: XXV/MPRS/1966 tentang Pembubaran PKI dan Larangan menyebarkan atau mengembangkan faham atau ajaran komunisme/marxisme-leninisme masih berlaku,” lanjutnya.* /Sirajuddin Muslim

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur / hidayatullah.com

(nahimunkar.com)