Kolase foto Brigadir J (baju putih), dan 3 tersangka pembunuhnya: Bharada E (Richard Eliezer), Bripka RR (Ricky Rizal), dan Irjen Ferdy Sambo. (Foto: ist/diolah dari google)

 

Gila, Setelah Bunuh Brigadir J, Fredy Sambo Janjikan Duit Rp 1 Miliar dalam Bentuk Dolar ke Bharada E, Rp 500 Juta untuk RR dan Rp 50 Juta untuk Kuat

Nahloh, Usai Eksekusi Brigadir J, Ferdy Sambo Janji Berikan Uang Rp1 Miliar Buat Bharada E, Pengacara: Katanya Buat Happy-happy

“Ketika mulai adem, Richard, Kuat, Ricky dipanggil ke rumah Sambo. Di rumah Sambo, kata Richard, ada Putri dan Sambo. Kemudian Putri dan Sambo menawarkan uang kepada Richard senilai Rp1 miliar. Sedangkan Kuat dan Ricky 500 juta. Tapi dalam bentuk dollar,” kata Deolipa pengacara Bharada E saat diwawancara salah satu stasiun televisi swasta, Kamis (11/8/2022).

Namun, uang itu akan diberikan oleh Irjen Sambo kepada tiga orang tersebut apabila kasus kematian Brigadir J sudah tuntas. Tetapi, hingga kini ketiganya tidak pernah menerima uang tersebut.

“Uangnya ditunjukkan. Tapi dijanjikan sama Sambo, uang itu akan dikasih kalau semua sudah beres. Uang itu buat happy-happy. Tapi uang itu tidak pernah dikasih sampai sekarang,” ujar Deolipa.

Silakan simak ini.

***

Gila, Setelah Bunuh Brigadir J, Fredy Sambo Janjikan Duit Rp 1 Miliar dalam Bentuk Dolar ke Bharada E, Rp 500 Juta untuk RR dan Rp 50 Juta untuk Kuat

 

 

 

JAKARTA,

Kasus Fredy Sambo masih terus bergulir bahkan cenderung makin banyak rahasia mantan Kadiv Propam ini yang muncul ke publik. Terakhir diungkap pengacara Bharada E, Deolipa Yumara. 

Menurut Yumara, Sambo menjanjikan akan memberi uang Rp 1 miliar kepada bharada E setelah kasus penembekan terhadap Yosua selesai. Perhitungan Sambo saat itu, Bharada E yang ditetapkan sebagai tersangka akan dilepas menggunakan SP 3 setelah diskenariokan bahwa penembakan yang dilakukan Bharada E sebagai pembelaan.

Selain Bharada E, Yumara mengatakan RR akan mendapat Rp 500 juta dan Kuat Rp 50 juta. (Kuat adalah pembantu keluarga Sambo dari kalangan sipil). “Setelah terjadi penembakan dan Yosua sudah tewas, Sambo menyampaikan janji pemberian uang sambil menunjukkan uang berbentuk dolar,” kata Yumara.

Maka munculah Kapolres Jakarta Selatan yang mengumumkan terjadi tembak penembak antara brigadir Yosua dan Bharada E. Yosua menembak 7 kali tetapi semua kena tembok, dan Bharada E menembak 5 kali mengenai tubuh Brigadir Yosua hingga menghembuskan napas.

Aksi tembak menembak itu terjadi karena istri Fredy Sambo mengalami pelecehan seksual yang dilakukan Yosua di kamar rumah Sambo di Duren Tiga, Jakarta. Bharada E yang mendengar teriakan ibu Putri langsung turun dari lantai dua dan mendapati Yosua keluar dari kamar putri.

Cerita Kapolres Jakarta Selatan Budhi Herdi Susianto ini kemudian berubah bahwa peristiwa pelecehan itu terjadi di Magelang.

Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi dalam jumpa pers Kamis menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan terhadap Sambo, dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Sambo mengaku istrinya Putri mengalami tindakan yang melukai martabat keluarga di Magelang.

Sambo pun emosi mendapat cerita tersebut dan merancang pembunuhan terhadap Brigadir J. “Tersangka FS memanggil tersangka RR dan tersangka RE untuk merencanakan pembunuhan terhadap almarhum Yoshua,” tutur Andi Rian.

Namun keterangan Sambo yang menyatakan pelecehan terjadi di Magelang mendapat reaksi netizen yang pada umumnya tidak mempercayai keterangan itu. Bahkan para netizen cenderung sinis karena dinilai tidak sesuai logika.

Ada pun pengacara keluarga Brigadir Yosua tetap pada alasan semula bahwa Yosua menyampaikan informasi bahwa Sambo memiliki istri simpanan sehingga Sambo langsung marah.. ****

POSKOTA.CO.ID, Jumat, 12 Agustus 2022 04:59 WIB

***

Nahloh, Usai Eksekusi Brigadir J, Ferdy Sambo Janji Berikan Uang Rp1 Miliar Buat Bharada E, Pengacara: Katanya Buat Happy-happy

 

NewsWorthy, Jakarta –

Pengacara Bharada Richard Eliezer alias Bharada E, Deolipa Yumara mengungkapkan bahwa kliennya diiming-imingi sejumlah uang oleh Ferdy Sambo setelah mengeksekusi Brigadir J. Tak hanya Bharada E, dua orang lainnya yakni Bripka RR dan KM juga dijanjikan bakal diberikan uang.

“Ketika mulai adem, Richard, Kuat, Ricky dipanggil ke rumah Sambo. Di rumah Sambo, kata Richard, ada Putri dan Sambo. Kemudian Putri dan Sambo menawarkan uang kepada Richard senilai Rp1 miliar. Sedangkan Kuat dan Ricky 500 juta. Tapi dalam bentuk dollar,” kata Deolipa saat diwawancara salah satu stasiun televisi swasta, Kamis (11/8/2022).

Namun, uang itu akan diberikan oleh Irjen Sambo kepada tiga orang tersebut apabila kasus kematian Brigadir J sudah tuntas. Tetapi, hingga kini ketiganya tidak pernah menerima uang tersebut.

“Uangnya ditunjukkan. Tapi dijanjikan sama Sambo, uang itu akan dikasih kalau semua sudah beres. Uang itu buat happy-happy. Tapi uang itu tidak pernah dikasih sampai sekarang,” ujar Deolipa.

Di samping itu, Penyidik Polri telah memeriksa tersangka pembunuhan Brigadir J, yakni Irjen Ferdy Sambo. Pemeriksaan ini berlangsung selama kurang lebih tujuh jam di Mako Brimob, Kelapa dua, Depok.

“Hari ini penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap FS setelah ditetapkan sebagai tersangka. Pemeriksaan FS di Mako Brimob sejak pukul 11.00 sampai 18.00 WIB,” kata Dirtipidum Bareskrim, Brigjen Andi Rian Djajadi saat telekonferensi pers, Kamis (11/8/2022).

Dari pemeriksaan itu, Ferdy Sambo mengaku nekat menghabisi nyawa Brigadir J lantaran emosi atas perlakuan yang bersangkutan. Sambo mengklaim Brigadir J melakukan tindakan yang melukai harkat dan martabat keluarga.

“Di dalam keterangannya, tersangka FS menjadi marah dan emosi setelah mendapat laporan dari istrinya PC, yang telah mengalami tindakan yang melukai harkat dan martabat keluarga yang terjadi di Magelang oleh mendiang Yoshua,” jelasnya.

Ferdy Sambo kemudian merencanakan pembunuhan terhadap Brigadir J (dilaksanakan) bersama dua anak buahnya, yakni Bharada Richard Eliezer (Bharada E) dan Bripka Ricky Rizal (Bripka RR).

Penulis: Khoirur Rozi

Jum’at, 12 Agustus 2022, 04:00 WIB

(nahimunkar.org)